Among Kurnia Ebo

Among Kurnia Ebo Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta.

HAJI SAHMembaca  buku yang lucu adalah salah satu cara menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa. Dan buku lucu ya...
23/02/2026

HAJI SAH

Membaca buku yang lucu adalah salah satu cara menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa. Dan buku lucu yang saya baca beberapa hari ini adalah Orang Madura Naik Haji.

Mendengar kata Madura saja mungkin sebagian dari kita pasti langsung tersenyum tipis. Iki mesti lucu iki. Dan memang begitulah adanya. Ini bukan buku berat. Ini buku ringan. Tapi pelajarannya yang kelas berat. Kelucuan kadang menyelamatkan.

Alkisah, seorang jamaah dari Madura ikut manasik. Salah satu yang diacamkan benar dari petuah pembimbingnya adalah "paspor itu harus melekat diri kita. Itulah separuh nyawa kita. Jadi, kalau ada orang yang meminta paspor kita, jangan pernah dikasihkan. Itu akan membuat bapak ibu repot. Kalau hilang akan membuat rumit. Bahkan bapak ibu tidak bisa balik ke Indonesia. Panjang urusannya. "

Tibalah saatnya jamaah mendarat di bandara Jeddah. Tentu saja setiap orang harus melewati imigrasi. Kalau pas berangkat di bandara Soetta paspor diatur semua oleh travel, maka saat masuk Saudi Arabia masing-masing orang harus berhadapan langsung dengan petugas imigrasi sendiri-sendiri.

Tibalah Matholeh dapat giliran menghadap petugas. Paspor, kata petugas. "Nggak bisa, " kata Matholeh. Matholeh selalu ingat pesan saat manasik, jangan biarkan siapapun meminta paspormu. Petugas sampai kebingungan karena berkali-kali diminta paspornya Matholeh tak mau menyerahkan. Di kepala Matholeh petugas imigrasi ini adalah orang jahat yang akan mempersulit hidupnya. Bahkan mau mempermainkan nyawanya.

Melihat keributan di depan, pembimbing mendekat dan bertanya ada masalah apa ke petugas imigrasi. Sejenak mereka berdua berbicara. Dan kemudian pembimbing menggangguk-angguk dan berjanji akan membereskan masalah ini dalam satu menit.

Haji Daris sang pembimbing langsung balik badan menuju Matholeh. Lalu berkata, " Begini Paklik. Sampeyan pengen hajinya nanti Sah apa tidak. Karena petugas yang didepan ini adalah petugas yang membuatkan cap hajinya seseorang itu sah apa tidak. Kalau sudah dicap berarti sah. Kalau belum ada capnya berarti belum sah. Kalau sampeyan ingin hajinya Sah, itu Paspornya serahkan. Sebentar saja. Setelah dicap nanti dibalikin lagi. Nanti sampeyan liat sudah ada tulisan Arab di situ. Tandanya sampeyan Sah sebagai jamaah Haji."

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Kiai pembimbingnya mata Matholeh langsung berbinar-binar. "Kenapa Pak Kiai tidak bilang dari kemaren kemaren. Kalau tau begitu kan nggak perlu panjang panjang urusannya. Biar haji saya langsung Sah, Pak Kiai."

Mujarab! Matholeh langsung menyerahkan Paspor ke petugas. Petugas imigrasinya daripada pusing lagi langsung ngecap itu Paspor dan membiarkan Matholeh pergi melenggang. Tentu saja sambil geleng-geleng kepala: kok ono model jamaah ngene iki. Sementara Matholeh juga langsung membuka paspornya dan ngecek cap di dalamnya. Dan betapa senangnya Matholeh ketika melihat ada tulisan Arab sudah tercap di halaman dalam paspornya. Dia bahagia karena hajinya berarti sudah dipastikan Sah oleh petugas.

Sampai di Mekkah keyakinan Matholeh semakin menguat. Mengapa? Ketika ia masuk Masjidil Haram dan melakukan thawaf, hampir semua askar yang dilewatinya selalu berkata "haji, haji, haji, thoriq, thoriq, thoriq," sambil menunjukkan arah jalan. Dipanggil haji berkali-kali oleh petugas tentu saja membuat hati Matholeh semakin berbunga-bunga. Dalam batinnya dia bergumam, ternyata benar kata Kiai Daris, kalau paspornya sudah di-thok maka hajinya sudah Sah. Pantas saja semua Askar memanggilnya Haji, Haji.

Berkali-kali dia mengucapkan alhamdulillah. Bersyukur bisa berangkat haji tahun ini dan langsung Sah. Dia membayangkan kalau nanti p**ang ke kampungnya semua orang akan memanggilnya Pak Haji Matholeh.

"Tidak sia-sia aku jual dua ekor sapi untuk biaya haji ini. Langsung Sah. Di sini saja semua orang Arab sudah memanggilku haji, haji, haji. Apalagi nanti kalau sudah balik ke Madura. Kalau ada yang tidak memanggilku haji maka akan kutunjukkan paspor ku dan video video selama di Mekah yang semua petugasnya memanggilku haji, haji..." gumamnya.

