Bagan Heritages Community

Bagan Heritages Community Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bagan Heritages Community, Historical Tour Agency, Jalan Siak No 96, Bagansiapiapi.

Bagan Heritages Community adalah komunitas pecinta, pemerhati, dan peminat c***r budaya (baik benda maupun tak benda) di Bagansiapiapi secara khusus dan Rokan Hilir secara umum.

30/12/2022

Sebuah kutipan dari sebuah buku tentang sejarah Bagan Siapi-api:

“Para imigran Tionghoa yang datang kemudian bertemu dengan para nelayan melayu yang sudah ada di sana. Mereka kemudian belajar membuat jermal pada nelayan melayu yang ada di muara sungai Rokan ini, jermal merupakan kearifan lokal orang-orang melayu”

Inilah tonggak sejarah awal dimulainya Bagan Siapi-api menjadi kota pelabuhan ikan.





Aksara Rupa - Mentranformasikan Jejak Teraga Ke Dalam Warisan Tak TeragaPembicara: Fithrorozi (Founder Sekolah Alam Repu...
22/09/2021

Aksara Rupa - Mentranformasikan Jejak Teraga Ke Dalam Warisan Tak Teraga

Pembicara: Fithrorozi (Founder Sekolah Alam Republik Kelakak)
Moderator: Arry Aditsya Yoga (Founder Findbilliton Research Team, Student of International Affairs Northern Universiti of Malaysia.)

Rabu, 29 September 2021, Jam 19:00 - 21:00 wib
Media: Zoom Cloud Meeting dan Facebook Live Streaming
(Link Zoom akan dishare melalui email sehari sebelum acara)
Live Streaming di page BWS:
https://www.facebook.com/berandawarisansumatra

Pendaftaran:
https://bit.ly/dbpseptember
*sertifikat tersedia sesuai permintaan

Narahubung:
085262036767 (WA Only)

Diselenggarakan oleh Pansumatra Network (Pan-Sumnet) dan Beranda Warisan Sumatra (BWS)

Akar bahar mengungkap aksara dan segera menjadi bahan kelakar kedai kopi. Ada yang percaya, hitam dan rupa melilit melindungi diri dari gangguan ghaib. Kata bahar ditemukan di banyak rupa dari akar, timbangan, budaya hingga kata petunjuk masa. “Jaman barik, kakek mendapatkan ongkos ke haji dari siro dengan menumpang kapal berbulan - bulan lamanya.

Tutur kakek kemudian dituliskan cucunya. Ia mentransformasikan jejak teraga kedalam warisan tak teraga. Rupa menggiring aksara. Dari aksara rupa ia paham bahwa Ibnu Batutah menyebut samudera dengan “SAMATRAH” dalam kitab Rihlah Ilal Masyriq lalu menjadi Sumatera. Dari bahar lalu ke bandar. Bandar Sri Begawan digiring sejarah hingga sampai ke Darussalam. Ada jejak lintasan samudera yang ia pelajari. Jaringan Pusaka Sumatera ternyata ada di masa bahari yakni sejak nusantara memasok rempah dari Tanah Barus ke Timur Tengah.

Aksara Rupa menoreh jejak “Crapta Manan Verba Volan” yang terucap akan sirna yang tertulis akan kekal abadi.

Langkah yang telah dimulai, jangan sampai terhenti. Semoga Allah mudahkan segalanya untuk kemajuan kota Bagansiapiapi......
18/09/2021

Langkah yang telah dimulai, jangan sampai terhenti. Semoga Allah mudahkan segalanya untuk kemajuan kota Bagansiapiapi...
Terima kasih Pak Gubernur Drs. H Syamsuar, M.Si yang telah mendorong program ini untuk diwujudkan segera.

Karena bunga tinggi 3 sd.4 % per bulan dari patcher kepada nelayan diBagan Siapiapi. 14 September 1915, Kontroler Bagans...
30/08/2021

Karena bunga tinggi 3 sd.4 % per bulan dari patcher kepada nelayan di
Bagan Siapiapi. 14 September 1915, Kontroler Bagansiapiapi, beberapa orang Tionghoa dan Melayu sepakat mendirikan asosiasi Bank Bagan Madjoe. Napas utama asosiasi adalah filantropi, yaitu memberikan kredit dengan bunga rendah kepada nelayan (De SumatraPost.27/2/1918).

