22/08/2017
SINDROM METABOLIK
Sindrom metabolik adalah "sekumpulan faktor resiko" yang berbahaya untuk terjadinya serangan jantung (IDF ;International Diabetes Federation)
Sekumpulan faktor resiko?
Iya sekumpulan, karena beberapa faktor berikut saling kait mengait untuk terjadinya Sindrom Metabolik.
Obesitas Abdominal (perut gendut), peningkatan kadar trigliserida, rendahnya kadar cholesterol HDL, peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar glukosa puasa.
Obesitas abdominal (perut gendut); penumpukan lemak sekitar perut dan pinggang. Lingkar perut pria jangan lebih dari 90cm, lingkar perut wanita jangan lebih dari 80cm. Kenapa obesitas abdominal bukan obesitas menyeluruh?
Iya, karena penumpukan lemak di perut lebih aktif untuk dilarutkan dalam peredaran darah dan di masukan ke hati yang di simpan sebagai glukosa atau gula, yang kemudian dilarutkan lagi peredaran darah. Kl berlebih bisa terjadi peningkatan gula darah.
Trigliserida bagian dari lemak darah, kadarnya jangan melampaui 150 mg/dl. Biasanya meningkat karena pola asupan yang manis dan pola hidup kurang bergerak.
HDL cholesterol yang baik, dia membantu melarutkan lemak rusak pada dinding pembuluh darah yang akan di perbaiki di hati atau dibuang. Makanya kadarnya di harapkan lebih tinggi dari 50mg/dl untuk pria dan lebih dari 40mg/dl untuk wanita.
Tekanan darah diharapkan tidak lebih dari 130/85 mmHg, agar tidak masuk dalam faktor sindrom metabolik.
Kadar gula darah puasa di ukur setelah berpuasa 10 sd 12 jam. Karena tidak ada asupan gula saat berpuasa, gula di suplai oleh hati sebagai cadangan energy. Jd kl di hati menumpuk banyak kadar gula dapat menyebabkan gula darah puasa meningkat.
APAKAH KITA MASUK OBESITAS ABDOMINAL? coba ukur lingkar perutnya hehehe....
Semoga bermanfaat...