Toba Online

Toba Online Berita terpercaya, terdepan tentang Toba Samosir.

Hadirilah beramai-ramai
11/12/2025

Hadirilah beramai-ramai

Untukmu Sahabat TOP.
24/05/2025

Untukmu Sahabat TOP.

Merayakan tahun ke-6 Toba Online di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanp...
24/05/2025

Merayakan tahun ke-6 Toba Online di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

24/05/2025

Selamat akhir pekan Sahabat TOP, berikan yang terbaik hari ini, 6 hari penuh beraktivitas, siapkan diri untuk healing ke Danau Toba. Rasakan atmosfir yang tenang di tepi danau. Rasakan cinta yang mekar setiap saat. Ok, Semangat terus Sahabat TOP.

For your information: Opinihttps://www.facebook.com/share/p/15Pf1n9wPU/
13/05/2025

For your information:

Opini

https://www.facebook.com/share/p/15Pf1n9wPU/

SKENARIO BUKA/TUTUP TPL

Kondisi alam yang taksedang baik-baik saja ini memaksa kita harus mempergunakan segala kemungkinan dan peluang. Takperlu takut untuk mengeluarkan pendapat obyektif dalam hal ini. Semua manusia membutuhkan oksigen yang berkualitas, air jernih yang sehat dan hutan yang menjadi penyangga ekosistem alam tano Batak.

Pada tulisan ini saya membuat 2 (dua) skenario unik namun menggelitik dan menarik. Mungkin tidak semua s**a. Tapi telepon yang inspiratif dari seberang, mengingatkanku mulailah obyektif futuristik dan berdiri di dua kemungkinan yang pada akhirnya bermuara pada satu kesimpulan. Takkusebut namanya, tapi dia salah satu dari orang baik yang memaksaku "Menulis".
Tak ada yang abadi di muka bumi yang bopeng ini. Termasuk PT. TPL dan semua orang yang mendukung maupun menolaknya. Cepat atau lambat semua ini pasti berakhir. Pertanyaannya, apa legacy yang anda tinggalkan di bumi, kehancuran alam kah? Kebaikan kah? atau anda hanya menjadi komprador yang mengambil keuntungan dari korporasi tanpa memikirkan teman sepermukaan bumi anda yang saling terhubung dan berinteraksi?

Kita diperhadapkan pada persoalan pelik dengan hadirnya PT.IIU yang berganti jubah menjadi PT. TPL, memakai kata Lestari memang tapi jangka panjang bisa jadi musibah bagi alam dan biodiversitas alam tano Batak. Kita mau mewariskan apa ke depan.

SKENARIO 1: SEANDAINYA PT. TPL TUTUP

"Ladang Kosong Ratus Ribu Hektar, Siapa Cepat Dia Dapat?"

Secara Ekonomi:
Penutupan TPL seperti mencabut infus dari pasien yang sudah lama tergantung padanya, akan ada guncangan awal. Ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian, kontraktor dan subkontraktor meradang. UMKM sekitar yang bergantung pada karyawan TPL, seperti pemilik kontrakan, warung kopi dan tukang tambal ban, paronan, opelet masyarakat kecilpun ikut merasakan dampaknya. Ekonomi sekitar goyah. Pemerintah kehilangan pendapatan fiskal dari pajak. Tapi, di sisi lain, ini bisa menjadi peluang untuk peralihan sektor ekonomi hijau: ekowisata, pertanian organik, atau pengelolaan hutan berbasis masyarakat bisa tumbuh... asal ada political will, bukan cuma political chill. Semua memikirkan nasib mereka yang bergantung kepada PT. TPL, dan aku harap juga Tuhan yang Maha Kuasa menunjukkan keajaiban dengan memberkati tanah ini lebih lagi sehingga tidak menjadi beban pemerintah yang lebih berat, apalagi sampai menimbulkan dampak negatif yang bersifat merusak. Karena mereka juga saudara kita yang perlu dilindungi dan dipikirkan nasibnya.

Secara Sosial:
Di awal mungkin akan terjadi kekosongan otoritas dan perebutan wacana tentang siapa yang paling pantas mengelola hutan. Yang paling berkompeten dalam mengurus masa transisi dimaksud. Pemerintah dapat turun tangan dan membuat role model yang bagaimana serta sesiapa yang harus menjadi prioritas. Tanah ratusan ribu hektar dapat menjadi sektor usaha baru yang dapat ditagih retribusi oleh pemerintah dengan tatakelola yang bersahabat dengan alam. Tapi inipun bisa tidak menjamin alam terselamatkan. Ini bisa jadi lebih buruk apabila tidak ada kebijakan yang benar-benar matang dan berbasis ilmu pengetahuan.

Marga-marga adat bisa kembali menuntut hak ulayat, LSM makin semangat mengedukasi warga, dan investor dengan mata setajam elang. LSM lainnya akan terjun payung satu-satu menebarkan programnya.
Akan mulai berdatangan dengan proposal legal, kadang juga "ilegal tapi sopan". Potensi konflik horizontal meningkat jika tidak diatur jelas. Bisa-bisa situasi seperti “ Edisi Game of Thrones Tano Batak”.

"Sotung Gabe marsitagilan haduan Disi Ompung doli, palias ma i".

Secara Lingkungan & Biodiversitas:
Hutan mulai pulih. Burung rangkong dan harimau Sumatera mungkin mulai selfie di pohon pinus yang rebah, posting di "Instagram Rimba". Ayam hutan tidak takut-takut lagi mengais dimana-mana. Takada lagi suara chainshow, escavator, alat berat seperti kepiting yang meneror binatang-binatang hutan. Semuanya mulai beranak pinak dan memenuhi hutan.
Sungai-sungai yang tadinya keruh bisa kembali jernih, dan flora-fauna lokal yang sebelumnya marmanda-manda, bisa balik kampung. Namun, kalau lahan bekas konsesi TPL malah direbut korporasi lain atau jadi perkebunan ilegal, maka mimpi indah itu cuma akan jadi mimpi buruk baru. "Madabu sian balatuk, antuk tu losung batu"

Siapa yang berebut lahan?

