Sakti Lionie Tour & Travel Batam

Sakti Lionie Tour & Travel Batam Solusi bagi kebutuhan anda Silahkan Kunjungi Website Kami,,,!!! www.saktibisnis.web.id

" Pemerintah Izinkan Penggunaan "Handphone" di Pesawat "JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akhirnya mengizinkan penggunaan...
28/04/2013

" Pemerintah Izinkan Penggunaan "Handphone" di Pesawat "

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akhirnya mengizinkan penggunaan alat-alat elektronik berfrekuensi di pesawat yang sedang terbang. Alat-alat elektronik tersebut misalnya telepon seluler dan televisi serta jaringan internet. Hal tersebut ditegaskan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Muhammad Budi Setiawan di Jakarta, Jumat (26/4/2013).Budi menyatakan hal tersebut sesaat setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti tentang Kerja Sama Pengamanan Spektrum Frekuensi Radio untuk Keperluan Penerbangan."Mulai sekarang, jika ada maskapai yang mengajukan izin untuk itu, langsung bisa," ujarnya.Soal masalah pembayaran pulsa telepon, internet, atau TV akan dibahas kemudian. "Itu nanti persoalan bisnis antaroperator saja. Kita akan bahas nanti," lanjut Budi. Misalnya untuk telepon, akan dikenakan biaya roaming internasional.Sayangnya, izin itu baru bisa diberikan untuk maskapai luar negeri. Maskapai dalam negeri belum bisa mengajukan karena terganjal oleh ketentuan dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.Dalam Pasal 54 Ayat f disebutkan, "Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan pengoperasian peralatan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan". Pasal ini dilandasi kenyataan bahwa frekuensi yang dipakai alat-alat tersebut sama dengan frekuensi yang dipakai oleh pilot dan pemandu lalu lintas penerbangan (ATC). Dengan demikian, penggunaan alat-alat berfrekuensi itu akan mengganggu frekuensi yang dipakai pilot untuk bertelekomunikasi dengan ATC.Misalnya saja, frekuensi handphone berkisar 100 megahertz sampai 2,7 gigahertz dengan kekuatan 30 milliwats. Sementara frekuensi radio yang digunakan oleh pilot dan ATC adalah 118-137 megahertz. Dengan demikian, frekuensi handphone akan bertabrakan dengan frekuensi radio pilot dan ATC.Gangguan yang disebabkan oleh frekuensi handphone itu di antaranya VHF Omnidirectional Receiver (VOR) tak terdengar. Indikator Horizontal Situation Indicator (HSI) juga bisa terganggu. Arah terbang bisa melenceng. Selain itu, sistem navigasi, frekuensi komunikasi, indikator bahan bakar, dan sistem kemudi otomatis bisa terganggu.
Namun, dengan kemajuan teknologi, gangguan frekuensi handphone terhadap frekuensi pesawat bisa diredam. Misalnya, peralatan seperti Swift64 dan SwiftBroadband yang dikembangkan oleh AeroMobile Ltd akan menyambungkan antena dengan satelit komunikasi Inmarsat dan handphone penumpang. Juga ada program eXconnect dengan satelit Ku-band dari Panasonic yang bisa digunakan untuk siaran langsung TV di pesawat.Menurut Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti, saat ini sudah ada dua maskapai penerbangan lokal yang mengajukan izin. "Garuda dan Lion sudah mengajukan izin untuk dapat menggunakan alat-alat tersebut," ujarnya.Karena kemajuan teknologi dan adanya permintaan maskapai dalam negeri tersebut, pemerintah akan mengajukan perubahan Pasal 54 UU Penerbangan kepada DPR. (Angkasa/Gatot R)

AirAsia bongkar strategi bisnisnya kuasai penerbangan IndonesiaMaskapai penerbangan murah atau LCC AirAsia membongkar st...
22/04/2013

