13/08/2015
20150812_114604_resized
Share Tweet + 1 Mail
Baturaja – Setelah melalui berbagai tahapan sebelumnya, akhirnya Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, membangun museum purbakala terbesar nomor dua di Indonesia, yang berlokasi di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.
Desa Padang Bindu yang memiliki peninggaalan prasejarah selama 5 tahun terakhir menjadi pusat kajian ilmiah manusia purbakala, setelah ditemukannya kerangka manusia di Gua Harimau sekitar kawasan Oyek Wisata Gua Putri yang diperkirakan berusia 4.000 tahun.
Alhasil, proses penelitian dari tahun ketahun akhirnya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan Prof Kacung Marijan, Rabu (12/8) meletakkan batu pertama sebagai awal untuk dimulainya pembangunan museum.
Menurut Kuncung, tidak semua daerah di Indonesia, memiliki peninggalan sejaran seperti di Kabupaten OKU. Yang tergolong unik dan lebih tua, yang menjadi asal muasal dari daerah lain.
“Manusia di sini sudah ada sejak 4.000 tahun lalu. Bahkan, mereka (manusia purba) dari daerah ini, tersebar ke kawasan asia pasifik. Mereka ini juga, merupakan cikal-bakal lahirnya bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Menurut dia, di Indonesia baru ada dua museum manusia purbakala, yakni Museum Sangiran yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah, lalu di OKU ini. Di Museum Sangiran, terdapat 50% lebih kerangka manusia purba. Sebagian besar untuk sekian persennya ada di OKU.
“Memang, kawasan purbakala di daerah ini setahu saya belum masuk sebagai c***r budaya. Tapi ini, akan kita perjuangkan sehingga benar-benar mendapat perhatian khusus dan menjadi kawasan penelitian bukan hanya di Indonesia, melainkan dunia,” ujar Kacung.
Lanjut dia, mengenai anggaran untuk pembangunan Muse20150812_105239_resizedum Situs Purbakala Gua Harimau tersebut, pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk tiga tahun anggaran. Yang akan di kucurkan secara bertahap.
“Pembangunan tahap pertama di 2015 ini, dikucurkan Rp10 miliar. 2016 juga kembali dikucurkan Rp10 miliar. Kemudian, penuntasannya di tahun 2017. Jadi memang pembangunan ini, akan dilakukan tiga tahap,” jelasnya, sembari berharap untuk peresmiannya kelak dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, atau minimal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain itu, ia juga meminta kepada Pemkab OKU,...