05/07/2023
Hallo sobat soka..
Yang mau liburan kesini udah tau sejarahnya belum?
Pura Besakih di bangun tahun 1284 oleh Rsi Markandeya yang merupakan seorang pemuka agama Hindu keturunan India. Rsi Markandeya membangun Pura Besakih karena mendengar suara ghaib ketika bermeditasi di Dataran Tinggi Dieng.Ia dan pengikutnya pun sampai membelah hutan di Jawa untuk sampai ke p**au Bali. Konon di kala itu belum terdapat selat Bali seperti sekarang, karena p**au Jawa dan p**au Bali masih menjadi satu dan belum terpisahkan oleh lautan. Karena panjangnya p**au yang kita sebut sekarang dengan sebutan p**au Jawa dan p**au Bali, maka p**au ini di beri nama p**au Dawa yang artinya p**au panjang.
Banyaknya peninggalan zaman megalitik, seperti menhir, tahta batu, struktur teras piramid yang ditemukan di kompleks Pura Besakih menunjukkan bahwa sebagai tempat yang disucikan nampaknya Besakih berasal dari zaman yang sangat tua, jauh sebelum adanya pengaruh agama Hindu. Pura Besakih saat ini selain menjadi tempat persembahyangan untuk umat hindu juga menjadi tempat wisata karena memiliki sejumlah daya tarik, selain keindahan alamnya juga karena dekat dengan beberapa tempat wisata yang sedang hits di Bali saat ini, seperti Taman Bunga Edelweis, Taman Jinja Bali (Taman unik ini menggunakan konsep ala Jepang).
Pura Besakih berada di lereng sebelah barat Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali. Letak Pura Besakih sengaja dipilih di desa yang dianggap suci karena letaknya yang tinggi, yang disebut Hulundang Basukih yang kemudian menjadi Desa Besakih. Nama Besakih diambil dari Bahasa Sanksekerta, wasuki atau dalam bahasa Jawa Kuno basuki yang berarti selamat. Selain itu, nama Pura Besakih diperkuat p**a oleh mithologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara.