09/02/2024
📍Festival Bau nyale ,Lombok.
13-15 Februari 2024
Apakah Nyale merupakan Reinkarnasi Putri Mandalika? Adakah yang pernah makan Nyale?
⤵
Nyale, bukan sekedar kumpulan cacing laut warna-warni yang terlihat berkilau di malam hari. Mereka diyakini sebagai perwujudan Putri Mandalika. Sebagai jawaban atas pengorbanan sang putri untuk kesuburan bumi Sasak, kedamaian dan kesejahteraan masyarakatnya. Sang Putri, bukanlah sekedar cerita legenda. Perjalanan hidup dan pengorbanannya menjadi acuan sikap arif dan bijaksana bagi masyarakat sasak, khususnya bagi para pemimpin.
Legenda Putri Mandalika
Pada zaman dahulu, di pesisir selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan bernama Tonjeng Beru yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Raden Panji Kusuma dan istrinya Dewi Seranting. Mereka memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama putri Mandalika.
Selain dikenal memiliki paras cantik dan ayu, Putri Mandalika juga mewarisi sifat sifat kedua orang tuanya yang baik dan sangat mencintai rakyatnya. Hal itulah yang membuat banyak pangeran dari berbagai penjuru negeri di bumi Sasak berdatangan untuk meminang sang putri.
Saking banyaknya pangeran yang ingin mempersuntingnya sebagai permaisuri membuat Putri Mandalika bimbang dan memutuskan untuk mencari petunjuk di Bukit Seger. Konon, disanalah sang putri menemukan sebuah jawaban. Beberapa hari setelahnya, dia meminta para pangeran tersebut untuk menemuinya di Bukit Seger pada tanggal 20 bulan 10.
Tanggal dan bulan yang dimaksud bukanlah sesuai dengan penanggalan pada kalender Masehi, melainkan berdasarkan perhitungan Kalender Rowot Sasak. Dimana tanggal 20 bulan 10 yang dimaksud mengacu kepada bulan rowah atau sya’ban sedangkan tanggalnya disesuaikan dengan hasil pembacaan situasi alam.
Ketika hari yang telah ditentukan tiba, Putri Mandalika berdandan sangat cantik dan mengenakan pakaian sutra warna warni yang sangat indah. Semua pangeran dan masyarakat yang melihatnya semakin terpukau. Lalu perlahan sang putri berjalan menuju puncak tebing dan menyatakan penerimaannya terhadap semua pangeran yang hadir. Tetapi kemudian putri Mandalika melompat dari atas tebing tersebut, lalu hilang dalam dekapan ombak.
Semua pangeran serta masyarakat dan bahkan kedua orang tuanya sangat kaget dan panik. Mereka semua bergerak menyisir pantai untuk mencarinya, namun sang putri tak kunjung ditemukan. Sebaliknya dari lokasi jatuhnya sang putri muncul gumpalan cacing laut (nyale) dengan aneka warna di sepanjang garis pantai selatan Lombok yang membentang dari Sekotong hingga Sekaroh. Semua keluarga kerajaan, para penduduk kerajaan Tenjong Beru beserta semua pangeran yang hadir meyakini kalau cacing cacing tersebut adalah jelmaan sang putri. Sejak saat itulah Putri Mandalika juga dikenal oleh masyarakat sebagai Putri Nyale hingga sekarang.
Pengorbanan Putri Mandalika bagi masyarakat Lombok tetap dikenang dengan diadakannya Festival Bau Nyale setiap tahun yang pada tahun ini akan diadakan pada tanggal 29 Februari - 1 Maret. Penentuan pelaksanaan Festival Nyake ditentukan berdasarkan hasil Sangkep Warige oleh para tokoh adat dan budaya Sasak yang biasanya membuat ketentuan berdasarkan Kalender Rowot Sasak peninggalan leluhur.
Tentang Kalender Rowot Sasak
Menurut Muhammad Awaludin dari FAKULTAS SYARI'AH DAN HUKUM UIN WALISONGO SEMARANG dalam tesisnya yang berjudul Sistem Musim Pada Kalender Rowot Sasak menjelaskan bahwa Kalender Rowot Sasak merupakan sebuah sistem penanggalan tradisi yang digunakan, dipedomani dan dikembangkan oleh masyarakat Sasak sebagai acuan penyelenggaraan gawe (hajatan), betaletan (bercocok tanam), pembagian musim, arah naga, dan wuku atau pengaruh posisi rasi bintang terhadap peristiwa-peristiwa penting di muka bumi.
Sistem kerja Kalender Rowot Sasak adalah dengan cara mengamati pergerakan bintang Pleiades atau the Seven Sisters, Messier 45 yang oleh masyarakat Sasak disebut Rowot. Sedangkan kegiatan mengamati bintang tersebut dikenal dengan acara Ngandang Rowot.
Dari pengamatan ini, kemudian melahirkan pola perhitungan 5 15 25 yang kemudian digunakan juga sebagai penentuan awal musim atau Mangse dalam Kalender Rowot Sasak. Namun, awal musim tidak selalu jatuh berbarengan dengan Ngandang Rowot, hal ini disebabkan perhitungan musim tidak hanya menggunakan bintang Pleiades / Rowot semata, tetapi juga disesuaikan dengan pengamatan tanda alam, keputusan kyai dan hasil rapat adat.
Kalender Rowot Sasak sekaligus menjadi bukti bahwa leluhur masyarakat Sasak telah memiliki pengetahuan tentang perbintangan beserta fungsinya telah sejak lama dan digunakan secara turun temurun sebagai acuan dalam menentukan hari baik untuk melakukan perjalanan, bertani atau berladang maupun aktivitas hidup dan kegiatan sosial lainnya oleh masyarakat Suku Sasak.
Daftar Nama Nama Bulan Dalam Kalender Rowot Sasak
Bubur Puteq - Muharram
Bubur Beaq / Bubur Abang - Safar
Mulud - Rabiul Awal
Suwung Penembeq - Rabiul Akhir
Suwung Penengaq - Jumadil Awal
Suwung Penutuq - Jumadil akhir
Mi’rat - Rajab
Rowah - Syakban
Puase - Ramadhan
Lebaran Nine - Lebaran Nine
Lalang - Zulkaidah
Lebaran Mame - Zulhijjah
Everyone Pakej Percutian Dalam & Luar Negara, Pulau, Hotel & Tiket Themepark Murah PAKEJ PERCUTIAN DALAM & LUAR NEGARA PAKEJ PAKEJ PERCUTIAN MENARIK DAN BAJET DALAM DAN LUAR NEGARA Pakej Percutian Terbaik Malaysia & Luar Negara Shuhada Holidays Sdn Bhd Travel Agent Percutian Murah Agensi Pelancongan Wisata Halal Internasional / Halal Trip/ Muslim Traveler Nasihin Travel & Tours Sdn Bhd Penawar Jaya Travel Sdn Bhd Melancong.my Percutian Express Pakej Percutian Jom Melancong Masamas Travel & Tours Sdn. Bhd. Muslimtravelbug.com pakejsabah.com Travel & Leisure PH Percutian Menarik di Malaysia Dan Luar Negara Jawahir Travel & Tours HQ