Begitulah salah satu kisah di buku ini.
Keluguan sekaligus kecerdasan Orang Madura mengumpul dalam satu jiwa.

Masih ada dua puluh cerita lucu lainnya tentang orang Madura berangkat haji atau umroh di buku ini. Kita boleh membacanya dari halaman mana saja. Karena tiap cerita beda-beda tokohnya. Sebagai hiburan di saat Ramadhan inilah buku yang paling pas menemani kita menunggu saatnya berbuka.

Kapan-kapan saya akan ceritakan semua kisah dalam buku ini kepada sahabat-sahabat saya Juragan Fathur IPunks Eko Dwi Handono Dwisa Putro Asep Hermansah Faqin Haikal Aris Tiono Rangga Ichwana Munggaran Andri Doni Deni Tambayong Herman P Bakara Davied Vier Edi Mulyono Hazinin Nadzif dllll yang sempat ngopi bareng

Bukber Klatak University
18/02/2026

Bukber Klatak University

KULIAH KLATAK UNIVERSITY NANTI MALAMMenyambut grand launching kafe Kopi Kadirojo malam nanti tempat nongkrong baru uji a...
30/12/2025

KULIAH KLATAK UNIVERSITY NANTI MALAM

Menyambut grand launching kafe Kopi Kadirojo malam nanti tempat nongkrong baru uji akan diramaikan dengan acara kuliah umum akhir tahun Kampus Klatak University.

Tidak tanggung-tanggung kita akan hadirkan tiga dosen tamu yang kapabilitas dan kompetensinya tidak kaleng-kaleng.

Pertama tentu saja Om dari Direktur Yayasan yang sedang melambung namanya seantero tanah air gara-gara siswanya masuk dalam 100 peserta terbaik lomba robotik di kompetisi internasional NASA di Texas. Sembilan siswa SMA PraXis baru saja p**ang dari Amerika dengan Piagam di tangan yang membanggakan sekolahnya.

Kedua, ini dosen baru yang memang baru pertama kalinya hadir di Klatak University; Om Riyad. Sosok yang aktif di KaDiN Yogya ini sudah malang melintang di dunia bisnis. Networkingnya juga nasional. Banyak tokoh pengusaha nasional yang kalau ke Yogya pasti mampir ke kantornya. Tentu saja akan banyak hal yang bisa diulik dari perjalanan bisnis beliau.

Ketiga, pebisnis industri kreatif dari Jakarta yang sedang liburan di Yogya. Malam kan waktunya free. Jadi kita culik saja untuk hadir di Kampus Klatak University untuk berbagi pengalamannya terutama bagaimana terus bisa surviv di industri kreatif. Terutama di Jakarta yang tentu saja sangat sengit kompetisinya.

Maka, jangan lewatkan acara kuliah Klatak akhir tahun ini. Sempatkan hadir. Dari sekarang kumpulkan pertanyaan apa saja yang sekiranya bisa dilontarkan. Semakin banyak pertanyaan makin bagus. Forum akan hidup dan seru serta menaburkan banyak wawasan baru.

Sampai ketemu nanti malam di kafe





SENJA GURAU DI KEBON PENGGING..Kebanyakan orang di negeri ini melihat sosok itu bisanya dari satu sisi saja. Sisi yang t...
27/12/2025

SENJA GURAU DI KEBON PENGGING..

Kebanyakan orang di negeri ini melihat sosok itu bisanya dari satu sisi saja. Sisi yang tampak di depan publik atau di pemberitaan media atau di medsosnya.

Begitu p**a kebanyakan orang ketika disuruh menilai sosok seorang Anies Baswedan. Kebanyakan juga akan berpikir dan menilai Anies adalah sosok yang serius, intelektual, formal, dan setaranya.

Padahal, tidaklah demikian yang terjadi sesungguhnya. Setiap manusia itu sebenarnya hidup dalam dua sisi kehidupan. Saat formal dan nonformal. Dan kebetulan saja yang sampai informasinya ke masyarakat tentang sosok Anies Baswedan adalah yang formal, yang kebanyakan dikutip oleh media. Padahal, sebenarnya ya ia bisa adaptif. Bersikap fleksibel sesuai dengan situasi kondisi forumnya. Formal serius bisa, santai penuh gojegan juga bisa. Wong aslinya dia juga manusia biasa juga kan...

Itu terbukti saat senja di Kebon Pengging kemaren ketika om Iving A. Chevny mengadakan acara kumpul mantan aktivis UGM dengan acara utama sikat Kambing Guling dan pesta Durian Boyolali. Yang mengundang khusus Anies Baswedan untuk bergabung dan bernostalgia tentang kampus dan masa lalu.

Sepanjang acara isinya cuma cekakakan. Hanya sepuluh persennya saja yang serius. Anies keliahatan betul sangat humanis. Bisa melucu karena punya banyak cerita lucu. Mungkin saja selama ini tidak ada forumnya. Jadi, saat di Kebon Pengging kelucuan-kelucuan itu keluar semua.