AirAsia bongkar strategi bisnisnya kuasai penerbangan Indonesia
Maskapai penerbangan murah atau LCC AirAsia membongkar strategi bisnis yang dijalankan selama ini. AirAsia tergolong cukup sukses menjalankan bisnis di Indonesia. Meski persaingan dengan Lion Air semakin ketat, maskapai ini mampu meraup pendapatan Rp 5,4 triliun. Chief Operating Officer AirAsia Indonesia Ridzki Kramadibrata mencoba membongkar beberapa strategi bisnis yang dijalankan perusahaannya.
Untuk mengejar pendapatan, Ridzki menyebut pihaknya terus melebarkan sayap dengan membuka beberapa rute baru dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Menurutnya, tiket penerbangan murah masih menjadi daya tarik bagi penumpang di Indonesia.
"Bagian strategi kita itu apakah membuka rute tertentu, harga masih paling menarik untuk calon penumpang, dan kita masih akan terus melakukan promo (tiket promo)," ucap Ridzki ketika ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Senin (22/4).
Selain membuka rute dan menjual tiket murah, Ridzki mengklaim pihaknya selalu memberikan service dan layanan serta kenyamanan terbaik untuk penumpangnya. Walaupun demikian, yang paling utama adalah masalah keselamatan atau safety.
"Budaya kita memberikan service yang terbaik kenyamanan dan keamanan. Keamanan menjadi budaya kita karena untuk safety itu adalah utama dan pertama. Kalau bisa keselamatan ini ini nomor nol sebelum nomor satu," ucapnya.
Strategi lainnya adalah meningkatkan On Time Performance (OTP). Dia menilai dengan ketepatan waktu penerbangan, mampu membuat nyaman calon penumpang.
"Kelebihan kita di OTP, kita memberikan on time bagus, operasi kita makin efisien. Lebih banyak dalam sehari. Service level kepada customer sangat inovasi, di luar LCC memberikan makanan dan minuman bervariasi," jelasnya
Saat ini penerbangan LCC di Indonesia cukup beragam, mulai dari AirAsia, Citilink, serta Lion Air. Meski banyak maskapai penerbangan murah tidak membuat AirAsia gentar untuk mencapai target bisnisnya.
"Saya menyambut baik dengan persaingan makin bagus mencoba memberikan service yang terbaik. Kenyamanan terbaik. Semakin banyak kebebasan untuk memilih semakin bagus inovatifnya," katanya.

11/04/2013

Ikuti strategi Garuda, Lion Air akan pasang wifi di pesawat

m.merdeka.com

Maskapai penerbangan nasional tengah berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi penumpangnya. Fasilitas modern pun disiapkan.

Seperti yang dilakukan maskapai penerbangan low price Lion Air. Maskapai penerbangan murah ini seperti tidak kehabisan strategi untuk menguasai pasar penerbangan nasional. Setelah mencuri perhatian dengan aksi bisnisnya membeli 234 pesawat airbus, kini maskapai milik Rusdi Kirana ini mencoba terobosan baru untuk armadanya.

Lion mengikuti strategi Garuda Indonesia memasang fasilitas layanan internet di pesawat. Aksi ini sebagai salah satu strategi menjaring penumpang. Lion Air menggandeng anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Telkomsel untuk mengembangkan layanan sistem komunikasi di udara.

"Kalau dari Lion Air sendiri tinggal menunggu boeing Batik Air saja, minggu depan sudah datang dan sekaligus dipasang wifi. Dan selanjutnya tinggal pihak Telkomsel terkait dengan perizinan dari Indonesia, jadi kita tunggu pihak Telkomsel saja untuk mengurusi masalah ini," ungkap Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana usai MOU Lion Air 'Inovasi In Flight Communication Pertama di Indonesia' di Hotel Sheraton, Tangerang, Rabu (10/4).

Nilai investasi yang disiapkan Lion Air cukup besar. "Sekitar USD 2,5 juta per pesawat kami keluarkan untuk kerja sama dengan Telkomsel ini," kata Rusdi.

Sementara itu, Direktur Sales Telkomsel Masud Khamid berjanji segera merealisasikan kerja sama ini. "Target lebih cepat lebih bagus, triwulan ini bisa dilakukan. Selain itu, kita ada layanan distribusi voucher maupun sim card baik pelanggan domestik maupun internasional dengan menawarkan perdana atau spesial paket kepada mereka," ujarnya.

Dia mengklaim, layanan inovatif hasil kolaborasi Telkomsel dan Lion Air bakal memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Sejalan dengan persaingan di dunia telekomunikasi semakin ketat, Masud juga menyadari perlunya ide atau inovasi dengan pertumbuhan bisnis ke depan yang akan mengarah pada digital mobile lifestyle.

Alasan Lion Air bangun markas di BatamMaskapai penerbangan Lion Air sudah memutuskan membatalkan pembangunan pusat peraw...
11/04/2013

Alasan Lion Air bangun markas di Batam

Maskapai penerbangan Lion Air sudah memutuskan membatalkan pembangunan pusat perawatan pesawat di Manado dan memilih membangun markas di Batam. Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana akhirnya buka suara terkait kepindahan tersebut. Dia punya alasan sendiri.

