14/06/2013
TATA CARA BEPERGIAN
1. Seseorang melaksanakan haji maupun umrah wajib bermaksud untuk mencari ridho Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, dan hendaknya benar-benar menghindari maksud untuk kepentingan dunia, berbangga-bangga, cari gelar, riya’ dan sum’ah.
2. Seseorang yang akan bepergian hendaknya menulis wasiat tentang hak dan kewajiban yang harus dikerjakan dalam utang piutang, mengembalikan semua titipan kepada orang yang bersangkutan atau mohon izin kepada mereka agar barang titipan tersebut tetap bersamanya, sebab ajal itu ditangan Allah Ta’ala.
3. Bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta menyesali dari apa yang telah diperbuat, lalu berniat untuk tidak akan mengulangi perbuatannya.
4. Menetralkan kedholiman terhadap manusia, seperti seseorang mempunyai harta benda atau kekayaan atau memohon kerelaan dan pengampunan darinya.
5. Memilih harta untuk haji atau umrah dari nafaqoh yang baik dan halal. Karena Allah itu Yang Maha Baik dan tidak menerima sesuatu kecuali baik.
6. Menjauhi perbuatan maksiat, jangan menyakiti seseorang kendati dengan kata-kata maupun dengan tangan. Janganlah berjejal-jejal dengan para jamaah haji dan umrah sehingga mereka kesakitan. Jangan p**a turut menularkan namimah, jangan menggunjing, jangan berdebat kecuali dengan cara yang baik, jangan berbohong dan jangan mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti.
7. Hendaknya jamaah haji dan umrah memahami hukum-hukum haji dan umrah.
8. Menjaga seluruh kewajiban dan utamanya adalah shalat berjamaah pada waktunya, banyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, berbuat baik kepada manusia baik itu dengan perkataan maupun perbuatan, menolong yang membutuhkan, bersikap lembut kepada muslimin, bersedekah kepada orang kafir, menyuruh kebaikan dan melarang kemunkaran.
9. Diperintahkan untuk mencari kawan yang baik dalam perjalanannya.
10. Hendaknya berakhlaq dengan akhlaq yang baik dalam menggauli manusia, dalam hal ini mencakup; sabar, pemaaf, sayang, lembut, tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, tawadhu’, mulia, dermawan, adil, amanah, waro’, tepat janji, malu, terpercaya, dan berbuat yang baik.
11. Hendaknya seorang yang akan bepergian berpesan kepada keluarganya agar bertaqwa kepada Allah. Wasiat ini merupakan wasiat untuk generasi awal maupun akhir.
12. Hendaknya seorang musafir selalu menjaga do’a dan dzikir yang bersumber dari Rasulullah, diantaranya adalah do’a safar / bepergian dan do’a menaiki kendaraan.