30/04/2026
Kamis
13 Dzulgaidah 1447
30 April 2026
ADAB SAFAR
Karena safar termasuk amal shalih, maka wajib untuk menghadirkan niat yang baik, agar setiap Muslim mendapatkan balasan pahala dari segala kesulitan dan biaya yang dikeluarkan. Niat yang baik ini akan mencegah seorang hamba yang sedang safar terjerumus ke dalam perkara yang dibenci Allah Ta'ala dan dimurkai-Nya.
Bersafar bukan hanya sekedar bepergian yang tidak mempunyai aturan dan tuntunan, Tetapi ada adab-alab yang harus diperhatikan dan dilaksanakan agar perjalanan itu mendapat ridha dan perlindungan Allah 'Azza wa Jalla serta bernilai ibadah di sisi-Nya. Ini sekaligus menunjukkan betapa sempurna dan nikmatnya ajaran Islam. Bukan hanya mengajarkan umatnya tentang hal yang besar, tapi masalah yang terkadang dianggap remeh pun diajarkan di dalam Islam dan hal itu memiliki nilai yang berarti di sisi Allah Ta'ala.
BEBERAPA ADAB DALAM BERSAFAR:
1. Menunjuk orang yang dapat mengurus keluarga
2. Berwasiat
3. Meninggalkan nafkah untuk keluarga
4. Meminta izin orang tua
5. Disunnahkan berpamitan lebih dulu bagi orang yang
hendak pergi sebelum menjalankan safar dengan mengucapkan doa:
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
"Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu, dan akhir amaianmu." (HR. Abu Daud no. 2600)
6. Shalat dua rakaat sebelum keluar rumah
7. Berdoa da mehon perlindungan ketika akan berangkat
بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة إلا بالله
"Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya."
اللهم إني أعوذ بك أن أضل أو أضل، أو أزل أو أزل، أو أظلم أو أظلم، أو أجهل أو يُجهل على
"Ya Allah, aku berlinchung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari kebodohan diriku atau dijahilin orang lain)" (HR. (HR. Abu Daud no. 5094 dan Ibnu Majah no. 3884)
8. Doa ketika akan berangkat (di atas kendaraan)
Disunnahkan bahkan sangat dianjurkan memohon ketakwaan dan berbagai kemudahan dalam perjalanan serta perlindungan kepada Allah Ta'ala.
اللهم إنا نسألك في سفرنا هذا البر والتقوى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ قول عَلَيْنَا سَفرنا هذا والو عَنَّا بُعْدَهُ اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالخَلِيقَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْنَاءِ السَّفْرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وسوء الملقب في المَالِ وَالْأَهْلِ
"Ya Allah, sungguh kami memohon kepada Engkau dalam safar ini kebaikan dan ketaqwaan, clan amalan-amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah, berilah kemudahan bagi kami dalam safar kami ini, dekatkanlah jaraknya bagi kami sesudahnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam safarku dan pernandangan yang menyedihkan, dan dari kembalian yang buruk pada harta dan keluargaku" (HR. Muslim, no. 1342)
9. Bertakbir ketika mendaki atau berada pada tempat ketinggian, dan bertasbih ketika sedang menurun
10. Memilih teman Yang Baik lagi Shalih
11. Memperbanyak Doa ketika bersafar
Sepantasnya bagi musafir untuk memanfaatkan setiap safarnya clan berdoa untuk dirinya, bapaknya serta keluarganya dan bagi orang yang dicintainya. Dan hendaklah bersungguh-sungguh dalam berdoa dikarenakan doa seorang musafir adalah doa yang akan terkabulkan.
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكٍّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
"Tiga jenis doa yang yang mustajab (dikabulkan) tanpa diragukan lagi, yaitu: doa orang tua kepada anaknya, doa seorang musafir, dan doa orang yang sedang dizhalimi." (HR. Abu Daud, no. 1536).
12. Berdoa ketika kembali pulang
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوْنَ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ آبِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
"Ya Allah, sungguh kami memohon kepada Engkau dalam safar ini kebaikan dan ketaqwaan, dan amalan-amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah, berilah kemudahan bagi kami dalam safar kami ini, dekatkanlah jaraknya bagi kami sesudahnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam safarku dan pemandangan yang menyedihkan, dan dari kembalian yang buruk pada harta dan keluargaku. Kami adalah orang yang kembali, orang yang bertaubat dan beribadah, kepada Rabb kami, kami memuji ". (HR. Muslim, 1342, Ahmad, 6338, Abu Daud, 6599)
13. Disunnahkan shalat dua rakaat bagi musafiz ketika kembali ke negerinya
14. Membawa Hadiah
CATATAN TAMBAHAN:
1. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai keluar untuk safar pada pagi hari Kamis.
2. Dibencinya safar sendirian, sebaliknya disukai berteman dalam perjalanan
3. Memperbanyak shalat sunnah bagi di atas kendaraannya, baik kendaraan itu berupa hewan ataupun kendaraan zaman sekarang, seperti pesawat dan lain sebagainya.
4. Ketika singgah di suatu tempat perlindungan dengan membaca: hendaklah mohon
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
"Aku berlindung kepada dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan makhluk yang Engkau ciptakan."
Dengan membaca doa perlindungan ini maka tidak akan ada sesuatupun yang dapat membahayakan nya sampai ia berlalu dari tempat tersebut." (HR. Muslim, no. 1708).
5. Disunnahkan bagi musafir untuk segera kembali ke keluarganya setelah selesai urusannya dan tanpa menunda-nunda
6. Sangat disukai mengabarkan tentang kepulangan, sehingga keluarganya dapat membuat persiapan untuk menyambutnya dan menyiapkan diri untuk itu.
7. Jika safar cukup lama, dilarang mendatangi keluarganya di malam hari, kecuali ada pemberitahuan sebelumnya.
By : Abi Hamdi, ABI Centre, Tilatang Kamang Agam