18/09/2026
Khairuddin Afandi (yang juga dikenal dalam catatan Turki sebagai Keçeci Hayreddin Efendi) adalah sebuah cerita luar biasa tentang kekuatan niat, kedisiplinan, dan pengorbanan yang melahirkan Sanki Yedim Camii (Masjid “Anggap Saja Saya Sudah Makan”).
Berdasarkan catatan sejarah Kekaisaran Utsmaniyah, masjid ini diperkirakan berdiri sekitar abad ke-17 hingga ke-18 di kawasan Zeyrek, Fatih, Istanbul.
🥙 Kisah Sederhana Berbuah Keajaiban
Khairuddin Afandi bukanlah seorang bangsawan kaya raya atau menteri kerajaan. Ia adalah seorang pria biasa berpenghasilan pas-pasan yang tinggal di Istanbul. Setiap kali berjalan kaki ke pasar atau menyusuri jalanan kota, ia selalu melihat berbagai makanan lezat yang menggugah selera—mulai dari daging panggang yang harum, buah-buahan segar, hingga manisan khas Turki (turkish delight).
Namun, alih-alih menuruti keinginannya, Khairuddin selalu membisikkan sebuah kalimat kepada dirinya sendiri:
“Sanki Yedim...” (Artinya: “Anggap saja saya sudah makan...”)
Setiap kali ia berhasil menahan air liurnya, ia akan menghitung berapa uang yang seharusnya habis untuk membeli makanan tersebut. Uang itu kemudian langsung dimasukkannya ke dalam sebuah kotak celengan khusus.
⏳ Konsistensi Selama 20 Tahun
Tindakan ini bukan dilakukan sekali atau dua kali, melainkan secara konsisten selama 20 tahun penuh! Khairuddin rela hidup dengan makanan paling sederhana dan pakaian seadanya demi satu tujuan mulia: membangun rumah ibadah sebagai amalan jariyahnya.
Setelah dua dekade mengumpulkan “uang receh” hasil menahan lapar, tabungannya akhirnya cukup untuk membeli sebidang tanah kecil dan membangun sebuah masjid sederhana. Masyarakat sekitar yang takjub dengan perjuangannya kemudian secara spontan menamai tempat tersebut sebagai Sanki Yedim Camii.