Kebetulan saya diberi jatah enam kursi untuk membawa pasukan Klatak University. Ada yang alumni UGM ada yang anak dan cucu kampus UGM (karena UNY dan UPN itu dulunya akarnya juga berbau kampus UGM). Berangkatkan saya bersama Dwi Handono Dwisa Putro Davied Hermansah Bobby Zulfikar dan Hazinin Nadzif

"Hei, apa kabar Pak Rektor? Sehat dan tetap gembira toh, " ujarnya saat turun dari mobil dan masuk dari pintu belakang Kebon Pengging. Sapaan Rektor itu selalu dia ucapkan ketika kami bertemu. Padahal, bingung juga kan siapa yang sebenarnya pernah jadi Rektor. Saya memang sampai hari ini masih menjabat Rektor Klatak University. Beliau memang pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina.

Bedanya kampus Paramadina jelas di mana letaknya. Kalau kampus Klatak University? Saya bilang semua tempat dan hamparan bumi ini adalah kampusnya mahasiswa Klatak University karena syarat menjadi mahasiswa kampus saya menang hanya cukup dengan punya Paspor.

Ada cerita lucu memang. Suatu kali beliau lagi di Yogya. Pengennya memberi kejutan dengan sidak langsung ke kampus Klatak Univeristy. Dicarilah di GMap lokasi kampus itu. Ya jelas nggak akan ketemu. Lalu, berteleponlah dia ke om IVing: iki kampuse neng endi Klatak Univeristy aku meh mrono? Ya jelas, om IVing langsung ketawa ngakak: dia itu kampuse di sembarang tempat: di hotel-hotel, di rumah-rumah temannya, di kota-kota lain di Indonesia, di negara-negara lain yang dia mau! Absurd bukan?

Nah, humanisnya Anies Baswedan itu senja kemaren benar-benat dirasakan oleh teman-teman Klatak Universitu. Dia mau duduk di mana saja. Mau berbicara yang ringan-ringan bahkan lucu-kucu. Bahkan mau makan semeja juga sama anak-anak Klatak ini. Hampir sejam bersenja gurau tentang hal yang tak serius tapi bikin endorphin dan dopamin naik. Tentu saja, humor yang keluar tetap hunor yang cerdas. Bukan kelucuan receh yang tak bermakna apa-apa.

Gara-gara senja gurau bersama itulah teman-teman kampus Klatak University bisa tertawa terpingkal-pingkal. Hanya dalam jarak satu meter saja dari sosok yang oleh ratusan juta orang Indonesia iti hanya bisa dilihat di layar teve atau layar ponsel. Ini bener-bener semeja, saling tempat candaan, dan ketawan bersama.

Mereka jadi tahu sisi lain dari seorang Anies Baswedan. Nggak seratus persen serius dan firnal kok. Hari ini justru berbalik seratus delapan puluh derajat dari kesan itu. Santai, lucu, gaul, dan tak berjarak. Sangat membumi.

Saya bilang ke teman-teman Klatak University, aslinya ya begitulah seorang Anies Baswedan. Kalau di panggung memang harus seerius mungkin karena aturan mainnya begitu. Tapi kalau sudah bermasyarakat ya dia akan menjadi dirinya sendiri yang lengkap. Yang manusia alias humanies. Wong rumahnya saja, baik yang di Yogya maupun di Jakarta, letaknya di dalam kampung kok. Yang tidak berpagar. Yang tidak ada sekat sosial dengan tetangganya. Bahkan pendoponya sering dipakai oleh karang taruna atau ibu-ibu posyandu kampung Lebak Bulus. Halaman rumahnya juga sering dipakai untuk putar balik mobil orang kampung atau jika ada mobil berpapasan dan salah satu harus minggir dulu supaya mobil bisa lewat. Kenapa nggap membumi dan merakyat?

MEMBACA MENYENANGKANBanyak orang gagal membaca buku bukan karena malas, tapi karena salah strategi. Mereka memaksa diri ...
01/11/2025

MEMBACA MENYENANGKAN

Banyak orang gagal membaca buku bukan karena malas, tapi karena salah strategi. Mereka memaksa diri membaca seperti sedang lomba maraton, bukan menikmati perjalanan. Padahal otak manusia tidak dirancang untuk menelan informasi tanpa jeda. Yang membuat seseorang bertahan membaca bukan kedisiplinan semata, tapi rasa terhubung dengan isi buku.

Fakta menariknya, riset dari University of Sussex menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit sehari sudah bisa menurunkan stres hingga 68 persen. Artinya, membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tapi juga terapi mental. Namun, untuk bisa menjadikannya kebiasaan, seseorang perlu tahu cara menumbuhkan rasa senang, bukan hanya kewajiban. Karena kebiasaan yang bertahan lama lahir bukan dari paksaan, melainkan dari kenikmatan kecil yang konsisten.

1. Mulai dari Buku yang Kamu Butuh, Bukan yang Kamu Rasa Harus Baca

Banyak orang berhenti membaca karena terjebak dalam gengsi intelektual. Mereka memilih buku “berat” agar terlihat cerdas, bukan karena benar-benar ingin tahu. Akibatnya, membaca jadi terasa seperti hukuman. Padahal buku yang tepat bukan yang paling sulit, melainkan yang paling relevan dengan hidupmu saat ini.

