05/08/2026
Di Masjidil Haram, satu sujud tidak hanya menyentuh lantai. Ia menyentuh langit. Satu shalat tidak hanya menggugurkan kewajiban. Ia dilipatgandakan dengan pahala yang tak ditemukan di tempat lain.
Maka jangan hanya menghitung biaya keberangkatan. Hitunglah juga berapa banyak keberkahan, ampunan, doa yang dikabulkan, dan air mata taubat yang mungkin Allah anugerahkan di hadapan Ka’bah.
Boleh jadi yang terasa mahal di mata manusia, justru sangat murah dibanding nilai yang Allah siapkan di sisi-Nya.
Rindu kepada Baitullah bukan tentang mampu atau belum mampu. Ia tentang hati yang terus mengetuk pintu langit:
“Ya Allah, jika namaku belum tercatat sebagai tamu-Mu, maka catatlah aku di antara mereka yang Engkau panggil ke rumah-Mu.”
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
“Satu kali shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan satu kali shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.”
(HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh para ulama)
—
* 1 shalat di Masjidil Haram = 100.000 kali shalat biasa.
* 1 hari = 1 shalat yang dikerjakan pada waktunya.
* Maka 100.000 shalat = 100.000 hari.
Perhitungannya:
* 100.000 hari ÷ 365 hari = 273,97 tahun
—
Semoga Allah menumbuhkan rindu di hati kita, melapangkan rezeki kita, dan memanggil kita menjadi tamu-Nya di Baitullah sebelum ajal menjemput. Aamiin.