01/11/2025
Pacu Ekonomi Ekowisata, Pemkab Solok Selatan Investasi Miliaran Rupiah untuk Jalur Baru Gunung Kerinci
SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat, mengucurkan investasi total Rp2,6 miliar untuk pengembangan jalur pendakian baru ke Gunung Kerinci. Langkah strategis ini diambil untuk menjadikan sektor ekowisata sebagai motor penggerak ekonomi baru di daerah tersebut, dengan pengelolaan infrastruktur jalur dikolaborasikan bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Pihak Pemkab Solok Selatan menyatakan optimistis bahwa pembukaan akses baru ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Fokus utamanya adalah pengembangan ekonomi melalui ekowisata dan pemanfaatan jasa lingkungan, dengan tetap memegang prinsip pelestarian kawasan hutan.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Solok Selatan telah mengalokasikan investasi infrastruktur secara bertahap. Pada tahun ini, dilaporkan dana sebesar Rp1,5 miliar telah diinvestasikan untuk perbaikan dan pembenahan jalur pendakian.
Investasi akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran yang direncanakan sebesar Rp1,1 miliar. Dana tersebut salah satunya akan difokuskan untuk pembangunan tiga jembatan baru di sepanjang rute pendakian, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Dalam pengelolaannya, Pemkab Solok Selatan menggandeng pihak TNKS sebagai operator utama. Seluruh aset infrastruktur yang dibangun akan dikelola langsung oleh TNKS. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan aspek keberlanjutan (sustainability) kawasan taman nasional tetap terjaga, sekaligus sebagai strategi profesional untuk menarik minat lebih banyak wisatawan.
Langkah pengembangan ini juga didasari oleh adanya potensi besar yang belum tergarap maksimal. Data perbandingan menunjukkan nilai ekonomi ekowisata di Sumatera Barat saat ini baru mencapai Rp1,3 miliar.
Angka tersebut menunjukkan kesenjangan yang cukup jauh jika dibandingkan dengan provinsi lain, seperti Jawa Timur, yang nilai ekonomi ekowisatanya tercatat telah menembus Rp1,7 triliun per tahun.
Dengan dibukanya jalur baru yang lebih representatif dan dikelola secara profesional, Pemkab Solok Selatan berharap dapat memperkecil kesenjangan tersebut. Pengembangan jalur ini diharapkan tidak hanya menambah alternatif rute bagi para pendaki, tetapi juga secara nyata berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Kerinci.