Travelokal Jogja

Travelokal Jogja Wisata asik ke tempat-tempat unik

Sejarah Goa TandingGoa Tanding terletak di Dusun Gelaran II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul...
21/08/2016

Sejarah Goa Tanding

Goa Tanding terletak di Dusun Gelaran II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada mulanya Goa Tanding ditemukan oleh warga setempat yang bernama mbah Harto Tanding ketika sedang menggali sumur. Dari situlah muncul nama Goa Tanding yang diambil dari nama mbah Harto Tanding si pemilik sumur.

Goa Tanding adalah goa bawah tanah yang pada awalnya tidak memiliki akses. Sumur mbah Harto Tanding tersebut adalah satu-satunya jalan masuk menuju goa sehingga harus dibuatkan jalan masuk terlebih dahulu. Setelah melalui proses pemetaan dan penggalian akhirnya keindahan Goa Tanding yang sebelumnya tersembunyi dapat dinikmati dengan mudah.

Goa Tanding terbentang sepanjang kurang lebih 450 m. Kedua sisi – hulu dan hilir – berada di bawah tanah sehingga perlu didibuat ventilasi buatan agar terjadi pergantian udara di dalam goa. Kondisi di dalam goa gelap gulita karena tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam goa dan diperlukan cahaya lampu senter sebagai penerangan. Kedalaman air mencapai 3 m dengan lebar bervariasi, cukup luas untuk dilewati perahu karet bersisihan. Ketinggian dinding goa juga bervariasi, mulai dari 3 m sampai dengan 15 meter dengan dinding yang dihiasi oleh berbagai jenis bebatuan stalaktit dan stalakmit yang pastinya akan sangat indah untuk dinikmati sambil naik perahu karet.

Goatanding.com
Imgrum.com

Merasakan dunia terbalik di YogyakartaSumber upside down musium/Ahmad dc
26/07/2016

Merasakan dunia terbalik di Yogyakarta

Sumber upside down musium/Ahmad dc

Desa Penglipuran, Desa adat bali yang sangat kental dengan kerukunan dan kebersamaan mereka. Desa ini berlokasi di kelur...
24/07/2016

Desa Penglipuran, Desa adat bali yang sangat kental dengan kerukunan dan kebersamaan mereka. Desa ini berlokasi di kelurahan kubu, kecamatan bangli.Bali

Di lihat dari sisi geografis, Desa Penglipuran terletak di kelurahan Kubu, kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Lokasi tempatnya juga cukup strategis yaitu berada pada jalur wisata Kintamani, juga jaraknya terletak:

5 Km dari pusat kota Bangli
45 Km dari pusat kota Denpasar
700 m dpl (di atas permukaan laut)
Luas Desa Penglipuran mencapai 112 ha (hektare) yang terdiri dari:

37 ha hutan bambu
49 ha ladang
12 ha perumahan penduduk

Berbagai sumber

Pantai gesing yogyakartaKawasan ini merupakan daerah transmigran Ring I dan berkembang menjadi perkampungan nelayan. Pan...
21/07/2016

Pantai gesing yogyakarta

Kawasan ini merupakan daerah transmigran Ring I dan berkembang menjadi perkampungan nelayan. Pantai Gesing dikelilingi tebing karang dan berada di bawah di antara tebing-tebing tersebut. Meskipun jalan menuju lokasi agak sempit namun sudah beraspal, 100 meter sebelum sampai bibir pantai jalan menurun tajam namun tetap aman dilalui kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor.

http://boeztanoel21.blogspot.co.id

Tana torajaSejarah dan penjelasan kebudayaan suku Toraja. Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utar...
13/07/2016

Tana toraja

Sejarah dan penjelasan kebudayaan suku Toraja. Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia, tepatnya di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa. Agama yang dianut mayoritas agama Kristen, dan sebagian lainnya menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. Aluk To Dolo telah diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma.

Sulawesi Selatan memiliki empat kelompok etnis utama yaitu suku Bugis (meliputi pembuat kapal dan pelaut), suku Makassar (pedagang dan pelaut), suku Mandar (pedagang, pembuat kapal dan pelaut), dan suku Toraja (petani di dataran tinggi).

Image:Iqbal kausar

Berlibur dalam Suasana Pedesaan di Bambu Indah, UbudBambu Indah mungkin memiliki vila di atas air paling keren di Bali, ...
12/07/2016

Berlibur dalam Suasana Pedesaan di Bambu Indah, Ubud

Bambu Indah mungkin memiliki vila di atas air paling keren di Bali, tapi bukan cuma itu saja yang ada di sini.

