03/01/2026
KEUTAMAAN MENURUT HADIS
Dalam sebuah riwayat sahih, Ibnu Umar RA berkata:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «لَمْ أَرَ النَّبِيَّ ﷺ يَسْتَلِمُ مِنَ الْبَيْتِ إِلَّا الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ»
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya: “Aku tidak melihat Nabi ﷺ menyentuh bagian dari Ka’bah kecuali dua rukun Yamani (Rukun Yamani dan Hajar Aswad).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ menaruh perhatian khusus pada Rukun Yamani dan Hajar Aswad, sehingga menyentuhnya (istilām) menjadi sunnah bagi jamaah yang sedang thawaf.
Doa Mustajab antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Salah satu keistimewaan Rukun Yamani adalah adanya doa khusus yang disunnahkan dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(البقرة: 201)
Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).
Hadis dari Abdullah bin As-Sa’ib RA menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ senantiasa membaca doa ini ketika berada di antara dua rukun tersebut (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
゚