Ambil contoh seseorang yang sedang bingung soal arah karier. Ia mencoba membaca filsafat klasik tapi tak kunjung selesai. Namun begitu menemukan buku tentang makna kerja modern, ia tiba-tiba bisa membaca berjam-jam tanpa sadar. Otak kita bekerja dengan rasa ingin tahu yang hidup, bukan dengan paksaan. Di LogikaFilsuf, topik seperti ini sering dikupas secara eksklusif untuk membantu pembaca memahami cara kerja motivasi dalam membaca agar tidak sekadar disiplin, tapi juga penuh makna.

2. Baca Sedikit Tapi Rutin, Bukan Banyak Sekali Lalu Lelah

Kebiasaan terbentuk bukan dari durasi panjang, melainkan dari frekuensi yang konsisten. Membaca 10 menit setiap hari lebih efektif daripada 2 jam di akhir pekan. Otak lebih mudah membangun asosiasi positif dengan aktivitas yang ringan tapi rutin dibanding yang berat dan jarang dilakukan.

Contohnya, seseorang yang menyiapkan waktu membaca tiap pagi sebelum membuka ponsel, lama-lama merasa aneh kalau tidak melakukannya. Rutinitas kecil ini memperkuat identitas diri: “Aku adalah orang yang membaca.” Dari identitas itu lahir kebiasaan alami. Seperti menyikat gigi, membaca pun bisa jadi bagian dari ritme hidup tanpa terasa membebani.

3. Ubah Tempat Membaca Jadi Ruang Ritual, Bukan Sekadar Sudut Kosong

Ruang memengaruhi fokus. Ketika kamu membaca di tempat yang berantakan atau penuh distraksi, otak sulit memisahkan antara kegiatan produktif dan santai. Membuat ruang baca kecil—meski hanya pojok meja—bisa memberi sinyal bahwa otak siap masuk mode reflektif.

Misalnya, menyiapkan secangkir kopi dan cahaya lembut di sore hari sambil membaca dua halaman buku bisa menjadi ritual yang dinantikan. Ritme yang konsisten seperti ini menciptakan kenikmatan tersendiri. Saat membaca berubah menjadi momen yang disakralkan, kamu tidak lagi merasa terpaksa, tapi justru merasa kehilangan jika melewatkannya.

4. Jangan Kejar Halaman, Kejar Pemahaman

Membaca cepat sering kali membuat otak kenyang tapi tidak paham. Kita merasa puas karena banyak halaman, tapi kosong makna. Padahal yang membuat membaca menyenangkan justru momen ketika kita merasa “klik” dengan ide tertentu. Rasa paham itulah yang memberi dopamin, bukan jumlah halaman yang dicapai.

Misalnya, saat menemukan kalimat yang terasa “ngena” dan kamu berhenti sejenak untuk merenung, itu tanda kamu sedang membaca dengan sadar. Beri ruang untuk momen itu. Nikmati jeda berpikir. Buku bukan lomba kecepatan, melainkan percakapan yang tenang dengan pikiran orang lain.

5. Ganti Ekspektasi “Harus Selesai” dengan “Harus Menikmati”

Banyak pembaca merasa gagal karena tidak bisa menuntaskan buku. Padahal tidak semua buku memang harus selesai. Kadang yang kamu butuhkan hanyalah satu bab yang mengubah perspektif. Dengan menurunkan ekspektasi dari “selesai” menjadi “menikmati”, membaca terasa lebih ringan dan otak tidak merasa terbebani.

Sebagai contoh, membaca satu esai inspiratif di malam hari bisa lebih bermakna daripada memaksakan lima bab tanpa makna. Membaca seharusnya seperti ngobrol dengan pikiran yang kamu sukai: datang, dengarkan, ambil yang penting, lalu pergi dengan perasaan lebih hidup.

6. Jadikan Membaca sebagai Pelarian yang Menenangkan, Bukan Tugas yang Melelahkan

Jika membaca terasa seperti beban, artinya kamu kehilangan konteks emosionalnya. Buku yang baik bisa menjadi tempat p**ang, bukan sekadar sumber ilmu. Saat hari terasa berat, membuka beberapa halaman buku favorit bisa memberi rasa teduh yang tidak kamu temukan di media sosial.

Contohnya, banyak orang merasa tenang setelah membaca paragraf pendek yang menyentuh sisi manusiawinya. Karena itu, penting memilih bacaan yang tidak hanya mengisi kepala, tapi juga menenangkan hati. Membaca tidak harus selalu produktif. Kadang, justru di saat kita membaca tanpa tujuan apa pun, ide terbaik muncul tanpa dipaksa.

7. Temukan Komunitas atau Ruang Refleksi untuk Membaca Bersama

Kebiasaan akan lebih bertahan jika ada ruang berbagi. Ketika kamu bisa mendiskusikan isi buku dengan orang lain, otak akan memperkuat ingatannya melalui proses sosial. Cerita yang dibahas ulang lebih mudah diingat dibanding yang hanya dibaca diam-diam.