Jika Anda penasaran seperti apa rasanya tinggal di pedesaan, maka vila-vila yang terdapat di sini dapat mewujudkannya untuk Anda.

Anda bahkan dapat memanjat ke rumah pohon untuk menikmati pemandangan lembah yang asri!

Bergelantungan seperti Tarzan di atas kolam alami!

Atau melihat matahari terbenam di ufuk barat ditemani segelas cocktail dari teras bergaya Afrika, dengan panorama hamparan sawah serta pegunungan yang spektakuler di kejauhan.

Ada 13 rumah dengan tema tradisional yang berbeda-beda, dari Jawa Lama, Afrika, Pagoda, hingga Sumba.

Tripcanvas.com

10 candi yang ada yogyakartaIdntime.com
09/07/2016

10 candi yang ada yogyakarta

Idntime.com

WARNA WARNI TOLERANSI GREBEG SUDIRODiasporaiqbal.blogspot.co.idRentengan lampion-lampion tergantung semarak di arena Pas...
02/07/2016

WARNA WARNI TOLERANSI GREBEG SUDIRO

Diasporaiqbal.blogspot.co.id

Rentengan lampion-lampion tergantung semarak di arena Pasar Gede. Di kolongnya, gunungan hasil bumi beserta ube rampe ratusan buah dan sayuran diarak melintas bersama barisan ibu-ibu pedagang pasar. Sebelumnya, gunungan kue keranjang ramai diarak oleh bapak-bapak berbusana lurik dan batik. Barongsai pun menyusulnya, menari rancak dimainkan muda-muda Tionghoa yang layak menjadi bintang jalanan. Awalnya, pasukan Kraton Surakarta telah mendahului dengan berbaris kompak sembari memainkan tetabuhan Jawa.

Ini memang momen untuk menyambut Imlek. Namun, kegiatan yang dikerumuni oleh ribuan warga Solo dan sekitarnya ini memiliki nama Grebeg Sudiro yang diidentikkan dengan tradisi Jawa. Grebeg merupakan tradisi Jawa untuk menyambut hari-hari khusus Jawa. Puncak perayaan grebeg ini ialah saat terjadi perebutan hasil bumi, makanan, dan lain-lain yang disusun membentuk gunungan.

Ada pertautan manis antara tradisi Tionghoa dengan Jawa pada acara tahunan warga di Sudiroprajan, sekitar Pasar Gede. Di Sudiroprajan, Solo memang dari dulu hidup berdampingan antara masyarakat Tionghoa dan Jawa. Bahkan, pernikahan antar dua etnis sudah lazim terjadi yang menciptakan generasi baru. Grebeg Sudiro menjadi peringatan keharmonisan mereka yang dirayakan setiap 7 hari sebelum Imlek. Di perhelatan tahun 2016, Grebeg Sudiro dilaksanakan pada 31 Januari 2016.

Patung Garuda Pancasila kini melintas menjadi simbol yang lugas semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Grebeg Sudiro. Ternyata bukan sekedar si Jawa dan si Tionghoa yang memeriahkan. Turut p**a beragam suku bangsa di Indonesia yang hadir melengkapi khasanah Grebeg Sudiro. Ada komunitas Dayak, Banjar, Lampung, Jambi, dan Arab di kota Solo dan sekitarnya yang turut menjunjung Grebeg Sudiro sebagai sewujud nyata toleransi di kota Solo. Indonesia hadir dalam wujud optimis di Pasar Gede, siang itu. Di antara kerumunan yang tak mau menyerah oleh guyuran hujan sesaat sebelum acara bermula, saya menjadi saksi betapa manisnya persaudaraan lintas suku bangsa.

Saya sangat bergairah mengabadikan acara kreatif andalan kota Solo yang tumbuh dari ketulusan dan keikhlasan masyarakatnya. Saya merasakan semangat si peserta dan si penonton bersepakat bahwa toleransi harus hadir di Solo yang tersusun dari aneka ragam komunitas suku bangsa sejak lampau kala. Dengan demikian, semestinya stigma negatif Solo sebagai salah satu daerah ‘produsen’ terorisme bisa dienyahkan. Begitu bukan? Ah, Solo memang sangat berwarna.

