13/01/2026
*LURUSKAN NIAT ZIARAH KE MASJIDIL AQSHO’*
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Untuk peserta Wisata Religi Ziarah Akhir Zaman, biasanya saya selalu meminta pada travel penyelenggara untuk memberikan Taklimat. Hal ini penting agar semua peserta mendapatkan manfa'at yang maksimal dari perjalanan wisata Religi ini sesuai dengan firman Allãh SWT di dalam Al Qur-ãn :
_*DIA-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan*_ ( QS Al Mulk 67 : 15 ).
_*"Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat dari orang² yang berdosa"*_. ( QS An Naml 27 : 69 )
Yang *utama* dan *Terutama* adalah satukan niat sebagaimana hadits Rosulullãh SAW
*إِنَّمَاالأعْمَالُ بِنِّـيَّاتِ*
_*”Sesungguhnya amalan seseorang tergantung pada niatnya”*_ ( HR Bukhori No.1 dan Imam Muslim No. 1907 )
Kalau niat melakukan sesuatu dengan fikiran Positf ( *Husnu-zhon* ), maka InsyaaAllãh dia akan mendapatkan *Pahala Kebajikan* dari Allãh SWT. Sebaliknya bila melakukan suatu perbuatan dengan fikiran Negatif ( *Su’uzhon* ) bisa jadi dia tidak akan mendapatkan pahala apa-apa dari Allãh SWT.
Khusus untuk peserta Wisata Religi *niat utama dan pertama* adalah melaksanakan anjuran dari Rosulullãh SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim
_*”Janganlah memaksakan kehendak untuk melakukan suatu perjalanan kecuali menuju 3 Masjid yaitu Masjidil Harom, Masjidku ini ( Masjid Nabawi ) dan Masjidil Aqsho”*_
Dan pahala yang di dapatkan dari saran Rosulullãh SAW ini adalah :
_*”Sholat di Masjidil Harom lebih utama 100.000 kali lipat daripada sholat di masjid² lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama 1.000 kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsho’ lebih utama 500 kali lipat”*_ ( HR Ahmad dari Abu Darda / Abu Dzar )
Tetapi ketika Siti Maemunah ( seorang pembantu Nabi SAW bertanya ) tentang manfaat ziarah ke Masjidil Aqsho’ , Nabi SAW menjawab :
_”Bumi tempat bertebaran dan berkumpul. Datangilah ia ( Masjidil Aqsho’ ) dan sholatlah di dalamnya, karena sesungguhnya sholat di dalamnya seperti *1.000 kali sholat* dari sholat di tempat lain”_ ( HR Ahmad )
Melalui Hadist Riwayat Imam Ahmad ini bisa kita ambil satu kesimp**an bahwa ternyata pahala sholat di Masjidil Aqsho’ bagi kaum Wanita besarnya 2 kali lipat dari pahala yang didapatkan oleh seorang pria. Hal ini bisa dimaklumi karena perjalanan jauh bagi seorang wanita ( apalagi di zaman Nabi ) merupakan hal yang cukup berat.
Dan niat yang kedua adalah melakukan perjalanan *jihad fii Sabilillah* untuk membantu saudara² kita di Palestina yang sedang terjajah, khususnya dalam soal memberikan dan berbagi rezeqi untuk mereka.
Saudara² kita di Palestina sumber utama untuk menopang kehidupan mereka adalah hanya dari sektor Pariwisata saja. Karena kita akan tidur di hotel² mereka, makan di restoran² mereka, pakai kendaraan sewaan dari mereka, beli cindera mata dari mereka dan memakai Tour Guide dari saudara² muslim kita orang Palestina. Banyak juga yang sengaja memasukkan infaq shodaqoh di kotak amal yg ada di dalam Kompleks Masjidil Aqsho’. Orang² Palestina walaupun sulit secara ekonomi, tetapi tidak akan pernah kita menemukan seorang pengemis pun disana.
