25/04/2018
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّخْلَةِ , مَا أَخَذْتَ مِنْهَا مِنْ شَيْءٍ نَفَعَكَ “Permisalan seorang mukmin adalah bagaikan pohon kurma. Bagian manapun yang kau ambil, maka akan bermanfaat untukmu.” (HR. At-Thabrani dari Ibnu Umar ra)
---
Siapa yang tidak tau pohon kurma, pohon yang senantiasa berbuahkan KURMA tentunya. Buah Kurma yang lazim dibawakan sebagai buah tangan para jamaah yang pulang dari tanah Suci Mekkah.
Berbicara pohon Kurma ini, sudah kita ketahui juga bahwa pohon tersebut tumbuh di lahan/tanah yang kering, gersang, tandus bahkan kerap pohon kurma dihantam badai gurun pasir yang dahsyat. Ko bisa sekuat itu ya??? .
Ternyata, kekuatan pohon kurma itu terdapat pada akar-akarnya. Para petani Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir kemudian ditutuplah lubang tersebut dengan sebuah batu. kenapa ditutup??
Batu yang menghambat laju tumbuh pohon kurma ke atas itu membuat akar kurma lebih maksimal menancap lebih dalam ke tanah.
Setelah akar kuat itu tumbuh, barulah biji pohonkurma tumbuh ke atas bahkan dapat menggulingkan batu yang awalnya menekan/menutup lubang di atasnya. "Ditekan dari atas, agar ia dapat mengakar kuat ke bawah"
Bukankah itu sebuah prinsip dalam kehidupan yg luar biasa?
Tidak semata-mata Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan uzian, namun agar membuat kita kuat. Tidak sekedar kuat bertahan, juga dapat menjebol "Batu masalah dalam kehidupan", sehingga kita pun dapat keluar sebagai PEMENANG.
Belajar dari Pohon Kurma, menjadi seorang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi permasalahan kehidupan untuk menjadi PEMENANG.
Semangat sahabat .com, semangat ikhtiyar dan selalu mengharap Ridho Allah SWT.