Misalnya, bergabung dalam komunitas kecil pembaca atau mengikuti ruang reflektif seperti yang dibahas di LogikaFilsuf, bisa menyalakan kembali semangat membaca. Karena di sana, membaca tidak hanya tentang isi buku, tapi tentang makna hidup yang terkandung di dalamnya. Dan dalam percakapan itulah, kesadaran baru sering tumbuh tanpa disadari.

Membaca setiap hari tanpa bosan bukan soal disiplin keras, tapi soal menemukan ritme yang sesuai dengan diri sendiri. Ketika membaca berubah dari kewajiban menjadi kebutuhan, kamu tidak akan berhenti hanya karena sibuk. Kamu berhenti hanya kalau kehilangan rasa ingin tahu. Ceritakan di kolom komentar buku apa yang paling membuatmu betah membacanya akhir-akhir ini, dan bagikan tulisan ini agar lebih banyak orang tahu: kebiasaan membaca bukan lahir dari niat besar, tapi dari kenikmatan kecil yang dilakukan berulang kali. (logika Filsuf) *

Memeluk Pohon Memeluk EmpusSebenarnya sudah lama dua kebiasaan ini saya lakukan. Ada yang sempat diabadikan dengan kamer...
23/10/2025

Memeluk Pohon Memeluk Empus

Sebenarnya sudah lama dua kebiasaan ini saya lakukan. Ada yang sempat diabadikan dengan kamera tapi lebih banyak yang dilakukan begitu saja.

Ya, yang pertama memeluk pohon saat pagi hari, saat sinarnya belum memanas. Cukup 2-3 menit. Lebih lama lebih bagus sebenarnya. Tapi, intinya lebih sering memeluk pohon lebih bagus. Risetnya banyak sekali soal itu, silakan cari sendiri apa saja manfaatnya bagi tubuh dan kesehatan jiwa. Berjibun datanya.

Seraya memeluk saya juga berbicara perlahan pada pohon ini. Mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya karena setiap hari telah memberikan oksigen yang cukup untuk hidup hingga tetap sehat sampai hari ini. Sampai segitunya? Iyalah. Kan pohon juga makhluk hidup, ia bisa berkomunikasi dan karenanya so pasti dia bisa mendengar ucapan kita. Saya percaya itu karena alQuran pun mengisyaratkan nya di Al-isra 44.

Lalu yang kedua, ketika singgah di negara mana pun, saat berada di taman atau lagi minum di kafe, saya sering clingak clinguk cari Empus yang tiba-tiba saja berkeliaran di sekitar. Saya dekati, saya elus, kemudian saya gendong dan dekap di dada

Kucing itu hewan kesayangan Abu Hurairah. Dan Rasulullah ikut senang dengan hobi sang sahabat ini. Tapi yang lebih penting adalah kucing juga bisa membantu kita grounding, selain pohon tadi. Frekuensi lemah atau vibrasi negatif yang sempat mampir atau melekat di tubuh bisa langsung dinetralisir oleh si Oyen atau si Black. Otomatis. Karenanya, jika muncul perasaan happy atau bahagia, memang begitulah alamiahnya. Penelitian soal frekuensi kucing dan apa manfaatnya buat manusia ini juga banyak sekali risetnya. Tinggal baca aja. Banyak riset dari kampus dalam maupun luar negeri.

Berterimakasih pada pohon, berterimakasih pada Empus adalah bagian dari cara untuk menyehatkan jiwa dan menjaga kesehatan mental kita. Apapun hal buruk terjadi, segalau apapun yang menyelimuti pikiran, saat kita sudah memeluk pohon atau memeluk Empus seketika saja ketenangan datang menyergap ke dalam tubuh dan jiwa. Aliran energi seolah sangat cepat berputar bersama kedua media yang juga makhluk Tuhan itu. Banyak penelitian menjelaskan betapa stres dan depresi begitu mudah dikendalikan lewat tetapi peluk pohon dan peluk kucing ini.

Oh iya, kaki sebaiknya telanjang saat melakukannya. Agar putaran energi dari tubuh ke tanah alias proses grounding berlangsung sempurna

Foto pertama, bicara sama si Black saat ngopi di Interlaken Swiss. Foto kedua, memeluk pohon Sakura saat kelayapan di Osaka Jepang.

Selamat Hari Kucing se-Dunia, tepatnya 16 Oktober!

UMROH SANTAI GAYA TRAVELERSetiap awal tahun komunitas KlaTaK University selalu bikin program Umroh Backpacker Entreprene...
05/09/2025

UMROH SANTAI GAYA TRAVELER

Setiap awal tahun komunitas KlaTaK University selalu bikin program Umroh Backpacker Entrepreneur. Pesertanya boleh siapa saja. Terutama yang bosen dengan gaya umroh yang monoton alias itu-itu saja rutenya

Makanya program Umroh Backpacker ala Kampus Klatak University ini selalu mengambil rute yang berbeda-beda setiap tahunnya. Kadang ke Turki dulu tiga hari, kadang ke Mesir dia hari, kadang ke Yordan dan Palestina lima hari. Dan seterusnya.

Nah yang awal tahun 2026 besok rutenya kita lempar jauh ke utara. Ke Hainan, China. Salah satu distrik di negara China yang banyak sekali komunitas muslimnya. Dan tentu saja rata-rata menu makanannya halal.