Sementara itu, bulan Januari 1916, utusan Kementerian Perikanan Hindia Belanda datang ke Bagansiapiapi dan menyelidiki situasi perikanan di Bagan Siapiapi. Didapatkan informasi bahwa bunga yang tinggi dan ketergantungan pada patcher menyebabkan terjadinya gejolak pada nelayan di Bagan.

Pada 15 April 1916, asosiasi Bagan Madjoe mengajukan bantuan modal kepada pemerintah Hindia Belanda sebesar 10.000 Gulden/1 Miliar 46 juta rupiah. Setelah mendapatkan surat permintaan bantuan kredit, Agustus 1916, Dr.J.H Boeke dari Volkskredietwezen/ Kredit Masyarakat datang ke Bagan. Hasil kunjungan Boeke, di bulan Oktober 1916, Pemerintah Hindia Belanda memberikan bantuan kredit sebesar 100.000 gulden/10 miliar 460 juta rupiahkepada bank.

1 Februari 1917, Bagan Madjoe resmi beroperasi dan bernama De VisscherijBank Bagan Madjoe. Struktur Bank Bagan Madjoe adalah, direktur utama, Bauke JanHaga/Kontoler Bagan, Wakil Direktur, Mohamad Arsad, jaksa di Bagansiapiapi, RMPratomo,Oei I Tam,Sim Tjeng Jong, Ang Boen Koa,Oei Tong Kim, Lie Tek Goan,Ban Hong Hin, dan Abdullah sebagai anggota (Regeerings Almanak voor Nederlandsche Indie 1918), para anggota ini mewakili masyarakatsaat itu, dokter, kapitan Tionghoa,dan perwakilan pedagang di Bagansiapiapi.

Pada awal berdiri, Injo Beng San menjadi kepala administrasi dan dibantu orangmelayu sebagai kasir. Von Schmidt Auf Altenstadt, kontroler Rokan, ingin membuat cabang bank di daerah Rokan, sayangnya tidak dieksekusi. Bank Bagan Madjoe membawa dampak positif pada nelayan,setahun setelah berdiri, total kas Bank naik menjadi105.308 gulden/11 miliar 23 juta rupiah (De Sumatra Post.28/2/1918).

Ket photo
1. Bank BRI no 2 di Indonesia, Bagan Madjoe.
2.Deposito 7 persen/tahun Bank Bagan Madjoe.



(Teks dan foto oleh )

1935, produksi ikan Bagansiapiapi mengalahkan Bergen, Norwegia ( Vijf en twintig jaar Padang missie 1912-1937). Sensus p...
27/02/2021

1935, produksi ikan Bagansiapiapi mengalahkan Bergen, Norwegia ( Vijf en twintig jaar Padang missie 1912-1937). Sensus penduduk pemerintah Hindia Belanda tahun 1930, jumlah penduduk Tionghoa Bagansiapiapi sejumlah 11.998 dan Eropa sejumlah 28 orang ( Volkstelling 1930 ). Diantara orang Eropa ini ada Frater Benetius M.F. Pijnenburg. Setelah menyelesaikan pendidikan bahasa Tionghoa di Malaka, tanggal 1 April 1928, Pastor menetap di Bagan Siapiapi ( Koran Deli, 1937).


Untuk membantu pastor, di tahun yang sama empat orang suster yaitu Kostka, Laurentia, Cleta, dan Margareta dari Kongregasi Van Schijndel, Belanda, datang ke Bagansiapiapi. Setelah kedatangan suster, gereja sederhana dibangun di atas tanah rawa ( Sejarah Gereja dan karya Misi Katolik di Paroki St Petrus & Paulus Bagansiapiapi ). Selain gereja, Pastor Pijnenburg membangun rumah jompo. Karena terus bertambahnya jumlah umat Katolik. Gereja kayu direnovasi.


