09/10/2020
Get Lost in Sahara
By : Gembel Internesyenel
Date of trip : November 2011
Link YouTube : https://youtu.be/wRDbztMOAhU
Dear traveler, tetiba saat ngoprek album Maroko saya nemu foto ini.... Lalu segala memory tentang Maroko mendadak sliweran. Saya jadi pengen curhat kisahnya....
Jadi ceritanya begini....
Setelah 2 bulan trip di Eropa, saya terbang ke Marakech Maroko dari Girona Barcelona Spanyol.
Saya spend time beberapa hari di Marakech, menyusuri night bazar yang mempesona, mengunjungi tempat2 bersejarah, mengagumi kota bernuansa terakota yang bagi saya amazing banget.... Dan tentu saja mencicipi lamb tagine, kuliner favorite saya di Maroko, selain aneka olahan buah zaitun yg buat saya the best in the world. Duh inget lamb tagine langsung air liur berproduksi melimpah, menuntut realisasi untuk bisa dikecap oleh lidah. 😀
Oh iya, tidak lupa p**a saya menikmati mandi ala Marocan di hammam... Karena s**a dengan hammam, walhasil, hampir setiap hari saya ke hammam.... Relaksasi boleh d**g, 2 bln di Eropa serba ngirit karena living cost yang tinggi, di Maroko boleh lah manja-in diri sedikit... Hemat boleh, gabruk jangan lah yaa....😂 Karena agenda trip saya ke depan waktu itu masih 2 bulan lagi.... So harus sayang body juga, supaya tetap fit... 💃
Nah, dari Marrakech, saya menuju Zagora dengan bus, saat itu temperatur kisaran 15°C.... Tidak masalah saat ada di kota, namun saat di dalam buss yang tanpa heater / pemanas, plus dengan oon nya sleeping bag yg bisa berfungsi sebagai selimut di letakan di bagasi buss sehingga tdk bisa saya gunakan, maka terjadilah suasana aduhai yg menyiksa, sumpah berat menahan dingin di malam hari dalam buss tanpa heater, Dilan mungkin juga tidak mampu menanggungnya 😀 dan temperatur saat itu merangkak menuju 5°C. Karena saat bicara belum beruap.... Kalau beruap, temperatur biasanya kisaran 4°C, tapi tergantung kelembaban udara juga sih.
Perjalanan sekitar 7 jam. Akhirnya pagi hari saya tiba di Zagora, dijemput oleh teman saya, lalu menginap di penginapan lokal, semacam homestay....
Ke esokan harinya saya join dg grup trip ke Sahara, karena saya solo backpacker, saya harus join dg grup lain.
Maka dengan taksi saya menyusul ke perbatasan.
Taksi di Maroko tau ya...?
Jadi dalam satu mobil, bisa di isi beberapa penumpang selama satu tujuan. Maka ketika taksi saya tiba di perbatasan gurun sahara kecil, saya di drop begitu saja. Semua perlengkapan saya tinggal di homestay. Saya hanya membawa daypack dan air mineral 1,5L.
Dan tahukah saudara2.... Saya ketinggalan grup.... Saya bingung celingukan sendirian.... Ga ada tukang cilok, ga ada warung ind*m*e.... Ga ada mamang2 jualan bandrek keliling.... Temperatur malam hari di sahara lumayan menggigit.... Plus angin pasir jg cukup mengganggu pandangan... Beruntung saat itu angin cukup bersahabat.... Namun hari semakin gelap.... Saya mulai linglung, bego ga bisa mikir....
Lucky me..... "Driver onta" datang dengan pas**annya, dia sibuk kasih makan onta2nya, plus bersihin mereka satu2. Kira2 ada sekitar 20 onta bersama dia.