InsyaaAllãh dengan niat tersebut diatas, masih ada lagi pahala dari Allãh SWT sebagaimana janji dari Rosulullãh SAW dalam hadits yang dirawayatkan oleh Tobroni yang bersumber dari Abu Huroiroh r.a
_” Barang siapa menghidupkan sunnahku ditengah kerusakan umatku, maka baginya pahala ( setara dengan) 100 mati syahid ”_
MaasyaaAllãh. Para sahabat dulu untuk mendapat 1 pahala mati syahid saja, harus merasakan dulu tebasan pedang dari kaum kafir dan kehilangan nyawa, sementara kita yang hidup di zaman sekarang yang sudah mulai rusak Aqidahnya, cukup hanya dengan menjalankan 1 saja sunnah Nabi SAW, maka akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala 100 mati syahid. Allãhu Akbar !!!
Untuk masuk ke satu negara , sudah umum bahwa kita harus membayar Visa masuk ( Exit – Permit ) . Begitu p**a ketika kita akan ziarah ke Masjidil Aqsho’ yang berlokasi di Negara Palestina. Tetapi kita harus membayar visa masuknya sebesar $15 kepada pihak Imigrasi Israel, karena Negara Palestina ada dibawah kendali Pemerintah Israel. Bagi yang tidak mau karena mereka berfikir bahwa uang itu itu akan dipergunakan untuk membantai Penduduk Gaza, maka kita kembalikan niat kita kepada 2 hal diatas yaitu *Niat untuk menghidupkan Sunnah Rosulullah SAW* dan *membantu perekonomian Saudara² kita di Palestina*. Untuk informasi , Negara Palestina termasuk Negara pertama yang mengucapkan dukungan Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus 1945.
Uang untuk membayar Visa exit permit ke pihak Israel, kita anggap sebagai *jihad harta* untuk bisa sampai ke Masjidil Aqsho ‘. Itulah niat kita.
_” Sesungguhnya orang² yang beriman itu hanyalah orang² yang percaya (beriman) kepada Allãh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka *berjuang (berjihad) dengan harta* dan jiwa mereka pada jalan Allãh. Mereka itulah orang-orang yang benar ”_.
InsyaaAllãh dengan niat-niat seperti itu, Allãh SWT dan Rosulullãh SAW me-ridho-i perjalanan kita ke salah satu tempat yang direkomendasikan oleh Rosulullãh SAW untuk kita ziarahi.
Adapun kendala dan ke-khawatiran dari muslim di Indonesia yang berprasangka bahwa uang yang kita bayarkan untuk visa masuk Israel sebagian akan dipergunakan untuk biaya perang di Gaza , kurang pas dengan logika.
*Penjabarannya seperti berikut :*
Turis muslim dari Indonesia yang ziarah ke Masjidil Aqsho’ per bulan kira kira 1.000 orang ( jumlah terbanyak ). Berarti jumlah dollar yang masuk hanya sekitar $15.000 per bulan. Jumlah itu relative kecil dan hanya untuk Salary seluruh petugas Imigrasi Israel saja ( mungkin juga termasuk biaya operasional dan pemeliharaan kantor Imigrasi di perbatasan ). Berbeda dengan produk² buatan Israel yang konsumennya adalah orang² di seluruh dunia yang jumlah konsumennya bisa sampai milyaran orang. Wajar saja kalau Pajak penjualan ( PPn ) produk tadi dipergunakan untuk pembelian peralatan perang dan biaya personal para prajuritnya. Jadi kalau banyak umat muslim mem-boikot produk² buatan Israel, bisa difahami sikap boikot dari mereka.
Abdullãh bin Umar r.a. mengatakan :
_*"Baitul Maqdis adalah tempat para Nabi dan tempat berkumpulnya para Nabi (124.000 orang) dan para Malaikat untuk beribadah. Tidak ada sejengkal pun tanah di tempat itu yang tidak dipakai untuk sholat oleh para Nabi atau para Malaikat "*_
Kalaulah Para Nabi dan Para Malaikat Bumi meluangkan waktu untuk sholat berjama’ah di Masjidil Aqsho’ dan di imami oleh Rosulullãh SAW, apa yang memberatkan kita untuk juga sholat disana ketika kita telah diberikan kelebihan rezeqi untuk bisa ziarah kesana ?
Itulah materi Taklimat yang saya berikan sebagai pembekalan bagi setiap calon peserta yang akan melakukan Wisata Religi Ziarah Akhir Zaman ke Masjidil Aqsho’
بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