"Batam mempunyai regulasi yang mudah sedangkan di Manado regulasinya terbatas. Kan yang penting pusat perawatannya terletak di Indonesia," ujar Rusdi usai MOU Lion Air 'Inovasi In Flight Communication Pertama di Indonesia' di Hotel Sheraton, Tangerang, Rabu (10/4).

Penjelasan tersebut sekaligus menepis isu yang sempat beredar bahwa Lion Air dan Angkasa Pura I tidak menemukan kesepakatan dalam pembangunan di Manado sehingga Lion memutuskan kabur ke Batam.

"Ya pokoknya kami batalkan, jangan dengar isu-isu kalau harga perawatan di Manado lebih tinggi, pokoknya pembatalan tersebut hanya pada strategi ekonomi setempat saja," jelasnya.

Rusdi menjelaskan, dari sisi ekonomi dan geografis, Batam sangat strategis. Saat ini, pihaknya tengah mengebut pembangunan pusat perawatan tersebut. "Nantinya pesawat asing kita juga akan dirawat di tempat itu juga," katanya.

Sebelumnya, sempat beredar isu batalnya Lion Air membangun perawatan di Manaro lantaran dalam prosesnya, pihak Angkasa Pura I meminta 51 persen saham kepada pihak Lion.

Bandara Batam sendiri tidak dikelola oleh Angkasa pura melainkan oleh Badan Pengembangan Batam (dulu otoritas Batam)

01/04/2013

Batam - Jakarta
AprIDR.462.000 - 1144.000
MeiIDR.462.000 - 566.000
JunIDR.548.000 - 1144.000
JulIDR.548.000 - 956.000

Batam - Medan
AprIDR.390.000 - 2194.000
MeiIDR.421.000 - 643.000
JunIDR.421.000 - 719.000
JulIDR.356.000 - 719.000

Batam - Padang
AprIDR.258.000 - 1161.000
MeiIDR.345.000 - 1051.000
JunIDR.345.000 - 1132.000
JulIDR.302.000 - 859.000

Batam - Surabaya
AprIDR.658.000 - 1296.000
MeiIDR.702.000 - 1231.000
JunIDR.741.000 - 1801.000
JulIDR.741.000 - 1124.000

Jakarta - Batam
AprIDR.500.000 - 1144.000
MeiIDR.541.000 - 804.000
JunIDR.470.000 - 751.000
JulIDR.621.000 - 1144.000

Surabaya - Batam
AprIDR.756.000 - 1124.000
MeiIDR.851.000 - 1196.000
JunIDR.851.000 - 1384.000
JulIDR.851.000 - 1003.000

PADANG, HALUAN MEDIA — Pesawat Sriwijaya Air SJ 021 tujuan Padang-Jakarta tergelincir dari runway Ban­dara Internasional...
31/03/2013

PADANG, HALUAN MEDIA — Pesawat Sriwijaya Air SJ 021 tujuan Padang-Jakarta tergelincir dari runway Ban­dara Internasional Minangkabau (BIM) saat hendak take off sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (27/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam keja­dian tersebut, namun akibatnya, hingga berita ini diturunkan, BIM sempat ditutup untuk sementara waktu.Seluruh penumpang pesawat Boeing 737-300 yang berisi sekitar 100 penumpang itu dievakuasi dari pesawat. Paras pucat dan shock tampak jelas dari wajah-wajah para penumpang tersebut.“Siapa yang tidak shock, pesawat tiba-tiba keluar dari lintasan,” kata Irwan (40) salah satu penumpang pesawat itu, menampakkan ke­kecewaannya atas kejadian itu. Dia mengakui hampir semua penumpang histeris saat kejadian tersebut. Namun suasana bisa kembali tenang setelah pesawat bisa dihentikan.Informasi yang dihimpun Pusat Informasi BIM mengatakan pesawat tersebut keluar landasan hingga 30 meter di bagian utara landasan. “Sejauh ini belum ada informasi resmi. Kami masih menunggu laporan dari manajemen Sriwijaya. Untuk sementara BIM ditutup, baik untuk penerbangan keluar maupun masuk BIM,” kata Armandoni, petugas informasi BIM ketika dimintai keterangan.Sementara itu, Kepala Dinas Operasional BIM, Hidayat belum bisa memastikan penyebab pesa­wat tersebut keluar landasan. “Kita tidak bisa menduga-duga. Tim masih menyelediki apa penyebabnya hingga keluar jalur,” katanya dihubungi via ponsel tadi malam.Sampai pukul 23.00 WIB, petugas masih berupaya meng­evakuasi badan pesawat dari area landasan bandara. Media yang hendak mengambil gambar, tidak diizinkan masuk ke kawasan tersebut.Kejadian, tergelincirnya pesawat SJ 021 tujuan Jakarta tersebut menyebabkan arus penerbangan dari dan menuju BIM ditutup. Lima penerbangan keluar Padang sejak kejadian tersebut batal berangkat. Yakni rute Padang tujuan Jakarta dan Batam dengan maskapai Mandala, Lion, dan Citilink.Enam penerbangan menuju Padang juga batal berangkat. Yakni dari Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur dan Batam dengan mas­kapai Lion, Garuda Indonesia, Citilink, Mandala, dan Air Asia. Bahkan, satu pesawat dari Jakarta sudah berangkat namun terpaksa kembali, setelah diberi tahu BIM ditutup sementara.Penumpang yang dievakuasi dari pesawat tetap diberangkatkan dengan menggunakan Mandala dan Citilink. “Kita tetap diberangkatkan ke Jakarta malam ini dengan Mandala dan Citilink,” kata Irwan.Dia mengatakan seperti instruk­si pihak Sriwijaya, penumpang yang dievakuasi dari pesawat naas tersebut tetap diberangkatkan menuju Ja­karta dengan maskapai lain. “Tidak ada penambahan ongkos. Yang jelas yang tidak bisa berangkat malam ini ditunda hingga besok,” sebutnya. Mana­jemen Sriwijaya Air belum memberi keterangan terkait penyebab kecela­kaan tersebut. Haluan yang berusa­ha menghubungi pihak Sri­wijaya gagal mendapatkan kon­firmasi.

