29/06/2026
Retorika adalah seni cara terbaik untuk meyakinkan mindset pikiranmu sendiri baru kemudian pola cara berfikir dari orang lain.
Kutipan Aristoteles ini dalam bukunya berjudul "Retorika: Seni Berbicara" terdengar sederhana, tapi menyimpan pertanyaan lebih mendalam.
Aristoteles tidak mengatakan bahwa retorika adalah soal berkata benar atau salah, baik atau buruk melainkan soal seni "efektivitas dalam mempengaruhi" logika cara berfikir manusia.
Dalam kehidupan dunia yg dipenuhi opini, debat, dan persuasi dari ruang kelas hingga media sosial retorika hidup di mana-mana.
Kadang orang nampak terlihat cerdas, kadang nampak memikat, kadang... manipulatif, itu sangat dipengaruhi oleh retorika argumennya.
Apakah menurutmu “cara yg terbaik untuk meyakinkan” selalu identik dengan kebenaran?
Sejauh mana seseorang boleh menggunakan retorika untuk membela apa yg mereka yakini?
Adakah contoh saat kamu tersadar bahwa kamu "meyakini sesuatu" hanya karena cara orang lain menyampaikannya begitu meyakinkan?
Hati-hati, jeli dan teliti gak ada salahnya, kumpulkan banyak data sebelum kamu mempercayai sesuatu yg menggoda?
Retorika yg baik kadang bisa membuat orang terpukau penuh semangat berapi-api, contoh retorika B**g Karno yg sangat terkenal di era perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia :
"Kalau Kita jatuh, bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi ...!!" Pekik patriotisme untuk membakar semangat para pejuang saat itu membara hingga Indonesia merdeka 17 Agustus 1945.
Tapi jika jeli diteliti dengan logika yg epik, bening dan jernih bisa jadi beda maknanya: "Kalau sudah pernah jatuh dan bisa bangkit lagi Yach jangan sampai jatuh lagi, 60bl0k nmnya".
Retorika penting sekali bagi kehidupan dalam membangun relasi butuh komunikasi dan retorika yg baik yg menjadi kunci pintunya.
Orang jadi nampak baik, nampak pintar dan nampak cerdas dipengaruhi oleh retorikanya.
Tau diri adalah kunci memasuki kesadaran diri. Syarat utamanya sabar mesti paham situasi kondisinya diri sendiri baru dengan orang lain!!
Anda akan kelihatan sangat bodoh, jika berada dalam lingkungan orang2 pintar, jika bargaul bersama orang genius yang berwawasan luas.
Anda akan langsung terlihat nampak kaya, jika berada dalam lingkungan orang yg gak punya, jika berbaur bersama orang yg ada dibawahnya
Kamu akan langsung kelihatan miskin, begitu bergaul bersama komunitas yg ada di atasnya.
Kamu juga terlihat sangat pandai dan pintar jika berada dalam lingkungan orang yg biasa yg tidak pernah mau sinau dan mau berfikir.
Beginilah kehidupan tampak cuma seolah2!!
Tak ada kepastian sebenarnya, karna yg terjadi sebenarnya kita ini cuma ikut para pendahulu.
Mengkritisi ide gagasan cara berfikir sendiri demi perubahan perbaikan dalam kehidupan!!
☕☕ sinau kemandirian
Selalu memuji diri ya sendiri, Orang yang s**a memuji diri sendiri secara berlebihan sering kali disebut sebagai narsis atau memiliki sifat narsistik. Perilaku ini biasanya didorong oleh kebutuhan untuk mencari pengakuan, merasa lebih unggul dari orang lain, atau bahkan untuk menutupi rasa tidak percaya diri yang mereka miliki.