Among Kurnia Ebo

Among Kurnia Ebo Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta.

HAJI SAHMembaca  buku yang lucu adalah salah satu cara menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa. Dan buku lucu ya...
23/02/2026

HAJI SAH

Membaca buku yang lucu adalah salah satu cara menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa. Dan buku lucu yang saya baca beberapa hari ini adalah Orang Madura Naik Haji.

Mendengar kata Madura saja mungkin sebagian dari kita pasti langsung tersenyum tipis. Iki mesti lucu iki. Dan memang begitulah adanya. Ini bukan buku berat. Ini buku ringan. Tapi pelajarannya yang kelas berat. Kelucuan kadang menyelamatkan.

Alkisah, seorang jamaah dari Madura ikut manasik. Salah satu yang diacamkan benar dari petuah pembimbingnya adalah "paspor itu harus melekat diri kita. Itulah separuh nyawa kita. Jadi, kalau ada orang yang meminta paspor kita, jangan pernah dikasihkan. Itu akan membuat bapak ibu repot. Kalau hilang akan membuat rumit. Bahkan bapak ibu tidak bisa balik ke Indonesia. Panjang urusannya. "

Tibalah saatnya jamaah mendarat di bandara Jeddah. Tentu saja setiap orang harus melewati imigrasi. Kalau pas berangkat di bandara Soetta paspor diatur semua oleh travel, maka saat masuk Saudi Arabia masing-masing orang harus berhadapan langsung dengan petugas imigrasi sendiri-sendiri.

Tibalah Matholeh dapat giliran menghadap petugas. Paspor, kata petugas. "Nggak bisa, " kata Matholeh. Matholeh selalu ingat pesan saat manasik, jangan biarkan siapapun meminta paspormu. Petugas sampai kebingungan karena berkali-kali diminta paspornya Matholeh tak mau menyerahkan. Di kepala Matholeh petugas imigrasi ini adalah orang jahat yang akan mempersulit hidupnya. Bahkan mau mempermainkan nyawanya.

Melihat keributan di depan, pembimbing mendekat dan bertanya ada masalah apa ke petugas imigrasi. Sejenak mereka berdua berbicara. Dan kemudian pembimbing menggangguk-angguk dan berjanji akan membereskan masalah ini dalam satu menit.

Haji Daris sang pembimbing langsung balik badan menuju Matholeh. Lalu berkata, " Begini Paklik. Sampeyan pengen hajinya nanti Sah apa tidak. Karena petugas yang didepan ini adalah petugas yang membuatkan cap hajinya seseorang itu sah apa tidak. Kalau sudah dicap berarti sah. Kalau belum ada capnya berarti belum sah. Kalau sampeyan ingin hajinya Sah, itu Paspornya serahkan. Sebentar saja. Setelah dicap nanti dibalikin lagi. Nanti sampeyan liat sudah ada tulisan Arab di situ. Tandanya sampeyan Sah sebagai jamaah Haji."

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Kiai pembimbingnya mata Matholeh langsung berbinar-binar. "Kenapa Pak Kiai tidak bilang dari kemaren kemaren. Kalau tau begitu kan nggak perlu panjang panjang urusannya. Biar haji saya langsung Sah, Pak Kiai."

Mujarab! Matholeh langsung menyerahkan Paspor ke petugas. Petugas imigrasinya daripada pusing lagi langsung ngecap itu Paspor dan membiarkan Matholeh pergi melenggang. Tentu saja sambil geleng-geleng kepala: kok ono model jamaah ngene iki. Sementara Matholeh juga langsung membuka paspornya dan ngecek cap di dalamnya. Dan betapa senangnya Matholeh ketika melihat ada tulisan Arab sudah tercap di halaman dalam paspornya. Dia bahagia karena hajinya berarti sudah dipastikan Sah oleh petugas.

Sampai di Mekkah keyakinan Matholeh semakin menguat. Mengapa? Ketika ia masuk Masjidil Haram dan melakukan thawaf, hampir semua askar yang dilewatinya selalu berkata "haji, haji, haji, thoriq, thoriq, thoriq," sambil menunjukkan arah jalan. Dipanggil haji berkali-kali oleh petugas tentu saja membuat hati Matholeh semakin berbunga-bunga. Dalam batinnya dia bergumam, ternyata benar kata Kiai Daris, kalau paspornya sudah di-thok maka hajinya sudah Sah. Pantas saja semua Askar memanggilnya Haji, Haji.

Berkali-kali dia mengucapkan alhamdulillah. Bersyukur bisa berangkat haji tahun ini dan langsung Sah. Dia membayangkan kalau nanti p**ang ke kampungnya semua orang akan memanggilnya Pak Haji Matholeh.

