19/02/2016
MENGATASI ANAK S**A JAJAN
Anak sebagai buah hati orangtua memang memberikan kebahagiaan dalam kehidupan berkeluarga. Yang menjadi masalah dalam kebahagiaan ini adalah bila orangtua terlalu memanjakan anak sampai memberikan uang jajan yang berlebihan atau mengabulkan semua keinginan anak untuk jajan.
Bukan kebahagiaan yang didapat, tapi anak akan berpola hidup konsumtif. Faktor Anak S**a Jajan Bagi orangtua yang berekonomi menengah ke atas, tentu tidak masalah jika anaknya hobi jajan. Tapi, bagi mereka yang berpenghasilan tidak seberapa tentu akan menjadi masalah. Uang jajan yang dikasih akan dirasa tidak cukup untuk memenuhi keinginan jajannya. Ada beberapa faktor mengapa anak s**a jajan diluar.
1. Kebiasaan anak jajan di luar rumah mungkin saja, karena apa yang disajikan di rumah tidak menarik baginya. Dalam beberapa kasus yang kami temukan di lapangan, anak jajan di warung karena dia merasa bosan dengan sajian atau menu yang ada di rumah.
2. Kebiasaan mengemil. Bila di rumah sering kali mengemil dan makanan yang dia s**a tidak ada, maka anak akan pergi ke warung untuk mencari makanan pengganti untuk cemilannya.
3. Orang tua yang royal belanja. Anak meniru sifat orangtua yang s**a berbelanja makanan. Ditambah bila orangtua jarang memasak dirumah untuk anak akan memberikan cukup alasan bagi anak untuk mencari jajanan diluar.
4. Cukup uang untuk jajan. Orang tuanya terbiasa memberikan uang yang cukup banyak pada anak dan gampang menuruti keinginan anaknya untuk jajan. Mengatasi anak yang s**a jajan tidaklah gampang, apalagi bila itu terpola cukup lama.
Dibutuhkan ekstra kesabaran untuk mengurangi nafsu jajan si anak. Tambah lagi dengan adanya pihak lain seperti paman, tante, atau tetangga yang s**a memberikan uang jajan kepada anak supaya mereka bisa dekat dengan anak. Ini secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada anak untuk berlaku konsumtif.
Cara Mengatasi Tidak ada kiat jitu untuk mengatasi anak yang kecanduan jajan. Mungkin beberapa mas**an di bawah ini bisa digunakan oleh para orangtua.
1. Membatasi jajanan anak. Jajanan di luar tidak selamanya menjamin kesehatan. Perlu disosialisasikan bahwa makanan bergizi lebih baik dari pada makanan yang menarik mata untuk sesaat.
2. Memberikan uang jajan sepantasnya buat anak. Jangan biasakan anak berlaku boros. Kalau bisa bekerjasama dengan pihak sekolah atau pengasuh lain yang dirumah untuk mengawasi jenis jajanan yang dijual. Bila anak mau jajan arahkan untuk jajan makanan yang sehat
3. Usahakan membuat panganan sendiri yang sederhana setiap hari dan bisa dibawa anak ke sekolah atau sebagai bekal pengganti anak untuk tidak jajan sembarangan
4. Bila anak menonton televisi, orangtua bisa mendampingi dan menjelaskan tayangan iklan beragam makanan. Bila anak bertanya itu menjadi sarana yang pas untuk berdialog tentang dampak buruk bila sering jajan sembarangan.
5. Arahkan anak untuk bisa menabung uang jajannya dan berikan motivasi untuk membeli sesuatu yang berguna bagi pendidikannya atau untuk kesehariannya.
6. Orangtua harus menjadi contoh hidup. Jangan s**a menjadikan supermarket sebagai tempat hiburan bagi anak. Kasihan anak sudah melihat tapi tidak membeli. Kalau boleh ajak ke perpustakaan atau toko buku sebagai tempat hiburan agar mereka gemar membaca.
Sumber: edukasi.kompasiana.com