1. Korporasi baru (perkebunan, tambang, energi)

2. Mafia tanah

3. Oknum elit lokal

4. Investor berkedok “pembangunan berkelanjutan”

Catatan: Kalau ada yang bawa proposal "pembangunan berkelanjutan" tapi pakai jas mahal dan senyum lebar, tebar uang ke sana-sini. Waspada. Bisa-bisa itu pembantaian hutan jilid 2 "berkelanjutan merusaknya".

Semua pihak harus awas dalam hal ini.

Lalu,

SKENARIO 2: TPL TETAP BEROPERASI DENGAN REFORMASI TOTAL

"TPL Reborn: dari Musuh Pecinta Lingkungan dan Masyarakat Adat jadi Sahabat Alam?"

Secara Ekonomi:
TPL tetap beroperasi, tapi sekarang pakai sistem agroforestri Firman Chinaga tahu betul dengan susunan urat nadi metode ini. Teknologi ramah lingkungan, dan melibatkan masyarakat adat secara adil. Pekerja tetap bekerja, ekonomi tetap jalan, dan ada tambahan pendapatan dari program CSR yang benar-benar "Cukup Serius, Realistis dan tepat sasaran". Tidak ada akal-akalan laporan. Tidak ada potensi kebocoran-kebocoran yang menguntungkan sesiapa diam-diam. Kalau ini benar-benar terjadi, bisa jadi model untuk perusahaan lain. Biayanya besar dan energi tambahan yang signifikan.

Kalau TPL berubah total, kemungkinan netizen dan masyarakat akan bilang, "Ini TPL yang mana? Yang lama sudah uninstall kah? Sian dia do Hamu na salelengon?"

Secara Sosial:
Hubungan dengan semua pihak diperbaiki. Ephorus HKBP sudah mengutarakan hal ini. Ia dengan gamblang ikut berjuang menutup TPL.
Sukamto Tanoto seperti tuhan, tahu namanya takpernah lihat orangnya. Puluhan tahun memakan hasil tanah Batak tapi tak ada niatnya membangun yang lain, kecuali remah-remah roti yang sedikit basi. Itu tidak sopan. Malah doi beli kawasan industri di China. Aset dan harta dimana-mana. Showroom mobil dulu masih ada Om To?. Rumahmu dipenuhi furniture kayu hutan mahal dan artistik. Dari mana itu di tebang?

Dengan kondisi ini hubungan dengan masyarakat adat membaik. Tidak ada lagi kriminalisasi petani, tidak ada sweeping aparat ke perkampungan. Pemerintah daerah, tokoh adat dan gereja ikut terlibat dalam pengawasan. Tapi ini butuh keterbukaan informasi, partisipasi aktif warga, dan jaminan bahwa perbaikan bukan cuma "greenwashing" Manang manamak-namak hera na toho-toho selaras alam.

Kalau tidak, masyarakat akan bilang: “TPL mangido maaf songon mantan hallet, manis-manis di jolo, alai hansit jala paet dipudi.”

Lingkungan & Biodiversitas:
Perbaikan manajemen lingkungan yang nyata bisa membantu menjaga tutupan hutan, menjaga DAS, dan memperbaiki ekosistem yang sudah rusak. Penanaman kembali dilakukan dengan jenis lokal, bukan sekadar eukaliptus atau pinus. Tapi tetap saja, operasi industri dalam skala besar pasti berdampak. Apa yang dilakukan hanyalah meminimalkan, bukan menghilangkan
---

UNOK NA: DIA DO NA DUMENGGAN?

Jawaban na satingkosna huhilala: Kondisi ideal adalah kombinasi antara skenario 1 dan 2.

Jika TPL ditutup, tetapi pemerintah dan masyarakat tidak siap, maka kerusakan bisa berlanjut oleh pihak lain.

Jika TPL tetap beroperasi, tapi tanpa reformasi struktural dan kontrol ketat dan kongkret, maka itu hanya perpanjangan derita rakyat dan alam.

Maka, kondisi terbaik adalah: TPL ditutup secara bertahap dan terencana, sambil dialihkan ke model ekonomi hijau berbasis masyarakat, dengan bantuan negara dan kerja sama internasional. Kalau perlu, hutan-hutan itu jadi laboratorium alam bagi dunia, bukan jadi dapur uang satu korporasi. Bersiaplah. Takada yang abadi teman-teman, termasuk hidup ini. Takperlu kita ribut karena itu. Persiapkan sekoci atau kapal pesiar baru dari sekarang teman-temanku, saudara-saudaraku yang masih menggantungkan sesuatu dari korporasi yang kurang peduli ini. Salam Hormat para pejuang keluarga yang ada dimana saja, terutama kawan-kawan di TPL yang khawatir dengan keadaan saat ini.

Catatan: "Jika tuntutan masyarakat bersama Ephorus HKBP berhasil maka skenario ke dua tidak akan pernah ada, ini namanya bonus pergerakan"

RSUD Porsea, Selasa, 13 Mei 2025.

25/01/2025

Petani kecil dipukuli pekerja TPL di Taput

Tomson Manurung, dilantik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Toba
19/10/2024

Tomson Manurung, dilantik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Toba

Address

Balige
22311

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toba Online posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Toba Online:

Share

Category