17/10/2012
MALAM, KEUTAMAAN, DAN PERKARA-PERKARA YANG MEMUDAHKANNYA #
Alloh Ta'ala berfirman (artinya), “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.” {QS.As-Sajdah: 16}
Nabi shollallohu 'alayhi wa'alaa aalihi wasallam bersabda, “Kerjakanlah sholat malam. Karena dia kebiasaan orang-orang sholeh sebelummu, sarana mendekatkan diri kepada Tuhanmu, penyebab diampuninya berbagai macam kesalahan serta pencegah mengerjakan dosa.”
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang membicarakan keutamaannya.
Hasan Al-Bashri rohimahulloh mengatakan, “Aku belum pernah menemukan ibadah yang lebih berat daripada sholat di tengah malam.” Seseorang menanyainya, “Mengapa orang-orang yang biasa sholat malam wajahnya paling tampan?” Dia menjawab, “Karena mereka menyendiri dengan Alloh lalu Dia memakaikan sebagian cahayaNya kepadanya.”
Sholat malam berat kecuali untuk orang yang diberi taufiq untuk mengerjakannya lewat perkara-perkara yang memudahkannya. Perkara-perkara yang memudahkannya ada yang lahir dan ada yang batin.
Perkara-perkara lahir yang memudahkannya banyak, diantaranya:
1.Tidak banyak makan.
Seorang ulama mengatakan, “Hai para penempuh jalan akherat, jangan makan banyak karena kamu akan banyak minum. Jika kamu banyak minum, kamu akan banyak tidur sehingga kamu akan merugi dengan kerugian yang tidak sedikit.”
2.Tidak memayahkan tubuh dengan pekerjaan-pekerjaan berat di siang hari.
3.Tidak meninggalkan tidur siang, sebab dia memudahkan bangun malam.
4.Menjauhi berbagai macam jenis dosa.
Ats-Tsauri mengatakan, “Aku tidak mampu mengerjakan sholat malam selama lima bulan karena satu dosa yang aku kerjakan.”
Perkara-perkara batin yang memudahkannya banyak, diantaranya:
1.Kebersihan hati dari niat jahat pada umat Islam, kesuciannya dari bid'ah, dan keberpalingnya dari ambisi duniawi.
2.Rasa takut yang paling kuat di hati yang disertai keyakinan hati akan pendeknya umur.
3.Mengetahui keutamaan sholat malam.
Salah satu pendorong terkuat untuk sholat malam adalah cinta Alloh Ta'ala dan kuatnya keyakinan bahwa jika ia bangun malam maka ia akan bermunajat dan bertemu dengan Tuhannya. Dengan demikian, munajatnya itu akan menguatkannya untuk memanjangkan sholatnya.
Abu Sulaiman rohimahulloh mengatakan, “Orang yang ahli sholat malam lebih merasakan kelezatan karena sholat malamnya daripada orang yang bersenda gurau karena senda guraunya. Andai bukan karena (sholat) malam tentu aku tidak ingin tetap tinggal di dunia.”
Dalam shohih Muslim diriwayatkan sebuah hadits Nabi shollallohu 'alayhi wa'alaa aalihi wasallam, “DI waktu malam ada satu waktu yang bila dimanfaatkan seorang muslim untuk meminta kebaikan di dunia dan di akherat kepada Alloh pasti Dia akan memberikan kepadanya dan itu ada di setiap malam.”
[Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahulloh]