Cantiqu Hijab Metro Bandung

Cantiqu Hijab Metro Bandung Cantiqu Hijab
Grosir Oleh-Oleh Haji
Grosir Peralatan Ibadah
Pusat Informasi & Pelayanan Muzdalifah Tour Travel Umrah dan Haji Khusus

Aksi Mahasiswa di Seluruh Indonesia Tuntut Jokowi Mundur & DPR Bela Suara Rakyat
24/09/2019

Aksi Mahasiswa di Seluruh Indonesia Tuntut Jokowi Mundur & DPR Bela Suara Rakyat

Aplikasi Kaaba Wakili Indonesia pada Ajang GIES 6 di DubaiTEMPO.CO, Bandung - Aplikasi Kaaba Virtual Experience menjadi ...
13/09/2019

Aplikasi Kaaba Wakili Indonesia pada Ajang GIES 6 di Dubai

TEMPO.CO, Bandung - Aplikasi Kaaba Virtual Experience menjadi wakil tunggal dari Indonesia dalam perhelatan Global Islamic Economy Summit (GIES) ke–6. Acara yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab itu digelar 27 Oktober-1 November 2018.

"Aplikasi Kaaba masuk kategori Islamic Media Information and Communication," kata Gerryadi Agusta, CEO Kaaba Virtual Experience.
Kaaba dipilih panitia acara setelah bersaing dengan 10 produk islamic economic di Indonesia. Dari 126 peserta asal 23 negara, Kaaba berada di peringkat ke-10.

Produk Kaaba yang masuk ke dalam nominasi tersebut, yaitu aplikasi Kaaba Buku Saku, Virtual Reality, dan Augmented Reality yang membawa pengguna seakan tengah mengunjungi tempat ibadah di Tanah Suci Mekah.

Spesifikasi itu terkait dengan kualitas produk, menginspirasi, segi pasar, dan keberlanjutan produk. "Harapannya Kaaba bisa semakin berinovasi lagi, memberikan inspirasi dan manfaat bagi siapapun," kata Gerryadi lewat pesan tertulis, Jumat, 26 Oktober 2018.

Per 20 Oktober lalu, aplikasi Kaaba telah memperbarui dua fitur baru, yaitu arah kiblat dan info amal. Selanjutnya bakal ada pembaruan dan fitur tambahan yang sedang dikembangkan.

Kamar Dagang dan Industri Dubai dan Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai (DIEDC) menggelar Global Islamic Economy Summit dengan mengundang 23 negara Islam. Pertemuan itu merupakan forum terbesar dan terlengkap di dunia yang didedikasikan untuk ekonomi Islam.

Penyelenggaraannya di bawah perintah Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Penguasa Dubai.

Beberapa pembicara seperti Chairman of Dubai Chamber of Commerce & Industry, H.E. Majid Saif Al Ghurair, Chairman of DIEDC, H.E. Sultan Bin Saeed Al Mansoori dan puluhan speakers yang menginspirasi lainnya.

Ikut hadir juga 2.500 pejabat dan pemimpin bisnis dari 74 negara yang memiliki daya tarik dalam
dunia ekonomi Islam. Rangkaian acara lainnya yaitu Islamic Creative Economy Competition dan Global Islamic Business Awards.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kaaba.pocketbook

24/07/2019

Vmale
Moslem's Athmosphere

LongDress Cherry Blossom
Tunic Azalea

03/06/2019

03/06/2019
Alumni LBH – YLBHI Serukan Copot Kapolri dan WirantoMenyikapi situasi terkini sejak Selasa, 21 Mei 2019, dimana gelomban...
28/05/2019

Alumni LBH – YLBHI Serukan Copot Kapolri dan Wiranto

Menyikapi situasi terkini sejak Selasa, 21 Mei 2019, dimana gelombang aksi unjuk rasa terus berlangsung dan benturan dengan aparat keamanan (Kepolisian (Polri) dan Tentara (TNI) terus terjadi, dan telah menimbulkan korban pada masyarat sipil, maka kami Alumni LBH – YLBHI menyampaikan pernyataan sebagai berikut :

1. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri Tito Karnavian dan Menkopolhukam Wiranto – yang membiarkan aparat represif terhadap demonstran, menerapkan gaya militeristik ala Orde Baru, anti demokrasi dan mengabaikan perlindungan HAM.

2. Kepada Aparat Keamanan Polri dan TNI yang diperbantukan, kami meminta dengan sungguh – sungguh agar mengedepankan cara-cara persuasif dan manusiawai dalam menghadapi massa aksi/demonstran. Polri diharapkan tidak melakukan tindakan yang represif dan kontra produktif bagi penegakan dan pemenuhan Hak Azasi Manusia.

3. Informasi timbulnya korban pada masyarakat sipil, mengindikasikan Polri telah melakukan tindakan diluar batas kewajaran, tindakan diluar prosedur penanggulangan aksi massa. Padahal seharusnya Polri mengedepankan pola-pola yang humanis dan tidak represif, sebagaimana Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengendalian Massa.

4. Kepada massa aksi atau para peserta unjuk rasa dimohon untuk menyampaikan aspirasinya secara baik dan bertanggungjawab, dan tidak melakukan perbuatan yang berpotensi melanggar hukum, apalagi tindakan kekerasan. Tindakan kekerasan hanya akan merugikan diri sendiri dan tidak tersalurkannya aspirasi secara benar.

5. Kami menyarankan agar kekecewaan atas hasil Pemilu/Pilpres disalurkan sesuai kanal – kanal hukum yang tersedia, penyelesaian sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam sistem Demokrasi. Mekanisme Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi adalah cara yang telah kita sepakati dalam sistem Pemilu kita. Itu semua diciptakan agar demokrasi berjalan dengan baik dan terus menjadi baik.

6. Patut menjadi perhatian kita semua untuk melakukan evaluasi sistem pemilu ke depan, terutama pemilihan Presiden agar berjalan dengan jurdil, sebagaimana saat ini dicurigai adanya ketidaknetralan aparatur negara, serta keberpihakan aparat penegak hukum, pemanfaatan fasilitas oleh patahana serta ketidakadilan lainnya akibat adanya presidensial treshold.

7. Kepada Presiden RI, agar tidak diam pada situasi seperti ini, berikan kepastian keamanan dan perlindungan Ham pada rakyatnya, jika situasi bentrok terus terjadi, maka sesungguhnya korbannya adalah rakyat, dan presdien harus bertanggungjawab.

8. Komnas Ham segera membentuk Tim Investigasi meninggalnya para pengunjukrasa.

Pada akhirnya kami menghimbau kepada semua pihak agar menghentikan tindakan represif, tindakan kekerasan, apapun alasannya, kekerasan bukan solusi di era demokrasi. Demikian siaran pers ini kami sampaikan sebagai bagian tanggungjawab kita bersama menjaga marwah demokrasi dan Hak asasi manusia.

Hormat kami Alumni LBH – YLBHI

Portal Media Islam Ahlussunnah

UGM Bantah Telah Mencabut Gelar Profesor Amien RaisUniversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membantah telah mencabut gel...
27/05/2019

UGM Bantah Telah Mencabut Gelar Profesor Amien Rais

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membantah telah mencabut gelar profesor Amien Rais. Hanya saja Amien Rais sudah pensiun dari UGM, sehingga status profesor atau guru besarnya hilang.
“Perlu saya tegaskan tidak pernah ada statement UGM mencabut guru besar (Amien Rais),” jelas Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Yogyakarta, Iva Aryani, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (27/5/2019).
Iva menuturkan, tidak mungkin UGM mencabut gelar profesor atau guru besar civitas akademikanya. “Karena guru besar itu kewenangan Kemristekdikti,” tegas Iva yang juga pengajar di Fakultas Filsafat UGM ini.

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membantah telah mencabut gelar profesor Amien Rais. Hanya saja Amien Rais sudah pensiun dari UGM, sehingga status profesor atau guru besarnya hilang. “Perlu saya tegaskan tidak pernah ada statement UGM mencabut guru besar (Amien Rais),” jelas Kepala Bagia...

26/05/2019

Amien Rais, karena Kau Lahir dari Rahim Muhammadiyah

Kau memang hanya manusia biasa. Kau tentu punya kelemahan, dan kau (pasti) juga punya banyak kelebihan.

Kau bersekolah di negeri “kafir” Paman Sam. Kau banyak berinteraksi dengan mereka “kaum kafir”. Namun tak menjadikan kau bagian dari kebanyakan alumni sekolah negeri “kafir” yang cenderung islamophobia. Kau tetap Amien Rais yang lahir dari rahim Muhammadiyah yang proporsional memposisikan Islam dan “kafir”.

