DIENG

DIENG Enjoy your traveling in DIENG with diengtourista.com DIENG TOURISTA
Melayani :
=>Jasa guide dan porter
=>Rental Outdoor equipment

Never stop exploring

Jangan Ke Dieng sebelum Anda Pesan Di Homestay Nirvana Dieng!Kenapa harus pesan?Yuk lihat reviewnya ^_^https://www.youtu...
07/06/2016

Jangan Ke Dieng sebelum Anda Pesan Di Homestay Nirvana Dieng!
Kenapa harus pesan?
Yuk lihat reviewnya ^_^
https://www.youtube.com/watch?v=Z8h3kRlqGSs

Homestay Dieng Hp :081-327-027-929 Homestay Nirvana Dieng adalah salah satu homestay terbaik yang ada di dieng,dengan fasilitas lengkap dan tentunya DIENGIN ...

Ini dia wisata di jawa tengah paling asyik,telaga warna dieng !!berminat?Apa lagi yang anda tunggu?TELPON SEKARANG JUGA!...
15/09/2015

Ini dia wisata di jawa tengah paling asyik,telaga warna dieng !!
berminat?
Apa lagi yang anda tunggu?TELPON SEKARANG JUGA!:-D

HP/line/wa : 081-327-219-608 | 082-329-665-533
Ig : dieng_tourista
Twitter :
Fp/fb : DIENG TOURISTA
http://diengtourista.com/wisata-ini-dia-wisata-di-jawa-tengahtelaga-warna-dieng.html

Diantara wisata di jawa tengah adalah telaga warna dieng.Dieng Beragam warna yang muncul dipermukaan Telaga warna Dieng , Konon akibat banyaknya batu-batu mustika pancawarna yang berada di dasar telaga. Tapi telaga warna dieng menjadi wisata favorit dan wisata populer.

Candi Arjuna Dieng Gaes..belum tau Candi Arjuna Dieng?Sini  Merapat...Candi Arjuna merupakan salah satu bangunan candi d...
06/09/2015

Candi Arjuna Dieng

Gaes..belum tau Candi Arjuna Dieng?
Sini Merapat...

Candi Arjuna merupakan salah satu bangunan candi di Kompleks Percandian Arjuna, Dieng. Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut. Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan.

Seperti umumnya candi-candi di Dieng, masyarakat memberikan nama tokoh pewayangan Mahabarata sebagai nama candi.
Arsitektur

Candi Arjuna berukuran 6 x 6 m dan menghadap ke arah barat. Pada pintu masuk dan relung-relungnya dihiasi kala makara. Atap candi berjenjang dengan menara-menara kecil di setiap sudut. Ditemukannya prasasti berangka tahun 731 Caka (809 M) di dekat Candi Arjuna dapat menjadi petunjuk pembangunan candi sekitar awal abad IX M. [1]

Pemeliharaan dan Pemanfaatan

Lingkungan sekitar candi juga kurang mendukung pemeliharaan. Lahannya sudah lama digarap penduduk untuk lahan pertanian tanaman kentang, sayur-mayur, dan bunga-bungaan.

Mulai tahun 2010 kompleks Candi Arjuna mulai digunakan untuk pengembangan wisata yang dikemas oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Mereka menyelenggarakan acara budaya tahunan yang telah dikenal dengan nama DCF (Dieng Culture Festival).

04/09/2015

Jalur pendakian Patak Banteng menjadi favorit para pendaki untuk menuju Puncak Gunung Prau, Jawa Tengah. Kemudahan akses, fasilitas, dan rute yang tidak terlalu sulit menjadi alasan untuk mendaki melewati rute tersebut dibanding jalur lain.

"Pendaki paling banyak lewat rute Patak Banteng dibandingkan jalur Kenjuran, Dieng. Rute tersebut paling dekat dengan puncak," kata Bendahara Yayasan Konservasi Gunung Paulus Nugrahajati saat dihubungi KompasTravel di Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2015).

Paulus mengatakan untuk menempuh jalur Patak Banteng, pendaki cukup menempuh jarak sekitar 4 kilometer atau jika ditarik garis lurus hanya berjarak 600 meter. Pendaki di Gunung Prau, lanjut dia, dapat langsung tiba di area Puncak Gunung Prau dibandingkan jalur lain.

"Itu empat jam sudah jalan santai dan beristirahat. Kalau di jalur lain, ada di Dieng dan Kenjuran," katanya

Untuk akses transportasi menuju titik pendakian Patak Banteng, Paulus mengatakan pendaki dapat mengakses dari kota seperti Wonosobo. Alasan tersebut juga diungkapkan oleh salah satu pendaki yang telah mengunjungi Gunung Prau dari Jakarta.

"Waktu ke Prau, pilih jalur itu (Patak Banteng) karena jarak tempuhnya lebih pendek ya walaupun tanjakannya curam," kata Gigih Indra dalam pesan di Facebook kepada KompasTravel di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Ketika ia mendaki, perjalanan dari titik awal Patak Banteng hingga area puncak Prau ditempuh dalam waktu 3 jam. Gigih mengungkapkan memilih jalur ini karena terdapat parkir yang dapat menampung kendaraan.

Gunung Prau terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Prau dapat didaki melalui tiga jalur yaitu Kenjurang, Patak Banteng, dan Dieng.

info pemesanan :dwie 081-327-219-608 | coyo 082-329-665-533ig : dieng_touristafp : DIENG TOURISTAtwitter : website : www...
04/09/2015

info pemesanan :
dwie 081-327-219-608 |
coyo 082-329-665-533
ig : dieng_tourista
fp : DIENG TOURISTA
twitter :
website : www.diengtourista.com

Enjoy Your Traveling In DIENG with DIENG Tourista

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Le...
04/09/2015

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20°C di siang hari dan 6-10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: "di" yang berarti "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.[1][2] Teori lain menyatakan, nama Dieng berasal dari bahasa Sunda ("di hyang") karena diperkirakan pada masa pra-Medang (sekitar abad ke-7 Masehi) daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Dataran tinggi Dieng (DTD) adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor, dan banjir.