Lalu dengan bahasa inggris amburadul yang percuma juga saya ucapkan karena "driver onta" tersebut hanya bicara bahasa lokal, plus sedikit berbahasa Perancis. Maka saya berusaha dengan segenap kemampuan, menggunakan skill bahasa pamungkas saya, yaitu "bahasa tarzan, bahasa tubuh, bahasa gambar, bahasa ekspresi" saya tidak menggunakan bahasa kalbu saat itu.... Karena bahasa kalbu hanya digunakan saat kecelakaan bertemu dengan orang semacam Prince Fazza dari Dubai, eaaa... 💃
Saya berusaha untuk memberi tahu sang "driver onta" untuk membawa saya ke suatu tempat di mana saya bisa mendapatkan makan / tempat bermalam.
Thanks God, akhirnya entah bagaimana, sang "driver onta" memahami maksud saya, atau saya nya yang berasumsi sendiri bahwa "driver onta" paham maksud saya. 😂🙈
Entahlah, ini masih misteri sampai detik ini 😂🙈
Ketika si "driver onta" mengikatkan kaki onta satu sama lain. Saya diminta untuk naik salah satu onta yang ditengah. Saat take off / landing lumayan seru... Berasa oleng siap nyungsep gitu.... Reflek berpegang erat di punuk onta yang astaghfirulloh keras banget... But I have no choice.... He is the one and only a travel angel at that time. So nurut is a must...! :p
Anyway, saya memang selalu meyakini, bahwa travel angels are exist around the travelers (musafir).
Ditengah padang pasir yang gelap gulita, di mana jarak pandang hanya sekitar 1-2 onta ke depan & ke belakang, entah bagaimana terlintas fikiran untuk selfie... Nyoba2 selfie isinya cuma pekat.... Tapi saya terus usaha...
Akhirnya dg nekad sy teriak2 memanggil "driver onta" dan saya berhasil membuatnya berhenti. Ternyata, berteriak di gurun sahara saat malam hari yg menggigit, membuat efek suara rada mendem, tdk stereo sama sekali ya.... 😂
Sang driver pun turun dan menghampiri, kembali terjadi dialog / komunikasi aneh dlm bahasa tarzan & sebangsanya.... Ajaib... doi ngerti cyyinnttt.... Dan inilah hasil foto terbaiknya..... It's the best one that my phone camera supported in that situation... 😀😘
Singkat cerita, saya bertemu dengan grup sahara trip.... Dan bisa menikmati perjalanan di gurun sahara ala musafir selama 2hari... Saya extended... Karena tidur di lembutnya pasir gurun sambil menatap ribuan bintang di langit adalah sesuatu yang mahal.... Saya ingin menikmatinya lebih lama...
Lalu tahukah bagaimana saya membayar trip saya di sahara....?
Saya bayar dengan hp 😂
Jadi gini, malem2 sampe tenda, krn kedinginan, saya disuruh stay di tenda yg berfungsi sbg dapur. Saya hepi, karena selain hangat, juga banyak makanan. Hehe....
Lalu saya iseng cari sinyal yg tentu saja susah banget di dapet. Etapi, ternyata sinyal TV lojal bisa masuk, inget kan hp china yg ada TV nya? Yg harga 300ribu-an itu?
Nah mereka amazed tuh.... Langsung pada heboh, bisa nonton TV di hp di Gurun Sahara itu sesuatu banget. Mereka bilang, kamu extend aja, bayar pake hp. Saya langsung setuju haha....
Kalau di tenda2 turis, banyak guide lokal yg bs bhs Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, bahkan bhs Jepang n China juga... Jadi komunikasi lebih lancar...
Saya senang dg keputusan gila saya utk take a picture di gurun sahara saat get lost malam hari. Setidaknya, kisah saya bisa dibuktikan dengan gambar walau kualitasnya entahlah.... 😂😂😂
Buat saya, ini adalah bagian perjalanan saya yang cukup berkesan....
Pengalaman memang sesuatu yang tidak bisa dibeli. So enjoy your trip... Enjoy every single moment... Karena setiap perjalanan... Memiliki kisahnya sendiri...
Have a save & happy traveling ya 😘