"Tidak sia-sia aku jual dua ekor sapi untuk biaya haji ini. Langsung Sah. Di sini saja semua orang Arab sudah memanggilku haji, haji, haji. Apalagi nanti kalau sudah balik ke Madura. Kalau ada yang tidak memanggilku haji maka akan kutunjukkan paspor ku dan video video selama di Mekah yang semua petugasnya memanggilku haji, haji..." gumamnya.

Begitulah salah satu kisah di buku ini.
Keluguan sekaligus kecerdasan Orang Madura mengumpul dalam satu jiwa.

Masih ada dua puluh cerita lucu lainnya tentang orang Madura berangkat haji atau umroh di buku ini. Kita boleh membacanya dari halaman mana saja. Karena tiap cerita beda-beda tokohnya. Sebagai hiburan di saat Ramadhan inilah buku yang paling pas menemani kita menunggu saatnya berbuka.

Kapan-kapan saya akan ceritakan semua kisah dalam buku ini kepada sahabat-sahabat saya Juragan Fathur IPunks Eko Dwi Handono Dwisa Putro Asep Hermansah Faqin Haikal Aris Tiono Rangga Ichwana Munggaran Andri Doni Deni Tambayong Herman P Bakara Davied Vier Edi Mulyono Hazinin Nadzif dllll yang sempat ngopi bareng

Bukber Klatak University
18/02/2026

Bukber Klatak University

KULIAH KLATAK UNIVERSITY NANTI MALAMMenyambut grand launching kafe Kopi Kadirojo malam nanti tempat nongkrong baru uji a...
30/12/2025

KULIAH KLATAK UNIVERSITY NANTI MALAM

Menyambut grand launching kafe Kopi Kadirojo malam nanti tempat nongkrong baru uji akan diramaikan dengan acara kuliah umum akhir tahun Kampus Klatak University.

Tidak tanggung-tanggung kita akan hadirkan tiga dosen tamu yang kapabilitas dan kompetensinya tidak kaleng-kaleng.

Pertama tentu saja Om dari Direktur Yayasan yang sedang melambung namanya seantero tanah air gara-gara siswanya masuk dalam 100 peserta terbaik lomba robotik di kompetisi internasional NASA di Texas. Sembilan siswa SMA PraXis baru saja p**ang dari Amerika dengan Piagam di tangan yang membanggakan sekolahnya.

Kedua, ini dosen baru yang memang baru pertama kalinya hadir di Klatak University; Om Riyad. Sosok yang aktif di KaDiN Yogya ini sudah malang melintang di dunia bisnis. Networkingnya juga nasional. Banyak tokoh pengusaha nasional yang kalau ke Yogya pasti mampir ke kantornya. Tentu saja akan banyak hal yang bisa diulik dari perjalanan bisnis beliau.

Ketiga, pebisnis industri kreatif dari Jakarta yang sedang liburan di Yogya. Malam kan waktunya free. Jadi kita culik saja untuk hadir di Kampus Klatak University untuk berbagi pengalamannya terutama bagaimana terus bisa surviv di industri kreatif. Terutama di Jakarta yang tentu saja sangat sengit kompetisinya.

Maka, jangan lewatkan acara kuliah Klatak akhir tahun ini. Sempatkan hadir. Dari sekarang kumpulkan pertanyaan apa saja yang sekiranya bisa dilontarkan. Semakin banyak pertanyaan makin bagus. Forum akan hidup dan seru serta menaburkan banyak wawasan baru.

Sampai ketemu nanti malam di kafe





SENJA GURAU DI KEBON PENGGING..Kebanyakan orang di negeri ini melihat sosok itu bisanya dari satu sisi saja. Sisi yang t...
27/12/2025

SENJA GURAU DI KEBON PENGGING..

Kebanyakan orang di negeri ini melihat sosok itu bisanya dari satu sisi saja. Sisi yang tampak di depan publik atau di pemberitaan media atau di medsosnya.

Begitu p**a kebanyakan orang ketika disuruh menilai sosok seorang Anies Baswedan. Kebanyakan juga akan berpikir dan menilai Anies adalah sosok yang serius, intelektual, formal, dan setaranya.

Padahal, tidaklah demikian yang terjadi sesungguhnya. Setiap manusia itu sebenarnya hidup dalam dua sisi kehidupan. Saat formal dan nonformal. Dan kebetulan saja yang sampai informasinya ke masyarakat tentang sosok Anies Baswedan adalah yang formal, yang kebanyakan dikutip oleh media. Padahal, sebenarnya ya ia bisa adaptif. Bersikap fleksibel sesuai dengan situasi kondisi forumnya. Formal serius bisa, santai penuh gojegan juga bisa. Wong aslinya dia juga manusia biasa juga kan...

