07/05/2026
KETIKA LANGIT MEMANGGIL NAMAMU :
TIGA PANGGILAN YANG MENGGETARKAN JIWA
Di balik riuhnya dunia yang tak pernah benar-benar diam, ada panggilan-panggilan halus yang hanya bisa didengar oleh hati yang sedang sadar.
Pagi hari, ia datang seperti embun di ujung kesibukan :
“Hayya ‘alash shalah…”
seakan langit mengetuk pelan dada manusia yang terlalu lama tenggelam dalam urusan dunia,
mengajak pulang sebentar..
sebelum tersesat terlalu jauh.
Lalu ada panggilan yang jauh, namun selalu membuat hati bergetar sebelum sampai di bibir :
“Labbaikallahumma labbaik…”
bukan sekadar perjalanan,
tapi perjalanan jiwa di mana rindu kepada Tuhan berubah menjadi langkah, dan air mata menjadi bahasa yang paling jujur.
Dan di antara keduanya,
tersimpan satu panggilan yang tak pernah kita tahu kapan ia akan singgah, namun seluruh hidup ini perlahan sedang berjalan ke arahnya.
Panggilan yang membuat segala gelar tak lagi berarti, segala rencana berhenti berdebat, dan hanya satu kalimat yang menjadi bekal terakhir :
“La ilaha illallah…”
Kita ini hanya musafir yang singgah sebentar di dunia, menyusun bekal tanpa pernah benar-benar tahu kapan pintu itu akan diketuk untuk terakhir kalinya.
Maka berjalanlah dengan pelan,
seolah setiap hari adalah latihan pulang.
Semoga saat nama kita dipanggil,
kita sedang dalam keadaan paling layak untuk pulang.