Selain kawah, terdapat p**a danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna khas kuning kehijauan.

Secara biologi, aktivitas vulkanik di Dieng menarik karena ditemukan di air-air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteri termofilik ("s**a panas") yang dapat dipakai untuk menyingkap kehidupan awal di bumi.

Kawah-kawah

Kawah aktif di Dieng merupakan kepundan bagi aktivitas vulkanik di bawah dataran tinggi. Pemantauan aktivitas dilakukan oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Dieng di Kecamatan Karangtengah. Berikut adalah kawah-kawah aktif yang dipantau:

Candradimuka
Sibanteng
Siglagah
Sikendang, berpotensi gas beracun
Sikidang
Sileri
Sinila, berpotensi gas beracun
Timbang, berpotensi gas beracun

Kawah Sibanteng

Sibanteng terletak di Desa Dieng Kulon. Kawah ini pernah meletus freatik pada bulan Januari 2009 (15/1)[3], menyebabkan kawasan wisata Dieng harus ditutup beberapa hari untuk mengantisipasi terjadinya bencana keracunan gas. Letusan lumpurnya terdengar hingga 2 km, merusak hutan milik Perhutani di sekitarnya, dan menyebabkan longsor yang membendung Kali Putih, anak Sungai Serayu.

Kawah Sibanteng pernah p**a meletus pada bulan Juli 2003. www.diengtourista.com

Kawah Sikidang

Sikidang adalah kawah di DTD yang paling populer dikunjungi wisatawan karena paling mudah dicapai. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Dari karakter inilah namanya berasal karena penduduk setempat melihatnya berpindah-pindah seperti kijang (kidang dalam bahasa Jawa). www.diengtourista.com

Kawah Sileri

Kawah Sileri

Sileri adalah kawah yang paling aktif dan pernah meletus beberapa kali (berdasarkan catatan: tahun 1944, 1964, 1984, Juli 2003, dan September 2009). Pada aktivitas freatik terakhir (26 September 2009) muncul tiga celah kawah baru disertai dengan pancaran material setinggi 200 meter. www.diengtourista.com

Kawah Sinila

Sinila terletak di antara Desa Batur, Desa Sumberejo, dan Desa Pekasiran, Kecamatan Batur. Kawah Sinila pernah meletus pada pagi hari tahun 1979,[5] tepatnya 20 Februari 1979. Gempa yang ditimbulkan membuat warga berlarian ke luar rumah, namun mereka terperangkap gas racun yang keluar dari Kawah Timbang akibat terpicu letusan Sinila.[6] Sejumlah warga (149 jiwa) dan ternak tewas keracunan gas karbondioksida yang terlepas dan menyebar ke wilayah pemukiman.

Kawah Timbang

Timbang adalah kawah yang terletak di dekat Sinila dan beraktivitas sedang. Meskipun kurang aktif, kawah ini merupakan sumber gas CO2 berkonsentrasi tinggi yang memakan ratusan korban pada tahun 1979. Kawah ini terakhir tercatat mengalami kenaikan aktivitas pada bulan Mei 2011 dengan menyemburkan asap putih setinggi 20 meter, mengeluarkan CO2 dalam konsentrasi melebihi ambang aman (1.000 ppm, konsentrasi normal di udara mendekati 400 ppm) dan memunculkan gempa vulkanik[7]. Pada tanggal 31 Mei 2011 pagi, kawah ini kembali melepaskan gas CO2 hingga mencapai 1% v/v (100.000 ppm) disertai dengan gempa tremor. Akibatnya semua aktivitas dalam radius 1 km dilarang dan warga Dusun Simbar dan Dusun Serang diungsikan [8].

Puncak-puncak

Gunung Sumbing (3.387 m)
Gunung Sindoro (3.150 m)
Gunung Prahu (2.565 m)
Gunung Pakuwaja (2.595 m)
Gunung Sikunir (2.463 m), tempat wisata, dekat Sembungan

Danau vulkanik



Telaga Dringo pada tahun 1937

Telaga Warna, objek wisata dengan tempat persemadian di dekatnya
Telaga Cebong, dekat desa wisata Sembungan
Telaga Merdada
Telaga Pengilon
Telaga Dringo
Telaga Nila

Obyek wisata



Kompleks Candi Arjuna Dieng



Sesajian di Candi Parikesit pada tahun 1880-an (gambar dari majalah Eigen Haard)

Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai objek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa objek wisata di Dieng.

Telaga: Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada, adalah merupakan yang terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekadar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka.
Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati.
Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual.



Sumur Jalatunda pada tahun 1937

Sumur Jalatunda.
Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.
Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.
Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air).



Ingin Berkunjung Untuk Menikmati Obyek Wisata DIENG ?

Menikmati Dinginnya Kota DIENG bersama Keluarga?

Liburan Asyik Ke Dieng?

Wisata Dieng?

Obyek Wisata Dieng?



Bisa menggunakan Jasa Tour kami,

DIENG TOURISTA



fanpage : DIENG TOURISTA

ig : dieng_tourista

website : www.diengtourista.com

whatsup : 081-327-219-608 | 082-329-665-533






Enjoy your Traveling in DIENG with DIENG TOURISTA

Nikmati wisata liburan ke Dieng dengan paket tour di diengtourista.com

Address

Jalan Giri Margo Kampung Baru 41 Rt/rw 002/005
Wonosobo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DIENG posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category