30/03/2016
"Namun, daya tarik terbesar adalah bagaimana secangkir kopi telah membuatku lebih mengenal kaumku sendiri, orang melayu".
Mereka yang menghirup kopi pahit umumnya bernasib sepahit kopinya. Makin pahit kopinya, makin berliku-liku petualangannya. Hidup mereka penuh intaian mara bahaya. Cinta? Berantakan. Istri? Pada minggat. Kekasih? Berkhianat di atas tempat tidur mereka sendiri! Bayangkan itu. Bisnis? Mereka kena tipu. Namun, mereka tetap mencoba dan mencipta. Mereka naik panggung dan dipermalukan. Mereka menang dengan gilang gemilang lalu kalah tersaruk-saruk.
Mereka yang takaran gula, kopi dan susunya proporsional adalah pegawai kantoran yang bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu saja. takaran gulanya 2 sendok. Mereka adalah pria "dö-re-mi", dan mereka telah kawin dengan seseorang yang bernama bosan. Proporsi gula, kopi, dan susu itu mencerminkan hidup mereka yang sungkan mengambil resiko kaum safety player.
Kaum semi-player: 4 sendok kopi, setengah sedok gula. orang yang ahli pada bidangnya. mereka bertangan dingin dan penuh perhitungan. Mereka bukan tipe pegang-lepaskan-pegang-lepaskan. mereka adalah tipe pegang-cengkeram-telan. Namun, ada kalanya mereka adalah pencinta yang romantis.
Takaran kopi semacam itu membuat mereka merasakan pahit dekat tenggorokan, namun terbersit sedikit manis di ujung lidah. Bagi mereka, hal itu sexy. Mereka yang minum kopi dan hanya minta sedikit gula, lalu setelah diberi gula, mengatakan terlalu manis atau kurang manis, merupakan orang yang gampang dihasut. Merekalah pengacau sistem politik republik karena suaranya gampang dibeli.
Mereka kaum plin-plan. Mereka yang meminta kopi saja, tanpa air dan memakan kopi itu seperti makan sagon, adalah penderita sakit gila nomor 29. Adapun mereka yang sama sekali tidak minum kopi adalah penyia-nyia hidup ini. (ANDREA HIRATA)
Semangat pagi....