VIVAnews  - Lion Air tampaknya segera menjadi “singa” sesungguhnya di udara. Di Istana Elysee Paris, Prancis, Senin peka...
25/03/2013

VIVAnews - Lion Air tampaknya segera menjadi “singa” sesungguhnya di udara. Di Istana Elysee Paris, Prancis, Senin pekan lalu, Rusdi Kirana, bos maskapai udara berlogo singa itu tersenyum lebar. Dia berjalan gagah mengapit Presiden Prancis Francois Hollande, bersama Presiden dan CEO Airbus, Fabrice Bregier. Satu kontrak besar, dan juga memukau, baru saja diteken.Lion memesan sekitar 234 pesawat pesawat Airbus jenis A320. Ada 109 pesawat A320neo, 65 pesawat A321neo, dan 60 pesawat A320ceo. Tak disebutkan berapa detil transaksi itu. Sumber yang mengetahui transaksi menyebutkan, satu unit pesawat diperkirakan senilai US$100 juta. Lion memesan 234 pesawat. Jadi, nilainya mencapai US$23,4 miliar, atau hampir Rp225 triliun.Presiden Prancis, Francois Hollande pun sumringah. Kontrak itu bak angin segar bagi Prancis, negeri Eropa yang sedang diterpa krisis ekonomi. Kesepakatan bisnis itu, kata Hollande, adalah kontrak bersejarah antara perusahaan Eropa dengan rekanan bisnis di Asia. Ini juga kontrak paling besar dalam sejarah pembuatan pesawat sipil Airbus.Transaksi Lion Air ini akan memberi berkah Airbus sekitar 5.000 pekerjaan selama 10 tahun. "Ini adalah angka mengesankan bagi industri Eropa, dan juga membuktikan vitalitas industri Indonesia," ujar Hollande seperti dilansir laman Leparisien, Selasa 19 Maret 2013.Tentu saja yang bersorak riang adalah para karyawan Airbus di Toulouse, Prancis. Mereka kembali bergairah. "Ini adalah berita sangat baik untuk Airbus, dan semua karyawan," kata Jean-Francois Knepper, salah satu karyawan Airbus.Tapi meski kontrak itu super mahal, kata Rusdi Kirana, Lion Air Group tak perlu keluar uang sepeser pun untuk pembelian spektakuler A320 itu. Semuanya ditalangi oleh Export Credit Agency (ECA) dari Prancis, Jerman dan Inggris.Airbus pun tak takut pembayaran kredit pesawat akan tersendat. Lion, kata Airbus, adalah salah satu maskapai yang lagi moncer di kawasan Asia Tenggara. "Kami percaya diri, Lion Air tak akan terkena masalah finansial karena punya track record yang baik dalam pembiayaan pesawat," kata juru bicara Airbus lewat wawancara surat elektronik kepadaVIVAnews.Dengan transaksi itu, Lion Air menjadi pelanggan baru Airbus, setelah sebelumnya maskapai itu membeli 230 pesawat dari pabrik Boeing, Amerika Serikat, satu setengah tahun lalu.Langkah Lion Air itu pun dicatat dunia. Centre for Asia Pacific Aviation melansir aksi borong pesawat Boeing dan Airbus ini membuatnya masuk dalam 10 besar maskapai penerbangandengan armada terbanyak di dunia. Dengan pemesanan dari dua produsen pesawat dunia itu, ditambah armada yang sudah ada, Lion Air Group akan memiliki 600 pesawat pada 2025 mendatang.