Hainan? Ya ini rute paling baru. Antimainstream memang. Tapi yang unik atau aneh kita malah jadi target kita. Karena selalu menimbulkan rasa penasaran. Dan rasa penasaran itu hanya bisa terjawab jika kita sudah tahu sendiri faktanya. Yang artinya, kita harus mengunjungi sendiri tempat itu supaya tahu yang sebenarnya fakta apa saja yang dilihat dengan mata kepala sendiri.

Kabar buruknya, slot untuk umroh besok tinggal 5 seat saja. Silakan yang mau gabung! Cukup Depe dulu lima juga. Pendaftaran terakhir minggu depan. Pas tanggal 17 September. Silakan isi nama dan kota di kolom komentar. Jangan lupa cek paspornya. Pastikan masa lama masa aktifnya.
........
Daftar Peserta Yang Sudah Fix
Umroh ENTREPRENEUR 2026

Tinggal 6 Seat ya Gaes..

1 # Among Kurnia Ebo (Yogya)
2 # Deni Tambayong (Bogor)
3 # Tony Hardiyanto (Bojonegoro)
4 # Moch Nur Rochman (Malang)
5 # Faried Astra ( Banten )

6 # Amir Fatah Fatchurrohman (Yogya)
7 # Desi Rahmawati ( Yogya)
8 # Faradis Fafan (Cilacap) *
9 # Dwi Handono (Gunungkidul)
10 # Putri Dwi At (Gunungkidul)

11 # Budhi Widarta (Surabaya)
12 # Eka Wiji Laksana (Magelang)
13 # Dian Puspitasari (Magelang)
14 # Baas Aulady ( Jakarta)
15 # A Mazaky (Jombang)

16 # Fika Puspitasari (Yogya)
17 # Karyawan RK Studio1
18 # Karyawan RK Studio 2
19 # Wawan Dewo (Yogya)
20 # Pandu Pandu Sasmita (Bogor)

21 # Mohamad Irfan Bogor
22 # Abdul Aziz (Yogya)
23 # Dian Apriliani Aziz (Yogya)
24 #. AK Ajisoko (Lamongan)
25 # Mega Laily (Lamongan)

26 # Sejati Flora 01 (Surabaya)
27 # Sejati Flora 02 (Surabaya)
28 # Sejati Flora 03 (Surabaya)
29 # Sejati Flora 04 (Surabaya)
30 # Anisya Cahya (Serang)

31 # Aris W ( Sedang)
32 # Putri Amalia S (Balikpapan)
33 # Alya Putri P (Yogya)
34 # Arga Jaga R (Yogya)
35 # Baas Aulady ( Padang )

36 # .....
37 # .....
38 # ....
39 # .....
40 # .....

Informasi Penting;
___

* DP sampai 17 September Rp 5 jt
BCA : 037 292 7800 an Among K Ebo

* Pembayaran Kedua:
Rp 10 jt .
Awal Oktober

* Pelunasan awal-tengah Nopember

Info wa 0857 3388 5555

----- Cek Masa Kadaluarsa Paspor
............

20/08/2025

UMROH BACKPACKER ENTREPRENEUR 2026

Komunitas Klatak University kembali akan mengadakan program Umroh Gaya Backpacker pada 10-21 Januari 2026.

Perjalanan akan dimulai dari Bandara Soetta menuju Hainan, China. Kita backpackeran dulu di distrik China yang mayoritas masyarakatnya muslim dan terkenal dengan masakan Ayam Hainan ini.

Setelah itu baru terbang ke Jedah lanjut Madinah. Di Madinah kita akan sempatkan satu hari ke kota terkutuk Mada'in Saleh khususnya di al-Ula. Baru setahun ini kawasan Al-Ula dibuka untuk wisatawan.

Saat di Mekkah sehabis Umroh Wajib jamaah diajak ke kota dingin Thaif. Kemudian jamaah diberi program tentatif yakni Tadabur Malam di Padang Arafah. Setelah selesai acara jamaah balik ke hotel. Yang muda-muda yang punya ekstra tenaga pada jam 2 dinihari diajak melakukan pendakian Goa Hiro. Salat Subuh di pelataran goa baru sehabis fajar turun gunung untuk balik ke hotel dan sarapan pagi.

Ada yang mau gabung??? Info lengkapnya di 0857 3388 5555 dan pendaftaran akan ditutup akhir Agustus. Cukup Depe lima juta saja. Selanjutnya diselesaikan dengan waktu se fleksibel mungkin. Cek kanal YouTube Travelebo untuk mendengar testimoni peserta umroh backpacker 1-7 sejak tahun 2012 yang lalu. Hanya setahun sekali. Hanya berhenti saat pandemi.

