01/07/2025
Lowongan kerja di RI terbatas, atau belum bisa menampung banyaknya tenaga kerja setiap tahunnya. Pengamat Ketenagakerjaan UGM, Tadjudin Noor Effendi menyarankan kelebihan tenaga kerja dikirim ke luar negeri.
Tadjudin mengatakan ada banyak sarjana yang banting setir menjadi pekerja informal seperti sopir hingga ART, lantaran jumlah lapangan kerja formal yang dibuka setiap tahunnya tidak sanggup menampung pertumbuhan tenaga kerja di Indonesia.
Menurut Tadjudin, salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan memperbanyak pekerja migran alias mengirim kelebihan pasokan tenaga kerja Indonesia tadi ke luar negeri. Sebab dengan mengirim banyak pekerja migran, pemerintah tidak hanya mengurangi angka pengangguran dalam negeri, tapi juga bisa mendapatkan devisa negara.
“Saya baca kemarin Australia, kemudian Polandia, Inggris memanggil tenaga kerja kita. Walaupun pekerjaannya paling banyak itu sebetulnya di sektor pertanian. Tapi itu tawarannya cukup menjanjikan bagi tenaga kerja Indonesia, itu mereka bisa dapat jutaan karena hitungannya kerja di sana kan bukan per bulan, per jam kan?” katanya.
Pendapatnya gezz?
Sumber : Detik.com 📷 micmoz