“Lion Air ada pemikiran untuk ekspansi ke kawasan Asia Pasifik dengan membuat perusahaan baru di Thailand, Vietnam dan Australia, mengikuti model Malindo Airways di Malaysia,” kata pengamat penerbangan Dudi Sudibyo kepada VIVAnews.Langkah “gila”Dua tahun silam, gebrakan Lion itu membuat terhenyak dunia penerbangan Indonesia. Sebanyak 230 unit pesawat Boeing berbagai jenis, dengan transaksi sekitar US$14 miliar, dibeli Lion Air pada 2011.Ini adalah kelanjutan kerjasama Lion dengan pabrik pesawat terkemuka Boeing, untuk pembelian 30 pesawat 737-900 ER, yang dipesan maskapai itu sejak 2005. Dikirim bertahap, armada pertama tiba pada 2007 silam. Langkah itu membuat Lion menjadi maskapai pertama di dunia yang memakai Boeing 737-900ER.Jurus “gila” Lion Air membeli Boeing itu juga sempat membuat geger. Kontrak senilai US$14 miliar itu diteken Lion Air-Boeing di Grand Hyatt, Bali. Presiden Amerika Serikat Barack Obama hadir di acara penekenan itu, bertepatan lawatan dia ke Bali untuk acara KTT ASEAN dan KTT terkait.Kerja sama itu tercatat sebagai kesepakatan bisnis terbesar yang pernah dilakukan Boeing. Sebelumnya, rekor dibukukan oleh maskapai Emirates Airlines yang meneken perjanjian kerja senilai US$18 miliar, atau setara Rp161,28 triliun untuk memasok sekitar 50 pesawat.Bagi Obama, kerjasama ini adalah contoh investasi perdagangan, dan peluang komersial di Asia Pasifik. Kontrak itu didukung pemerintah Amerika dan Ex-Im Bank, bank ekspor AS yang mengucurkan kredit kepada Lion Air.Bagi AS, kontrak itu membantu mendongkrak perdagangan mereka yang lagi lesu diterpa krisis ekonomi. Diharapkan transaksi itu bisa membantu menggenjot nilai ekspor AS, dan memberikan pekerjaan bagi sekitar 100 ribu warga Amerika Serikat.Pujian Barack Obama pun mendarat di Lion Air sebagai “maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia”.Pasar yang “gila”Lion Air sepertinya pintar membaca peluang pasar yang menggiurkan. Pertumbuhan jumlah penumpang pesawat di Indonesia memang “gila”. Pada 2008 penumpang pesawat ada sekitar 41 juta orang. Lalu pada 2012, meningkat menjadi 72,4 juta penumpang. Itu terdiri dari 63,6 juta penumpang domestik, dan 8,8 juta penumpang internasional (Lihat bagian 3 Berebut Kelas Menengah di Langit Nusantara).Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, menilai naiknya jumlah kelas menengah menjadi penyebab utama melonjaknya penumpang pesawat. Untuk efisiensi waktu perjalanan, mereka lebih s**a memilih moda transportasi udara.Itu sebabnya, industri penerbangan di Indonesia dengan cepat melangit di Asia. Hampir 50 persen pangsa pasar penerbangan Asean ada di Indonesia. Keadaan ini berbeda di Amerika Serikat dan Eropa, yang pasarnya lagi lesu. Bahkan, maskapai berbiaya murah terbesar di Asia, AirAsia, menilai Indonesia adalah salah satu tambang emas.Hal inilah yang dilirik oleh para produsen pesawat dunia, dari Airbus, Boeing hingga Sukhoi yang juga dikenal dengan produsen pesawat tempur. Mereka mulai jor-joran menawarkan pesawat komersialnya di Indonesia. “Indonesia akan menjadi salah satu kunci utama pertumbuhan perjalanan udara di Asia Pasifik," ujar juru bicara Airbus.Tiap tahun, Airbus menghitung, sedikitnya ada 6,4 persen pertumbuhan penumpang, dan itu akan berlangsung selama 10 tahun ke depan. Akibatnya, permintaan armada pesawat meningkat, baik untuk low cost