27/05/2014
Indonesia boleh berbangga memiliki Pantai Plengkung di ujung timur Pulau Jawa ini. Selain karena keindahan dan kealamian pantai dan hutan yang mengelilinginya, ombak yang sangat tinggi dan berlapis-lapis ini disebut-sebut mampu menyaingi ombak sekelas Hawaii. Wow!
Inilah Pantai Plengkung yang lebih populer disebut G-Land oleh kalangan surfer dunia. Huruf ‘G’ untuk G-Land memiliki arti yang beragam. Ada yang menyebutnya sebagai huruf awal dari kata “Great” karena ombaknya yang luar biasa. “Green”, karena lokasinya dekat dengan hutan hujan tropis tua TN Alas Purwo atau ‘G’ untuk awal huruf kata ‘Grajagan’, nama pantai tempat berlabuhnya kapal-kapal wisatawan untuk mencapai Plengkung.
Memiliki ombak raksasa yang datang susul menyusul sebanyak 7 lapis dan bersusun “go to the left” membuatnya cocok ditunggangi peselancar kidal. Selain itu gulungan ombak di G-Land baru pecah setelah 1 hingga 2 km dengan ketinggian sekitar 4-6 meter dalam interval 5 menit. Kondisi tersebut membuat membuat peselancar
professional dapat menikmati gulungan ombak lebih lama dan panjang.
Sepertinya julukan “the seven giant waves wonder” yang diberikan oleh peselancar asing tidaklah berlebihan. Maka tak heran bila Plengkung menjadi salah satu spot surfing terbaik di dunia dan menjadi surga bagi para surfer professional. Bahkan, Plengkung sudah lima kali menjadi tuan rumah ajang surfing internasional. Keren!
Selain di Plengkung, hanya di Hawaii, Australia, dan Afrika Selatan saja yang memiliki ombak menantang seperti itu. Ombak Plengkung sendiri adalah nomor dua setelah di Hawaii. Jika di Hawaii memiliki ombak terus menerus sepanjang tahun, puncak ombak di Plengkung hanya ada di sekitar bulan April hingga Agustus.
Nah, Anda yang baru menjadi peselancar pemula atau bahkan tidak bisa berselancar sama sekali tidak perlu ragu juga untuk mendatangi G-Land ini. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda nikmati selama berada di tempat ini karena pemandangan alam kawasan ini sangat menawan dan luar biasa.
Pagi hari setelah sarapan, travelers dapat berjalan-jalan menyusuri pantai pasir putih Plengkung. Pasirnya yang sangat putih seperti butiran kristal membuat kaki Anda terbenam menginjaknya. Setelah itu Anda bisa menyaksikan para surfer terjun ke laut untuk memulai atraksi mereka yang luar biasa. Anda bisa membawa teropong untuk dapat melihat lebih jelas dan menggunakan lensa binocular jika ingin mengabadikan aksi mereka. Spektakuler!
Pantai Plengkung dapat dicapai lewat jalan darat dari Kota Banyuwangi, atau jalan laut dari Pulau Bali. Perjalanan darat membutuhkan waktu 2-3 jam berkendara dari Kota Banyuwangi untuk sampai di gerbang pertama TN Alas Purwo yang berada di Kecamatan Tegaldlimo.
Selanjutnya, Anda harus melintasi hutan dari gerbang pertama ke Pos Rawabendo dengan menggunakan mobil jeep yang bisa disewa dari TNAP dengan tarif sekitar 130 ribu rupiah pulang pergi. Sampai di gerbang Pantai Plengkung, perjalanan disambung dengan berjalan kaki sejauh 200 meter menuju pantai.
Jika perjalanan darat bisa ditempuh selama 4-5 jam, maka perjalanan laut bisa ditempuh lebih singkat. Dari Kuta Bali hanya perlu waktu 2 jam, namun tarif yang ditawarkan lebih mahal sekitar 125 dollar AS per orang.
Untuk menginap tersedia beberapa resort bertarif dollar di sekitar Pantai Plengkung atau menyewa wisma milik TNAP yang letaknya agak jauh dari Plengkung. Jika di Bobby,s Camp atau Joyo’s Camp tarifnya rata-rata bisa 100 dollar AS setiap harinya, di Wisma TNAP yang berada di Rawabendo, tarif kamarnya hanya 100 ribu rupiah.
Yuk, nikmati sensasi laut dan pantai serta hutan sekaligus saat berada di G-Land ini.