Itu terbukti saat senja di Kebon Pengging kemaren ketika om Iving A. Chevny mengadakan acara kumpul mantan aktivis UGM dengan acara utama sikat Kambing Guling dan pesta Durian Boyolali. Yang mengundang khusus Anies Baswedan untuk bergabung dan bernostalgia tentang kampus dan masa lalu.

Sepanjang acara isinya cuma cekakakan. Hanya sepuluh persennya saja yang serius. Anies keliahatan betul sangat humanis. Bisa melucu karena punya banyak cerita lucu. Mungkin saja selama ini tidak ada forumnya. Jadi, saat di Kebon Pengging kelucuan-kelucuan itu keluar semua.

Kebetulan saya diberi jatah enam kursi untuk membawa pasukan Klatak University. Ada yang alumni UGM ada yang anak dan cucu kampus UGM (karena UNY dan UPN itu dulunya akarnya juga berbau kampus UGM). Berangkatkan saya bersama Dwi Handono Dwisa Putro Davied Hermansah Bobby Zulfikar dan Hazinin Nadzif

"Hei, apa kabar Pak Rektor? Sehat dan tetap gembira toh, " ujarnya saat turun dari mobil dan masuk dari pintu belakang Kebon Pengging. Sapaan Rektor itu selalu dia ucapkan ketika kami bertemu. Padahal, bingung juga kan siapa yang sebenarnya pernah jadi Rektor. Saya memang sampai hari ini masih menjabat Rektor Klatak University. Beliau memang pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina.

Bedanya kampus Paramadina jelas di mana letaknya. Kalau kampus Klatak University? Saya bilang semua tempat dan hamparan bumi ini adalah kampusnya mahasiswa Klatak University karena syarat menjadi mahasiswa kampus saya menang hanya cukup dengan punya Paspor.

Ada cerita lucu memang. Suatu kali beliau lagi di Yogya. Pengennya memberi kejutan dengan sidak langsung ke kampus Klatak Univeristy. Dicarilah di GMap lokasi kampus itu. Ya jelas nggak akan ketemu. Lalu, berteleponlah dia ke om IVing: iki kampuse neng endi Klatak Univeristy aku meh mrono? Ya jelas, om IVing langsung ketawa ngakak: dia itu kampuse di sembarang tempat: di hotel-hotel, di rumah-rumah temannya, di kota-kota lain di Indonesia, di negara-negara lain yang dia mau! Absurd bukan?

Nah, humanisnya Anies Baswedan itu senja kemaren benar-benat dirasakan oleh teman-teman Klatak Universitu. Dia mau duduk di mana saja. Mau berbicara yang ringan-ringan bahkan lucu-kucu. Bahkan mau makan semeja juga sama anak-anak Klatak ini. Hampir sejam bersenja gurau tentang hal yang tak serius tapi bikin endorphin dan dopamin naik. Tentu saja, humor yang keluar tetap hunor yang cerdas. Bukan kelucuan receh yang tak bermakna apa-apa.

Gara-gara senja gurau bersama itulah teman-teman kampus Klatak University bisa tertawa terpingkal-pingkal. Hanya dalam jarak satu meter saja dari sosok yang oleh ratusan juta orang Indonesia iti hanya bisa dilihat di layar teve atau layar ponsel. Ini bener-bener semeja, saling tempat candaan, dan ketawan bersama.

Mereka jadi tahu sisi lain dari seorang Anies Baswedan. Nggak seratus persen serius dan firnal kok. Hari ini justru berbalik seratus delapan puluh derajat dari kesan itu. Santai, lucu, gaul, dan tak berjarak. Sangat membumi.

Saya bilang ke teman-teman Klatak University, aslinya ya begitulah seorang Anies Baswedan. Kalau di panggung memang harus seerius mungkin karena aturan mainnya begitu. Tapi kalau sudah bermasyarakat ya dia akan menjadi dirinya sendiri yang lengkap. Yang manusia alias humanies. Wong rumahnya saja, baik yang di Yogya maupun di Jakarta, letaknya di dalam kampung kok. Yang tidak berpagar. Yang tidak ada sekat sosial dengan tetangganya. Bahkan pendoponya sering dipakai oleh karang taruna atau ibu-ibu posyandu kampung Lebak Bulus. Halaman rumahnya juga sering dipakai untuk putar balik mobil orang kampung atau jika ada mobil berpapasan dan salah satu harus minggir dulu supaya mobil bisa lewat. Kenapa nggap membumi dan merakyat?

Address

Jalan Waru 73 Sambilegi
Yogyakarta City
55282

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Among Kurnia Ebo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Among Kurnia Ebo:

Shortcuts

Share

Category