carrier, ataupun maskapai dengan pelayanan penuh.Dihantui krisis?Sejumlah maskapai pun tak mau ketinggalan momen. Misalnya, maskapai flag carrier, Garuda Indonesia, yang meluncurkan program Quantum Leap 2011-2015. Garuda menerapkan tujuh strategi. Salah satunya, meremajakan armada dengan usia maksimal pesawat 6 tahun pada 2015.Pada 2015 mendatang, jumlah armada Garuda Indonesia akan tembus 194 unit.Seperti AirAsia, maskapai plat merah ini pun meneken kontrak pembelian 11 pesawat Airbus A330-300 disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Istana Negara April 2012 silam.PT Citilink Indonesia, anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk yang bergerak di bidangpenerbangan murah, menggelontorkan investasi hingga US$1 miliar, atau setara Rp9,6 triliun (kurs Rp9.500) untuk memborong 25 pesawat Airbus 320Neo.Maskapai penerbangan murah lainnya, Mandala Airlines, telah memesan 25 pesawat A320 yang akan tiba hingga 2015 mendatang. Per awal Maret 2013 telah mengoperasikan 7 unit A320. Mandala berencana ekspansi besar-besaran dengan membuka berbagai rute baru.Selain dikuasai oleh Airbus dan Boeing, industri penerbangan Indonesia akan diramaikan oleh hadirnya pesawat Sukhoi Super Jet-100. Meski masih dihantui oleh jatuhnya satu pesawat SSJ-100 di Gunung Salak pada Mei 2012, tapi dua maskapai Indonesia, Sky Aviation dan Kartika Airlines, tetap akan membeli pesawat itu.Sky Aviation, misalnya, merogoh saku hingga US$380,4 juta untuk memborong 12 pesawat SSJ-100. Kontrak pembelian dilaksanakan di Internasional Aviation and Space Salon MAKS 2011 di Zhukovsky, Rusia, Agustus 2011 lalu. Satu pesawat telah hadir pada akhir Februari lalu, dan mulai terbang pada 10 Maret 2013 di kawasan timur Indonesia.Kartika Airlines juga akan menerbangkan Sukhoi Superjet 100 pada pertengahan 2013 mendatang. Sejumlah 15 pesawat SSJ 100 dipesan Kartika, dan ada opsi penambahan 15 pesawat lagi. Kartika Airlines yang sempat padam sejak Juni 2010 tampaknya akan menggeliat kembali dengan Sukhoi.Gerak maskapai yang bertumbuh itu, kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti, adalah reaksi wajar dari permintaan pasar. Maskapai Indonesia, kata dia, sudah saatnya masuk ke kancah persaingan global. Pembelian ratusan pesawat baru adalah dalam rangka persiapan itu.Meski begitu, pemerintah terus mengkaji persiapan para operator pesawat. Setidaknya, jangan sampai mereka tak sempat terbang tinggi, karena pailit dililit utang. "Kita akan evaluasi rencana bisnis para maskapai dari segi personil, manajemen dan lain-lain serta kesiapan bandara Indonesia," kata Herry kepada VIVAnews.Namun, dibalik gurihnya industri penerbangan itu, krisis ekonomi global masih tetap menjadi awan hitam. Utang besar di balik pembelian pesawat, dan kompetisi ketat dapat menjadi badai berat bagi maskapai.Tengok pengalaman Batavia Air, pailit karena gagal bayar utang sewa pesawat A330, yang mereka pesan untuk penerbangan haji. “Pasar bisa saja meredup jika krisis ekonomi dunia kembali menguat,” kata pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo.(np