KELUYURAN DAN KULINERAN SAAT BACKPACKER UMROH ENTREPRENEURINamanya saja Umroh Backpacker, otomatis model dan gayanya ber...
19/08/2025

KELUYURAN DAN KULINERAN SAAT
BACKPACKER UMROH ENTREPRENEURI

Namanya saja Umroh Backpacker, otomatis model dan gayanya berbeda. Selain ada jadwal baku, ada p**a waktu-waktu yang dibebaskan kepada peserta untuk mengeksplor sendiri kota yang dikunjungi atau bisa juga bersepakat untuk bikin eksplor kegiatan apa. Bedanya lagi, mayoritas pesertanya adalah para pengusaha dari berbagai daerah sehingga sepanjang perjalanan bisa saling tukar ilmu dan informasi apa pun.
........

Saat rombongan Umroh Backpacker tahun lalu sampai di Mekah dan sudah selesai menunaikan Umroh (umroh yang pertama bareng-bareng) maka besoknya akan ditawarkan beberapa alternatif. Macam-macam alternatifnya.

Misalnya yang ingin setiap hari umroh, kita pandu untuk bisa menyelesaikannya. Besok dan besoknya dipersilakan umroh yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Sehari dua kali juga boleh kalau masih kuat staminanya. Kalau nggak kuat, ya thawaf saja setiap sehabis shalat wajib, lebih sempel. Dan memang sunahnya begitu. Umrohnya sekali aja. Banyakin dan zikir atau berdoanya. Atau ikut saya eksplorasi ke tempat-tempat yang unik atau bersejarah.

Toh Nabi Muhammad sendiri sepanjang hidupnya hanya melakulan satu kali dan melakukan tiga kali saja. Ada yang menyebutnya empat kali. Tapi kalau thawaf berkali-kali memang.Habis shalat langsung thawaf, bisa sekaligus cium Hajar Aswad jika memungkinkan. Apalagi ibadah Haji dan Umroh adalah ibadah fisik yang memang tidak ada secara khusus doa-doanya. Dipersilakan setiap orang menggumamkan doa-doanya sendiri. Bebas dan sah! Berdoa pakai Bahasa Jawa juga sah.

Jadi, sebetulnya ada banyak waktu untuk membuat variasi kegiatan selama menjalani prosesi ibadah umroh itu. Yang penting tahu kondisi badan dan kebugarannya. Kalau memang nggak fit dan capek banget tak perlu dipaksakan umroh setiap hari dengan start dari Tan'im. Harus pandai-pandai menjaga kebugaran fisik kalau mau ngoyo setiap hari umroh.
.....

Nah ada kebiasaan di dua hari terakhir saat di yang saya tawarkan ke peserta. Yakni keluyuran dan kulineran. Waktunya bisa disepakati bersama. Misalnya sehabis shalat Isyak.
Malam terakhir di Madinah adalah malam acara bebas bagi peserta rombongan Umroh Backpacker. Mereka boleh bikin acara sendiri-sendiri.

Maka biasanya saya bersama peserta lainnya yang tidak capek meluncurlah ke komplek bin Rabbah. Naik taksi sekitar 10 menit saja. Nggak sampe seratus ribu rupiah. Sebetulnya jalan kaki dari masjid Nabawi juga bisa sambil menikmati suasana malam. Tapi kan banyak yang capek habis semalaman kemaren ngantre di Raudhoh dan lanjut salat tahajud. Jadi lebih praktis naik taksi saja. Yang ikutan juga nggak banyak.

Memangnya ada apa di Taman Kuliner komplek masjid Bilal bin Rabbah? Macam-macam sebenarnya ada di sana. Mau nasi kebuli, nasi mandi, nasi biryani, kebab, dan lain-lain semuanya ada. Mau ngopi juga oke. Di sanalah surganya kuliner berada. Bercampur baur dengan berbagai orang dari berbagai bangsa.

Tapi yang menarik perhatian kami adalah sate kambing muda dan spesialis kepala kambing bakar. Ini ada di beberapa warung di pujaseranya. Kalau orang setempat menamakannya Pasar Kuliner.

Maka kita pesanlah dua porsi kepala kambing kepruk. Entah gimana cara masaknya, kepala kambing itu bisa dibakar mulus begitu. Tapi otaknya masih bulat . Matanya juga masih utuh. Telinganya juga masih nampak utuh. Tapi empuk semua.

Gimana rasanya?
Hemmmm, laziz banget dah. Tak terkira. Gurih ada asin-asinnya. Tapi begitu dimakan pake cabe ijo yang gede bentuknya itu maka lezatnya langsung terasa menggoyang lidah. Sehabis puas menikmati kepala kambing kami mampir ke pedagang kaki lima di ujung taman. Membeli Ihram. Murah meriah hanya dua ratus ribuan saja. Komplit atas bawah. Beli di Madinah nanti pas p**ang tinggal ditaruh di kamar hotel. Ditinggal aja biar tahun depan dan depannya lagi bisa ditarik lagi ke Mekah. Itu kebiasaan saya.

Beginilah enaknya Umroh backpacker. Segalanya kita atur sendiri. Suka-suka. Sampai cari makan apa yang asik atau unik kita cari sendiri. Biar makannya nggak itu-itu saja. Tetapi kita selalu menemukan hal yang baru sebagai oleh-oleh cerita yang berbeda saat di Madinah atau Makah.

