Wisata KPH Bandung Selatan

Wisata KPH Bandung Selatan Bagikan moment kecerianmu di Bandung Selatan dengan tagar/hastag
IG :

Repost from  -  Raih tangan ku dan genggamlah yang erat. Yakin kan aku bahwa Allah itu maha Penyayang sehingga Allah had...
10/09/2017

Repost from - Raih tangan ku dan genggamlah yang erat. Yakin kan aku bahwa Allah itu maha Penyayang sehingga Allah hadirkan kamu di dalam hidup ku dan semoga Allah izinkan kamu untuk menghiasi lembaran kertas kehidupan. Amiin. .

Salah satu mata air di situ cisanti, yang menjadi sumber pengairan bagi sungai citarum. Sungai Citarum merupakan sungai ...
05/09/2017

Salah satu mata air di situ cisanti, yang menjadi sumber pengairan bagi sungai citarum. Sungai Citarum merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat yang memiliki hulu sungai di Kab. Bandung dan bermuara di muara gembong Kab. Bekasi.

Pondok wisata yang terletak di lokasi pemandian air panas alami Cibolang Hotspring. Bangunan bergaya tradisional ditenga...
05/09/2017

Pondok wisata yang terletak di lokasi pemandian air panas alami Cibolang Hotspring. Bangunan bergaya tradisional ditengah hamparan perkebunan teh yang asri dan sejuk. .

Sudahkah anda berlibur hari ini?Lokasi : Spot selfie sangkar burung Wana Wisata Gunung Puntang.                         ...
13/08/2017

Sudahkah anda berlibur hari ini?
Lokasi : Spot selfie sangkar burung Wana Wisata Gunung Puntang.

Sejarah Gunung PuntangBerdasarkan cerita rakyat Pasundan, di Gunung Puntang pernah didirikan kerajaan yang disebut negar...
15/05/2016

Sejarah Gunung Puntang

Berdasarkan cerita rakyat Pasundan, di Gunung Puntang pernah didirikan kerajaan yang disebut negara Puntang. Buktinya dengan ditemukannya onggokan batu besar yang diduga ada kaitannya dengan sejarah Gunung Puntang (Nagara Puntang).

Kemudian, Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, pada tahu 1917-1929 didirikan Stasiun Radio Malabar (sebagai Pemancarnya). Dibawah pimpinan Ir. G. J. De Groot, Radio Malabar begitu sangat fenomenal. Dengan antenanya yang terbentang sepanjang 2 Km, menghasilkan panjang gelombang 20 – 75 Km. Stasiun ini murni pemancar, sedangkan stasiun penerimanya terletak di Padalarang (15 Km) dan Rancaekek (18 Km). Untuk kebutuhan listriknya, Pemerintah Belanda membangun PLTA di Kota Bandung (D**o Utara) dan PLTU di Dayeuh Kolot dan PLTA di Pangalengan.

Untuk pertama kalinya, pembicaraan telefoni, antara Holand dan Nusantara terjadi pada 5 Mei 1923. Inilah cikal bakal sejarah radio di Indonesia (terjadi di Gunung Puntang). Pada tahun 1923 seorang komponis Belanda membuat sebuah lagu dengan Hallo Bandoeng yang sempat pop**ar dengan penyanyinya Zangger idola para nonie-nonie Belanda tempoe doeloe, namanya W***y Derbi, dan akhirnya Halo Bandoeng menjadi Call Sign dari pemancar radio Malabar.

Objek Wana Wisata Gunung Puntang ditemukan oleh tokoh sesepuh setempat yang bernama Utay Muchtar. Kemudian pada tahun 1987 Perhutani memulai dalam pengelolaan lokasi wisata ini.

Sumber : JC. Endro Purwanto (Pemerhati Gunung Puntang)

Pelepasliaran Owa Jawa (Hylobates moloch) di Kawasan Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, Ja...
13/05/2016

Pelepasliaran Owa Jawa (Hylobates moloch) di Kawasan Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Hylobates moloch adalah satwa endemik Pulau Jawa yang pop**asinya sudah tidak terlalu banyak lagi, hanya 4000-4500 individu (Nijman, 2004 dalam IUCN). spesies ini hanya terdapat di beberapa kawasan yang terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah sepeti Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Hutan Lindung Gunung Papandayan, Hutan Lindung Gunung Slamet, dan beberapa kawasan lainnya. Pada tahun 2008 menurut IUCN Hylobates moloch masuk ke dalam daftar satwa yang memiliki status endangered (terancam punah).
Pada tanggal 27 Maret 2014 Yayasan Owa Jawa melepasliarkan sepasang Hylobates moloch di kawasan Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar, Bandung, yang dilepaskan langsung secara bersama-sama yang disaksikan oleh Bapak Kadivreg Jawa Barat dan Banten yang dihadiri p**a oleh DIRUT Perhutani Dirjen PHKA, Kodam III Siliwangi, Pemerintah Kabupaten, Perhutani, Yayasan Owa Jawa, ZSL Indonesia, International Animal Rescue, teman-teman media, dan partisipan lainnya. Sekeluarga Hylobates moloch yang diberi nama Jowo (jantan), Bombom (Betina) dan kedua anaknya yang diberi nama Yani (betina) dan Yudi (jantan) yang dilepas ini telah direhabilitasi di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa di Resort Bodogol Taman Nasional Gunung Gede Pangrango selama 6 tahun yang sebelumnya merupakan peliharaan masyarakat yang diserahkan.

