22/07/2017
Pengajian albadriyah wisata.
Oleh ustdz Hilman.
Hakikat rezeki itu di dalam Alqur'an ada 3:
1.Rezeki yang dijamin
AllahSwt telah menjamin rezeki tiap mahluk hidup ,seperti yang terkandung di dalam Alqur'an
" Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa)dibumi melainkan semuannya dijamin oleh Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat peynyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz). (QS.Hud (11):6."
Pada ayat lain Allah menerangkan , "Dan berapa banyak mahluk yang bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus)rezekinya sendiri. Allah lah yang memberikan rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia maha mendengar , maha mengetahui (QS : Al-Ankaabut (29) :60)
Kedua ayat tersebut jelas bahwa Allah sudah menjamin rezeki tiap mahluk terlebih manusia . Dialah yang menciptakan rezeki serta membagi-bagikannya kepada seluruh mahlukNYA. Oleh karena itu manusia tidak perlu risau akan rezekinya karena Allah telah menjaminnya.
2. Rezeki yang Digantungkan
Setelah kita membahas bahwa allah menjamin rezeki, bukan berarti kita berleha-leha . tapi kita wajib berikhtiar dan menjemput rezeki kita .Banyak dan sedikit rezeki yang kita dapat, ketemu atau tidak rezeki yang kita cari tergantung bagaimana kualitas ikhtiar kita.Maksudnya begini Allah telah menetapkan jatah rezeki kita . Jika kita gigih dalam berikhtiar menjempunya maka kita akan memperoleh rezeki sejumlah yang Allah berikan.
Namun, jika ikhtiar kita kurang maksimal maka kita akan memperoleh sebagian dari rezeki kita. Jika kita malas dalam berikhtiar mungkin kita hanya memperoleh sedikit dari rezeki tersebut. Dan apabila kita tidak sama sekali berikhtar bisa jadi kita tidak akan bertemu dengan rezeki kita , padahal rezeki itu ada, Namun kita tidak bisa mnegambilnya.
Adakalanya saat kita sudah merasa telah bekerja keras , namun rezeki kita diperoleh tidak sesuai harapan maka lakukanlah evaluasi.mungkin ikhtiar yang kita lakukan sebetulnya belum optimal dan professional.Lakukanlah inovasi serta strategi-strategi dalam menjemput rezeki, insya allah rezeki yang kita peroleh akan lebih banyak dan berkah.Kerja keras tidak cukup untuk dapat menjemput rezeki denga optimal,kita harus kerja keras dengan cerdas dan ikhlas .kerja keras adalah tugas fisik kita, kerja cerdas adalah tugas akal kita ,serta tugas ikhlas adalah tugas hati kita . Sinergi antara ketiganya akan mengantarkan mendapatkan rezeki yang optimal.
3.Rezeki yang dijanjikan
Ada orang yang penghasilannya pas-pasan , namun ia gemar bersedekah, menyantuni anak yatim, membantu melunasi utang saudaranya sesuai kemampuan.ternyata kian hari rezekinya bertambah dan berkecukupan.
Itulah rezeki yang dijanjikan Allah bagi siapa yang gemar berinfak, bersedekah. Justru semakin bertambah dan bertambah.Allah Swt menjanjikan 10 kali lipat bagi siapa saja yang menafkahkan rezekinya dijalanAllah
"Barang siapa yangberbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya…."
Ustdz juga mengisahkan uwais alqarni..anak yang berbakti pada orangtuanya memberangkatkan orangtuanya berhaji dengan cara menggendongnya. Berbakti pada orangtua. Sehingga pintu surga dibukakan padanya.