Hari Minggu 14 Mei 1933, gereja diresmikan oleh Monsinyur Mathias Leonardus Trudon Brans, Vikaris Apotolik Padang . Gereja beratap merah ini terlihat anggun jika dilihat dari pelabuhan ( koran De Koerier, 1933). Setelah renovasi, gereja tetap menggunakan konstruksi kayu dengan jumlah kursi mampu menampung hingga 250 jemaat.


Tahun 1933, jumlah jemaat gereja Katolik Paroki St Petrus & Paulus sejumlah 200 orang ( Vijf en twintig jaar Padang missie 1912-1937 ). Tahun 1937, Gereja memiliki 3 pendeta, 7 suster, rumah jompo yang diisi 73 lansia, sekolah, dan klinik terbuka.


2020, umur gereja katolik Bagansiapiapi 87 tahun. Masih menggunakan konstruksi kayu dengan atap merah dengan kaca patri yg dibawa dari Italia. Semoga menjadi c***r budaya.


Setelah tol Pekanbaru - Dumai diresmikan, mungkin orang orang akan lebih kepo untuk berkunjung ke Bagan Siapiapi.





narasi:
foto :

15 September 1915,  kesepakatan Orang Tionghoa, Melayu dan kontroler Bagansiapiapi B.J. Haga didirikanlah Bank Bagan Mad...
23/02/2021

15 September 1915, kesepakatan Orang Tionghoa, Melayu dan kontroler Bagansiapiapi B.J. Haga didirikanlah Bank Bagan Madjoe yg sifatnya filantropis ( koran De Sumatra Post, Woensdag, 27 Februari 1918). Alasan pendirian bank, di tahun 1914, nelayan Bagan Siapiapi protes karena monopoli dan harga garam yang tidak terjangkau. Monopoli ini diamtaranya oleh Kapitan Tjong A Fie dari Medan bersama Kapitan Tionghoa di Bagansiapiapi ( Het Chineesche Zakenleven in Nederlandsche Indie, 1925). Untuk menekan harga garam dan kemudahan Tionghoa serta Melayu mendapatkan kredit bank ini didirikan.

Bulan April 1916, pihak Bank menyurati Gubernur Hindia Belanda meminta tambahan modal sebesar 10.000 Gulden. Bulan Agustus, pejabat dari Batavia, Dr J.H. Boekoe datang ke Bagansiapiapi untuk melihat kondisi bank ( Koran de Sumatra Post, 27 Februari 1918). Dari kunjungan, permintaan modal dijawab dalam bentuk Gouvernementsbesluit tanggal 21 Oktober 1916.


Bank Bagan Madjoe mendapatkan modal sebesar 100.000 Gulden (Visscherij van Bagansiapiapi, Tijdschrift voor economische geographie, 1917). Setelah administrasi selesai, 1 Februari 1917 Bank Bagan Madjoe resmi beroperasi dengan kepala bank pertama adalah Enjo Beng Sang. Pemerintah Hinda Belanda menyebut bank ini De visscherij Bank Bagan Madjoe / bank ikan Bagan Madjoe.


Meskipun filantropis,omset Bank Bagan Madjoe tidak bisa dianggap remeh. Tahun 1928, omset bulanan bank sebesar 2 juta gulden ( De Groote Oost, 1930). Karena ikan, Bagansiapiapi menjadi kota yang diperhitungkan. Saat ekspor ikan dari Bagan mendominasi Hindia Belanda dan Semenanjung Malaya, pemerintah Hindia Belanda mendapatkan pajak sebesar 1 juta gulden ( De beteekenis, der visscherij industrie van Bagan Apiapi). Bank ini sekarang menjadi bank BRI kc Bagan Siapiapi, dngn register 02. Semoga bisa menjadi c***r budaya.



Caption: Bayu Amde Winata
Photo : repro by Amriyadi Bahar

Address

Jalan Siak No 96
Bagansiapiapi
28914

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bagan Heritages Community posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bagan Heritages Community:

Share