Citilink akan Hentikan Operasional Pesawat BoeingYOGYAKARTA, tribunkaltim.co.id -  Maskapai penerbangan berbiaya murah, ...
17/03/2013

Citilink akan Hentikan Operasional Pesawat Boeing

YOGYAKARTA, tribunkaltim.co.id - Maskapai penerbangan berbiaya murah, Citilink berencana menghentikan operasional pesawat Boeing 737 yang selama ini mereka gunakan.

Selanjutnya, mereka akan menggantinya pesawat baru bertipe Airbus 320s dan serta TuronPropt. Penggantian ini untuk memberikan kenyamanan lebih dan efisiensi operasional perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Indonesia, Arif Wibowo menuturkan, hingga tahun 2017 mendatang, Citilink berupaya menjadi penerbangan terbaik di tanah air. Penggantian pesawat merupakan bagian dari Quantum strategi bisnis Garuda Indonesia yang selama ini menjadi induk perusahaan Citilink.

"Dalam kebijakan Quantum strategi itu, salah satunya adalah mengganti pesawat agar lebih bisa bersaing," ujarnya beberapa waktu lalu.

Awal tahun 2012 yang lalu, jumlah pesawat Citilink hanya 8 buah dan menjadi 21 buah di akhir tahun. Hingga 2016, target top 3 akan disematkan dengan mengganti dengan pesawat yang baru.

Citilink akan mengadakan 70 pesawat Airbus A320s dan 50 pesawat TurboPropt yang dikenal memiliki efisiensi biaya operasional cukup dengan kapasitas penumpang yang maksimal.

Sebagai anak perusahaan dari Garuda Indonesia yang memang diciptakan untuk penerbangan Low Cost Carrier (LCC) atau penerbangan berbiaya murah, sejumlah strategi dilakukan perusahaan.

Meski terbang dengan biaya murah namun Arif menjelaskan, penerbangan Citilink bukan penerbangan murahan. "Artinya kami memang memikirkan efisiensi tetapi bukan berarti mengurangi safety dan kenyamanan penumpang," terangnya.

Strategi penerbangan ekonomis memang diterapkan Citilink diantaranya dengan membidik rute-rute pendek, yaitu rute penerbangan maksimal tiga jam tempuh. Rute dalam negeri menjadi bidikan utama meskipun saat ini sudah ada 16 rute regional ke beberapa negara tetangga, namun Citilink tetap akan memaksimalkan rute lokal.

Citilink juga melengkapi 70 rute lokal yang mencakup Sumatera antara lain Batam, Medan, Lampung, Palembang akan disambungkan dengan kota-kota di Jawa seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo ataupun Jakarta. Sementara Jawa akan menjadi sebuah station tengah barat yang menghubungkan Indonesia bagian timur baik Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi.

"Kalimantan seperti Balikpapan akan kami jadikan station tengah timur yang dijadikan penghubung dengan ujung timur seperti Maluku ataupun Papua," jelasnya.

Pertumbuhan kelas menengah yang cukup tinggi tersebut memang menjadi potensi tersendiri bagi penerbangan LCC. Di tahun kedua setelah Spin Off atau dipisah dari Garuda Indonesia, Citilink akan menargetkan jumlah penumpang sebanyak 7,8 juta orang. Angka tersebut dipandang realistis mengingat potensi yang cukup tinggi serta berkaca pada capaian tahun 2012 kemarin yang telah mencapai 3,2 juta penumpang.

Khusus di Yogyakarta, setelah membuka penerbangan dari Balikpapan ke Yogyakarta, pihaknya kemungkinan besar akan menambah lagi rute dari Yogyakarta. Beberapa bidikan telah disiapkan diantaranya Yogyakarta-Jakarta, Yogyakarta-Surabaya, Yogyakarta-Bali ataupun Yogyakarta-Lombok. Meski pihaknya mengetahui keterbatasan Slot Time dari Bandar Udara Adisutjipto, namun pihaknya optimistis target tersebut akan terlaksana.

"Apalagi kalau rencana operasional penerbangan hingga jam 24.00 WIB direalisasikan, tentu ini menjadi berita bagus bagi maskapai termasuk Citilink," imbuhnya.

Mandala Buka Rute Jakarta-Padang dan Padang-PontianakBesar Kecil NormalTEMPO.CO, Tangerang - Maskapai penerbangan Mandal...
17/03/2013

Mandala Buka Rute Jakarta-Padang dan Padang-Pontianak
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Tangerang - Maskapai penerbangan Mandala Airlines membuka rute penerbangan dalam negeri tujuan Jakarta-Padang dan Padang-Pontianak. Jalur penerbangan domestik ini akan dimulai besok, Jumat, 15 Maret 2013. ”Dalam sehari, ada dua penerbangan,” kata Direktur Komersial Mandala Airlines, Brata, di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 14 Maret 2013.

Penambahan rute penerbangan ini setelah maskapai tersebut mendatangkan pesawat Airbus A 320 terbaru. Menurut Brata, pesawat berbadan besar dengan kapasitas 150 sampai 180 tempat duduk itu berharga US$ 50 juta hingga US$ 80 juta. “Tapi kami memakai sistem leasing,” katanya.

Menurut dia, Mandala siap bersaing dalam bisnis penerbangan dengan tarif terjangkau (low cost carrier), dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Brata mengakui, datangnya pesawat Airbus A 320 yang merupakan pesawat ketujuh milik maskapai itu baru bisa mengakomodasi kebutuhan bisnis penerbangan bertarif murah. “Idealnya memiliki 10-15 armada.”