Sebelum dilepasliarkan Hylobates moloch melalui rangkaian rehabilitasi seperti kesehatan, sosialisasi, dan yang terakhir adalah habituasi dengan membiasakan hidup di tempat berhutan. Harus juga dipastikan bahwa mereka akan dapat mencari makan sendiri dan bertahan hidup di alam liar, karena sebelumnya sudah terbiasa dengan bantuan manusia. Jowo dan keluarga dibawa sekitar 30 hari sebelum dilepaskan dengan disimpan dikandang habituasi yang dilakukan pengangkutan dari Resort Bodogol pada 26 Pebruari 2014.

Pada saat sambutan Dirut Perhutani Bambang Sukmananto bahwa pelepasliaran sekeluarga Owa Jawa ini sebagai tindak lanjut pelepasliaran sebelumnya dan sebagai langkah Perhutani dalam menjaga kelestarian satwa dan habitatnya, serta sebagai keseriusan untuk menjaga keberhasilan pelepasliaran Bapak Dirut melantik Tim monitoring dan Tim patroli yang diberi nama Gibbon Protection Unit (GPU) yang terdiri dari unsur Perhutani, Yayasan dan Masyarakat sekitar hutan. Selain itu harapan lainnya pelepasliaran yang dilakukan ini menandai perubahan budaya masyarakat Indonesia untuk tidak lagi mengejar, memburu, apalagi membunuh satwa-satwa liar, terutama yang terancam punah seperti Owa Jawa, Lutung, Macan, dan satwa liar lainnya dan sebagaimana Fatwa MUI no. 4 tahun 2014 tentang “ Pelestarian Satwa Langka Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem".

Salah satu alasan kenapa pelepasliaran Owa Jawa dikawasan hutan Gunung Puntang (Gunung Malabar) karena pada kawasan ini didukung tumbuhan pakan dan sebelumnya pernah dan sebelumnya sudah melepasliarkan satu pasang pada bulan Juni 2013 yang lalu dan sampai sekarang dapat bertahan hidup. Dengan adanya pelepasliaran lanjutan di Gunung Malabar dengan harapannya dapat berkembang biak dan menambah pop**asinya, sehingga terhindar dari kepunahan.

Setelah dilepasliarkan Hylobates moloch akan dimonitoring perkembangannya selama beberapa bulan untuk memastikan mereka dapat bertahan hidup dan kesehatannya terjaga. selain untuk memastikan dapat bertahan hidup, tujuan dari monitoring prilaku dan aktivitas harian ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai Hylobates moloch secara keilmuan dan juga kawasan yang menjadi habitat barunya akan dijaga dengan baik.

Sumber : Kaur. Lingkungan Perhutani KPH Bandung Selatan

Bandung selatan boleh berbangga karena disinilah cikal bakal tonggak sejarah komunikasi melalui radio dimulai.  Pada 5 M...
11/05/2016

Bandung selatan boleh berbangga karena disinilah cikal bakal tonggak sejarah komunikasi melalui radio dimulai. Pada 5 Mei 1923 dirintis oleh Dr. Ir. G.J. de Groot dibangunlah stasiun pemancar radio tepatnya di kawasan Gunung Puntang yang yang terletak di kaki Pegunungan Malabar. Radio Malabar merupakan stasiun pemancar radio berdaya terbesar yang pernah ada di muka bumi, dengan “berg antenna” sepanjang 2 kilometer terbentang diantara gunung Malabar dan gunung Halimun, membuatnya sangat fenomenal dan legendaris. Stasiun radio Malabar merupakan bagian dari Gouvernements Post, Telegraaf en Telefoondienst in Nederlandsch Indie, yang membuka jalur komunikasi antara 2 negeri berjarak 12.000 kilometer ini. Kita masih bisa menikmati sisa-sisa peninggalan sejarahnya di Wana Wisata Gunung Puntang Banjaran Kabupaten Bandung. Bagi mereka yang menyukai wisata sejarah tempat ini wajib untuk kunjungi.

Sumber : http://amatirradio-indonesia.blogspot.co.id

WANA WISATA CIBOLANGWana Wisata Cibolang merupakan sumber air yang ada berupa mata air panas. Pemandangan menuju lokasi ...
10/05/2016

WANA WISATA CIBOLANG

Wana Wisata Cibolang merupakan sumber air yang ada berupa mata air panas. Pemandangan menuju lokasi sangat indah dan menarik yaitu berupa pemandangan alam perkebunan teh dan pegunungan sedangkan gejala alam di dalam kawasan yang mempunyai karakteristik yang khas adalah air panas dan kawah.
Potensi Wisata
Kegiatan wisata harian yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah, brendam di kolam air panas, berenang, memancing, tracking ke Kawah Burung dan lain-lain.
Wana Wisata Cibolang atau Cibolang Hot Spring merupakan salah objek wisata di perkebunan teh Malabar Pangalengan. Air panas yang bersumber dari Gunung Windu ini dipercaya dapat mengobati penyakit rematik.
Selain itu, alamnya yang masih asri merupakan daya tarik yang utama. Kita akan dimanjakan dengan hamparan perkebunan teh yang hijau sekaligus udara yang bersih dan sejuk, dan juga dapat menikmati Kawah Gunung Windu dengan jarak ± 600 m dari lokasi.
Fasilitas
Fasilitas-fasilitas yang tersedia di sini antara lain Musholla, Kolam Renang Air Panas, Kolam Pancing, Kolam Ngagogo, Kamar Rendam Air Panas, Shelter, Bale Kambang, MCK, Kamar Ganti, Kios Dagang dan Penyewaan Peralatan Renang dan Pancing, dan lain-lain.

Address

Jalan Cirebon No. 4
Bandung

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wisata KPH Bandung Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category