Daftar Tempat Wisata Terbaik di IndonesiaDaftarmenarik.com
01/07/2016

Daftar Tempat Wisata Terbaik di Indonesia

Daftarmenarik.com

Klenteng Poncowinatan; Klenteng C***r Budaya Tertua di YogyaKlenteng yang bernama asli Zhen Ling Gong ini lebih dikenal ...
30/06/2016

Klenteng Poncowinatan; Klenteng C***r Budaya Tertua di Yogya

Klenteng yang bernama asli Zhen Ling Gong ini lebih dikenal dengan nama Klenteng Poncowinatan, karena letaknya yang berada di Jalan Poncowinatan 16, Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta atau tepatnya disebelah utara pasar Kranggan. Tempat ibadah yang sudah berdiri sejak tahun 1881 diatas tanah pemberian Sri Sultan HB VII ini merupakan Klenteng tertua yang ada di Yogyakarta dan sudah ditetapkan sebagai Bangunan C***r Budaya (BCB).

Klenteng Poncowinatan dan Klenteng Gondomanan berada dalam satu yayasan. Klenteng Poncowinatan buka setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Klenteng ini terbilang lebih luas dibandingan dengan Klenteng Gondamanan. Klenteng ini terdiri dari 2 lantai dan terdapat 17 altar, yaitu: Thien Kong, Kwan Tie Koen , Tien Sang Sing Bo, Kong Ce Cun Ong dan lain-lain. Dewa yang menjadi tuan rumah di Klenteng ini ialah Kwan Tie Koen (Dewa keadilan) dan patungnya terdapat di ruang tengah atau ruang uatama dari Klenteng ini. Pada bagian ruang utama terdapat sebuah meja besar dengan ukiran yang indah, meja ini berfungsi sebagai tempat menaruh persembahan buah-buahan kepada Dewa, namun tidak semua buah bisa dipersembahkan, yaitu buah yang berduri seperi Durian dll.

Sama seperti Klenteng pada umumnya, Klenteng Poncowintan didominasi oleh warna merah dan kuning, serta aroma d**a yang menyengat. 8 pilar utamanya juga dihiasi oleh relief Naga. Yang membuat Klenteng ini istimewa selain sebagai Klenteng tertua dan sebagai BCB ialah perpaduan budayanya. Saat perayaan besar, biasanya Klenteng erat dengan tradisi Tionghoa, namun di Klenteng ini, budaya Jawa lebih mendominasi. Contohnya adanya tumpengan yang merupakan sebuah ada dari Jawa.

Namun Klenteng Poncowinatan tergolong sepi dibandingkan dengan Klenteng Gondomanan. Hanya ada beberapa orang yang datang, baik untuk beribadah maupun hanya berkunjung untuk melihat-lihat dan mencoba ramalan Ciam Sie.

“Yang mempunyai kebudayaan harus ikut menjaga dan meramaikan, khusunya yang keturunan Tionghoa. Kalo gak ikut menjaga, siapa yang bakal nerusin budaya asli leluhur” ujar pak Margo, penjaga Klenteng Poncowinatan saat diwawancarai harapannya.

Pawartayogya.com

10 Surga Tersembunyi di LampungIdntime
27/06/2016

10 Surga Tersembunyi di Lampung

Idntime

JOGJA 4DAY 3NIGHTFasilitasBus pariwisata acTour leaderBebas biaya tol parkir dan pungutan jalan lainnyaBebas biaya drive...
26/06/2016

JOGJA 4DAY 3NIGHT
Fasilitas
Bus pariwisata ac
Tour leader
Bebas biaya tol parkir dan pungutan jalan lainnya
Bebas biaya driver tips
Asuransi
Makan 10x
Obyek wisata
Candi Borobudur
Kaliurang
Volcano tour gunung merapi (termasuk sewa hardtop)
Kraton Jogjakarta
Istana Air Pemandian raja dan keluarga Taman Sari
Cave tubing di kali suci
Pantai baron, kukup, krakal, sundak
Wisata kuliner
Gudeg yu djum
Bakmi jawa khas gunung kidul
Ayam goreng dan sayur Lombok khas gunung kidul
Mangut iwak kali khas Magelang
Udang galah bakar madu mang engking
Wisata belanja oleh2
Kerajinan khas jogja
Malioboro
1 kamar berdua
Min 20 orang
Harga: Menginap *2 Rp. 1.450.000
Menginap *3 Rp. 1.600.000

Travelokal yogyakarta

08112558077
5B9AF5CD

Address

Yogyakarta
Yogyakarta

Telephone

+62 821-3303-7676

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Travelokal Jogja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category