Jadi, jika nanti ada yang berkesempatan umroh, manfaatkanlah satu malam saat di Madinah untuk mengeksplore taman kuliner di seputaran masjid Bilal bin Rabbah.

Jadi perjalanan umroh akan memberikan banyak cerita seperti pelangi. Ada cerita spiritualnya, ada cerita kulinernya, ada cerita belanjanya, ada cerita-cerita unik lainnya. Bikinlah perjalanan ibadah Anda menjadi jauh lebih berwarna. Jauh lebih memberi wawasan kepala dan batin kita.
.......

Udah, gitu sajasaja cerita tentang Madinah.
Sementara si Mekah kita melanjutkan petualangan umroh ini dengan bikin acara (M)Alam di Padang . Kita akan duduk melingkar di atas karpet di arafah dari mulai habis asar hingga habis isyak. Diisi dengan kajian-kajian kehidupan. Hingga azan Maghrib tiba, break sebentar. Lanjut acara berbagi cerita bersama sehabis salat isyak dan akhirnya ditutup dengan makan malam nasi mandi yang digeber di atas tampah besar.

Mengapa ada tardbur malam Padang Arafah? Karena bagi peserta yang belum pernah berhaji agar bisa ikut merasakan aura dan energi orang berhaji. Seolah sedang bermalam di Mina dan menjelang Wukuf di Arafah.

Merasakan dulu. Lalu mengimajinasikannya. Kemudian berdoa bersama. Saling mendoakan agar bisa segera mendapatkan panggilan untuk berhaji. Menguatkan atau sama lain secara batiniah dan spiritual. Entah lewat cara yang mana yang penting panjatkan doanya dulu. Soal cara dan uangnya biarlah Allah SWT yang mencarikan jalan yang tepat dan selamat.

Balik dari Padang Arafah, tiba di hotel yang tua-tua dan emak-emak langsung masuk kamar dan tidur. Yang muda-muda minta agenda selanjutnya. Pendakian ke Goa Hiro. Jam 24.00 kita berangkat naik taksi. Patuangan. Murah meriah. Hanya sekitar 20 menit perjalanan kalau malam. Tak ada kemacetan.

Pendakian ke Puncak memakan waktu satu sampai dua jam. Tergantung lama tidaknya berhenti di pos pemberhentian dua dan tiga. Membawa sebotol Aqua akan sangat membantu. Meskipun di puncak JabalNur juga banyak orang Badui yang menjual air kemasan, indomie, kurma, dan camilan yang lain

Suasana yang ditunggu bukan hanya besok pagi saat setiap orang bisa masuk ke Goa Hiro. Tapi fajar menjelang Subuh juga menjadi pemandangan yang sangat luar biasa. Apalagi pas Subuhnya. Ketika azan bergema dari semua sisi bawah gunung. Bikin merinding bulu kuduk. Sementara dari puncak Jabal Nur jam Gadang Masjidil Haram tampak dengan jelas. Indah. Dan baru memudar ketika cahaya matahari sudah memancar terang.

Saat matahari sudah terang itulah saat kita harus menunaikan Shalat Dhuha. Sehabis salat kita turun lagi ke bawah. Lebih cepat lagi tentunya waktu tempuhnya. Sampai bawah langsung cegat Taksi minta antar ke hotel. Saatnya sarapan pagi dengan gembira ria....

Buat sebagian peserta inilah pengalaman yang tak terlupakan dan sangat berkesan mendalam
Malam di Puncak Goa Giro. Tempat di mana Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya. Tak terbayangkan bagimana dulu Khadijah dan stafnya setiap hari naik turun gunung untuk mengantarkan makanan. Selama berbulan-bulan. Sampai turunnya wahyu pertama: Iqra!
..... _________ .........

UMROH BACKPACKER SELANJUTNYA
Awal Tahun 10-21 Januari 2026

Rutenya: HAINANI, JEDAH, MADINAH, MEKAH

Info terakhir, hanya tersisa 7 seat saja.
Caranya: Cukup poto dan
Transfer DP Ro 5 juta ke Rekening
nomor 037 292 7800 an Among Kurnia Ebo.
Agar seat aman dulu.

Kapan pelunasan? Nanti pas awal Nopember. Saat kita mulai harus mengurus Visa Umroh, Nusuk, pembayaran hotel dan bus, surat mahram, dan lain lain. Yang paling utama justru tiket ini. Karena kalau tiketnya sudah aman maka yang lain-lainnya akan lebih muda diselesaikan...

____________________

UMROH BACKPACKER LAGI YUK
Masih Tersisa 5 seat...

Transfer Depe Rp 5.00.000,-
Ke BCA 037 292 7800

AN among kurnia ebo

RUTENYA:
Hainan China
Madinah 3,5 Hari
Mekah 5 Hari
Jakarta

Start Jakarta 10 Januari 2026 Jam 17.00 WiB
Mendarat Jakarta 21 Januari 2026 Jam 00.00

Yuukk, paspornya mana....?
Pelunasan Juta nanti pas penyerahan Paspor Asli pada Nopember 2026

Address

Jalan Waru 73 Sambilegi
Yogyakarta City
55282

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Among Kurnia Ebo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Among Kurnia Ebo:

Share

Category