13/01/2016
Rihlah atau traveling dalam kacamata Islam sangat dianjurkan dan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Perintah untuk melakukannya secara tegas tercantum dalam Al-Qur’an. Bahkan, tidak sedikit ayat dalam Al-Qur’an yang menginspirasi para pendahulu kita untuk melakukan perjalanan jauh. Berikut diantaranya :
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. 67:15)
“Setelah didirikan shalat (Jum’at) maka bertebaranlah kamu di muka Bumi dan carilah sebagian dari karunia Allah. Dan perbanyaklah berdzikir kepada Allah agar kamu beruntung. “ (QS. 62:10)
Kedua ayat ini menjadi bukti bahwa Allah memerintahkan umatnya untuk menjelajahi Bumi dan mendorong kita untuk berusaha semaksimal mungkin dalam bekerja, sebab Allah tidak akan membatasi kita dalam mencari penghasilan.
Traveling tidak hanya terbatas pada pengertian sempit seperti tamasya atau kunjungan kerja, namun juga meliputi segala gerak atau langkah kita dari satu tempat ke tempat lain yang dibarengi dengan niat ibadah.