Kau berhasil menggerakan aksi menentang kekuasaan otoriter dan bahkan totaliter Orde Baru, di saat orang yang lainnya yang sebayamu diam membisu dan bahkan nyaman menjadi bagian dari kekuasaan yang tiran.

Kau berteriak dengan kencang tentang “suksesi kepemimpinan nasional sebagai keharusan” di kala lainnya diam penuh ketakutan, menghamba dan bahkan menjadi penjilat kekuasaan serta berusaha mempertahankan status quo.

Kaulah manusia “aneh” yang selalu teriak lantang kepada penguasa yang menyimpang. Kau kritisi Soeharto, kau kritisi pemimpin-pemimpin sesudahnya.

Kau memang tak akan pernah membuat nyaman penguasa- penguasa yang lalim dan para komprador di negeri ini.

Kau manusia yang sudah tak punya urat takut, di kala teman sebayaku masih penuh ketakutan. Takut mati, takut tak punya dan dekat dengan kekuasaan, takut miskin.

Kau manusia langka yang rela tidak populer demi prinsip tauhid (politik) yang selama ini kau perjuangkan. Bandingkan sebayaku yang masih terus cari popularitas dan gila hormat dan jabatan.

Kau salah lahir dari rahim Muhammadiyah. Coba kau lahir dari ormas keagamaan lain. Coba kau lahir dari keluarga abangan dan bahkan keluarga PKI sekalipun, kau tak akan pernah di-bully dan dicaci maki secara kasar oleh mereka yang begitu bangga dengan ashobiyahnya.

Kau salah sih lahir dari rahim Muhammadiyah. Kau sepanjang zaman tak akan pernah termaafkan dan selalu dituduh sebagai aktor tunggal pelengseran seorang presiden. Coba kau lahir bukan dari Muhammadiyah, tapi kau lahir dari keluarga santri (yang bukan Muhammadiyah), lahir dari keluarga abangan, lahir dari keluarga non-Muslim, pasti mereka bisa memaafkanmu.

Kau dan siapa pun pasti tahu bahwa ada kekuatan besar yang antusias mendukung pelengseran itu. Kekuatanmu saat itu begitu ringkih. Kau hanya punya 34 kursi. Bandingkan kekuatan lain yang punya banyak kursi di MPR, termasuk militer dan kepolisian.

Kau pasti paham teori kudeta. Selagi militer berada di belakang dan bersama presiden pasti tak akan pernah terjadi kudeta atau pelengseran.

Kau pasti tahu, militer, kepolisian, partai-partai besar saat itu tak lagi berpihak ke presiden. Tapi karena kau Ketua MPR dan berasal dari Muhammadiyah, maka selamanya kau akan dipersalahkan dan tak termaafkan akibat lengsernya presiden.

Kau usianya tidak muda lagi, namun jiwamu tak pernah tua. Jiwa “pemberontak”-mu tiap melihat kebatilan politik, hukum, dan ekonomi selalu muda.

Kau rela dihujat, dicaci, di-bully, bahkan rela dituduh provokator dan makar oleh penguasa, pendukung penguasa, dan mereka yang tengah bermesraan dengan penguasa.

Kau terlalu kritis sih. Coba kau akomodatif dan kooperatif dengan penguasa, pasti kau hidupnya akan selalu aman dan nyaman. Tak akan pernah terjadi ancaman- ancaman pembunuhan kepadamu, termasuk ancaman pembunuhan yang didalangi “jenderal luwak” itu.

Kau sih salah tidak menjadi penjilat atau sekadar bermain aman dalam relasinya dengan kekuasaan. Coba kau menjilat pada kekuasaan, pasti pundi-pundi rupiah dalam jumlah gede akan kau dapatkan. Anak kau juga pasti akan peroleh jabatan empuk di negeri ini.

Kau tahu tidak, bahwa semua yang kau lakukan ini membuat saya dan (yakin) kaum muda lainnya yang gelisah dan prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, iri padamu. Iri padamu Muhammad Amien Rais. Sekian. (*)

Cirendeu, 25 Mei 2019
Kolom oleh Ma’mun Murod Al-Barbasy, Ketua Departemen Organisasi dan Kewilayahan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat.

Address

Jalan Cidurian Baru No 24 Soekarno Hatta
Bandung
42086

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cantiqu Hijab Metro Bandung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share