30/09/2015
Pantai Seger, Lombok Tengah - NTB
Sesuai namanya, pantai ini menyajikan pemandangan yang menyegarkan mata dan paru-paru pengunjungnya, khususnya ketika musim penghujan tiba. Berbeda ketika musim kemarau dimana perbukitannya akan sangat kering dan tandus. Akan tetapi, pada musim kemarau justru memberikan keindahan tersendiri. Pantai Seger adalah sebuah pantai yang masih alami dan unik karena selain berpasir putih dan memiliki panorama perbukitan khas pantai-pantai Lombok tengah bagian selatan, pantai ini juga menampilkan panorama batu karang yang menyembul dari tengah laut yang kerap kali disebut dengan Batu Tengkong (batu jamur) yang dapat di capai oleh pengunjung saat air laut surut. Pantai Seger menjadi lokasi even tahunan Bau Nyale yang menjadi lagenda masyarakat Sasak di pulau Lombok. Bau Nyale adalah sebuah legenda yang melekat dalam kehidupan masyarakat sasak. Bau Nyale adalah bahasa sasak (Lombok) yang bearti Bau = dapat/menangkap, dan Nyale = cacing laut. Legenda Bau Nyale ini dirayakan sebagai event tahunan dalam bentuk Festival Bau Nyale, di mana masyarakat beramai-ramai menangkap nyale. Nyale itu sendiri dipercaya sebagai penjelmaan dari Putri Mandalika yang menceburkan ke laut. Biasanya Festival Bau Nyale ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata setempat. Kegiatan ini dihelat setiap tahunnya tiap February yaitu ketika bulan purnama dalam Kalender Sasak. Pantai Seger terbuka untuk umum dan tidak diperlukan tiket masuk per orang, hanya cukup membayar parkir untuk sepeda motor Rp 5.000,- dan mobil Rp 10.000,- Kita sudah dapat menikmati keindahannya. Untuk menuju Pantai Seger kita hanya perlu melanjutkan perjalanan sekitar 15 menit perjalanan dari Pantai Mandalika.