Mandala, kata Brata, akan memanfaatkan peluang yang masih cukup besar dalam industri penerbangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kata dia, jumlah maskapai penerbangan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, dari 62,3 juta penumpang pada tahun 2011 menjadi 70 juta penumpang pada tahun 2012.

“Mandala siap untuk memanfaatkan peluang tersebut,” katanya. Ia menambahkan, saat ini Mandala sudah memiliki 15 tujuan penerbangan dalam dan luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Bangkok.

Presiden Direktur Mandala Airlines Paul Rombeek mengatakan, saat ini Mandala telah melayani 38 penerbangan setiap hari. ”Dengan tambahan Airbus A320 yang ketujuh ini, kami berharap untuk menerbangi rute-rute baru dalam waktu dekat,” ucapnya.

17/03/2013

Tiket promo dri citilink dri tujuan Batam ke medan,padang,pekanbaru,palembang berlaku (pp),,utk keberangkatan bulan juni dan juli harga IDR 198.000,,pembelian khusus hari ini..
Hub Sakti Lionie Tour &Travel Batam

07/03/2013

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani mengusulkan pemungutan pajak retribusi untuk tiap pesawat yang melintas di Kepri.
"Pajak retribusi untuk pesawat yang melalui kepulauan Riau, asal jangan mengganggu peraturan lain," ujar Muhammad Sani, Kamis (7/3/2013).
Sani menilai, alasan usul pajak retribusi untuk pesawat tersebut karena banyaknya pesawat yang melintas di Kepri. Sani juga berpendapat sejumlah pesawat tersebut banyak yang tidak mendarat tapi hanya memberikan kebisingan di Kepri.
Selain itu Sani juga meminta agar pemerintah pusat memperhatikan infrastruktur transportasi darat dan laut Kota Batam. "Saya pikir transportasi darat, rute integrasi laut untuk ramah lingkungan, karena 200 kapal yang melintasi Batam perlu menjadi perhatian besar," jelas Sani.

07/03/2013

BATAM-Maskapai Swasta Nasional, Lion Air mulai membangun hanggar di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada bagian kiri terminal kargo lapangan terbang yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut.

"Pembangunannya sudah dimulai. Sudah ada tiga blok hanggar yang mulai dibangun," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso kepada Antara di Batam, Rabu (6/3).

Suwarso mengatakan, maskapai Lion Air berencana membangun enam blok hanggar yang akan mampu menampung 12 pesawat tipe Boeing 737-900ER dengan lahan seluas empat hektare.

"Lion mendapatkan alokasi lahan 16 hektare. Namun yang dibangun baru sekitar empat hektare yang merukan alokasi lahan lama," katanya.

Lion menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagai basis penerbangan untuk wilayah barat Indonesia.

Pemilihan Batam sebagai lokasi hanggar Lion untuk wilayah Barat, dikarenakan fasilitas yang terdapat di Bandara Hang Nadim Batam sudah memadai seperti landasan pacu terpanjang di Asean sehingga mampu didarati pesawat-pesawat berukuran besar.

"Letak geografis Batam yang berdekatan dengan Singapuran serta merupakan kawasan Free Trade Zone (FTZ) menjadi faktor penentu juga dipilihnya Hang Nadim Batam," katanya.

Pembangunan hanggar, kata dia, juga untuk menekan biaya operasional perawatan yang dikeluarkan seluruh pesawat Lion yang ada. Selama ini untuk melakukan perawatan dan sebagainya masih menumpang di hanggar milik maskapai lain yang membutuhkan biaya yang lebih besar.

Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan mengatakan ada sekitar 150 hektare lahan di Hang Nadim Batam diperuntukan untuk hanggar dan perawatan pesawat.

Selain Lion, kata dia, sudah ada beberapa maskapai yang mengajukan permohonan lahan untuk pembangunan hanggar dan perawatan pesawat.

"Sudah ada beberapa yang mengajukan permohonan sewa lahan. Namun kami terus mempelajari apakah maskapai-maskapai tersebut serius berinvestasi dan melakukan pembangunan," katanya.

BP Batam tidak ingin memberikan lahan tersebut pada investor yang tidak serius sehingga lahan sulit dialihan untuk pengusaha lain yang serius membangun.(*/hrb)

Address

Ruko Hawaii Garden Blok A No 2 Batam Centre
Batam
29464

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00
Sunday 09:00 - 21:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sakti Lionie Tour & Travel Batam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sakti Lionie Tour & Travel Batam:

Share

Category