Taman Nasional Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate Taman Nasional Taka Bonerate merupakan kawasan terumbu karang atoll seluas 220.000 Ha. Kawasan ini d

Kawasan ini diidentifikasi sebagai atoll terluas di Asia Tenggara, dan ketiga terluas didunia setelah atoll Kwajifein di Kepulauan Marshall dan atoll Suvadiva di Maldiv

11/05/2026

Disela- sela rutinitas Pekerjaan, Kita nyantai, pantai dan ngeSunset dulu 🌿🐠🐬🦈🏖

Video: Mimin 😎

10/05/2026

Mahasiswa Unhas Mengabdi di Tarupa: Mengajar, Bersih Pantai, hingga Identifikasi Vegetasi

Tarupa, 8 Mei 2026 – Sebanyak tujuh mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian di Resort Tarupa. Berlangsung sejak 3 hingga 8 Mei 2026, program ini padat dengan aktivitas edukasi dan konservasi.

Hari pertama, para mahasiswa tiba dan langsung dikenalkan dengan kondisi wilayah.

Keesokan harinya, mereka melapor ke sekolah-sekolah. Awalnya, rencana mengajar di SD Tarupa harus batal. Pasalnya, siswa SD tengah menghadapi ujian. Tak patah semangat, mahasiswa Unhas pun mengalihkan fokus ke SMP Tarupa.

Selain itu, mereka memantau area perairan. Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat setempat, mitra WCS, dan Matirotasi.

Setiap sore, ada rutinitas yang hangat. Para mahasiswa belajar dan mengaji bersama anak-anak Tarupa di taman belajar SPTN Wilayah I. Kegiatan ini berlangsung selama mereka berada di sana.

Memasuki tanggal 5 hingga 7 Mei, jadwal semakin padat.

Tim mengajar di SMP Tarupa berlangsung tiga hari. Materi yang disampaikan mencakup konservasi. Hari terakhir mengajar ditutup dengan aksi bersih pantai. Warga dan siswa SMP turut serta.

Di sela-sela itu, mahasiswa juga melakukan identifikasi vegetasi dan inventarisasi keanekaragaman hayati (kehati) di Pulau Tarupa.

Hari terakhir, 8 Mei 2026, suasana terasa haru. Sebelum dijemput tim resort Rajuni untuk melanjutkan kegiatan ke lokasi berikutnya, mereka masih sempat belajar dan mengaji bersama anak-anak Tarupa.

Sebuah pengabdian singkat, namun sarat makna.
----
Teks & Video: - Kontributor/ PEH SPTN Wilayah 1 Tarupa
Editor: - Humas/PEH Ahli Muda

06/05/2026

Menanam Cemara Laut, Menjaga Pesisir Rajuni

Rabu, 6 Mei 2026 – Sebuah kegiatan penanaman intensif digelar di Resort Rajuni Desa.

Pohon cemara laut dipilih sebagai jenis tanaman utama.

Personil Resor Rajuni turun langsung ke lapangan. Mereka tak sendiri. Mitra WCS dan tim puskesmas Desa Rajuni ikut ambil bagian.

Bersama, mereka menanam. Bersama, mereka menjaga pesisir.

Kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Harapannya, pohon-pohon ini kelak menjadi benteng alami dari abrasi.

Dari Rajuni, untuk alam yang lebih hijau.
----
Teks & Video: .sywlh - Kontributor/ PEH Resor Rajuni SPTN Wilayah 1 Tarupa
Editor: - Humas/ PEH Ahli Muda
----

Bayangkan kalau rumah kita tiba-tiba kehilangan atap, dapur, dan sumber listrik sekaligus.Itulah yang terjadi pada terum...
04/05/2026

Bayangkan kalau rumah kita tiba-tiba kehilangan atap, dapur, dan sumber listrik sekaligus.

Itulah yang terjadi pada terumbu karang saat coral bleaching melanda.

Beginilah krisis ekologis ini bekerja secara diam-diam:

1. Dulu, karang dan alga hidup seperti teman sekamar yang saling menguntungkan.
Alga Zooxanthellae—si mikroskopis hijau—tinggal di dalam jaringan polip karang. Dia memberi warna dan 90% kebutuhan nutrisi. Karang balik memberi tempat tinggal.
2. Lalu laut memanas drastis karena perubahan iklim.
Polip karang stres. Merasa “diganggu”, dia melakukan hal yang bunuh diri secara perlahan: mengusir alga itu keluar.
3. Yang tersisa hanyalah kerangka putih rapuh.
Tanpa alga, karang kehilangan sumber makanan dan warna. Dia masih hidup, tapi perlahan mati kelaparan.

Dampaknya? Bukan cuma pemandangan bawah laut yang kehilangan keindahan.

· Biodiversitas runtuh. Ribuan spesies ikan kehilangan rumah dan tempat berlindung.
· Rantai makanan putus. Ikan kecil kehilangan sumber makan, predator besar ikut kelaparan.
· Ekonomi pesisir terancam. Nelayan gagal panen, wisatawan pergi. Pendapatan daerah ambruk.

Karang bukan sekadar batu cantik. Dia adalah kota bawah laut yang menopang kehidupan.

Dan alarm alam sudah berbunyi keras:
Laut kita tidak baik-baik saja.
Pertanyaannya, apakah kita masih mau tutup mata?*
-----

"Guru bicara tentang masa depan, Alam menjawab dengan napasnya. Di Hari Pendidikan Nasional,Mari ajarkan:Cerdas tanpa hi...
01/05/2026

"Guru bicara tentang masa depan, Alam menjawab dengan napasnya. Di Hari Pendidikan Nasional,Mari ajarkan:Cerdas tanpa hijau adalah buta, Hijau tanpa didikan akan lupa."
----
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional
---



Hak atas pekerjaan layak tak bisa dipisahkan dari hak atas lingkungan hidup yang sehat. Selamat Hari Buruh untuk para pe...
01/05/2026

Hak atas pekerjaan layak tak bisa dipisahkan dari hak atas lingkungan hidup yang sehat.
Selamat Hari Buruh untuk para penjaga rumah kita bersama.
-----
1 Mei 2026
-----

30/04/2026

Resor Tarupa bersama MMP (Masyarakat Mitra Polhut) menggelar operasi Smart Patrol selama enam hari, sejak 25 hingga 30 April 2026.

Tim menyisir sejumlah titik penting. Mulai dari perairan Tarupa Kecil, Tarupa Besar, Belang Belang, hingga Tinabo dan Taka Latondu.

Hasilnya? Puluhan kapal nelayan terpantau beraktivitas.

Di hari pertama, tim menemukan dua perahu pancing, dua perahu gurita, satu kapal panges, dan dua kapal jaring samba. Hari berikutnya, giliran tiga kapal pancing ulur serta dua kapal pencari gurita yang dijumpai.

Tak berhenti di situ. Pada hari ketiga, aktivitas nelayan makin ramai: empat kapal pancing dan lima kapal gurita. Dua kapal bubu asal Polassi juga ikut diperiksa.

Selanjutnya, Rabu (29/4), tim mencatat tiga kapal pancing ulur, tiga kapal pencari gurita, satu perahu jaring tendro dari Rajuni Besar, serta satu kapal penampung ikan hidup bernama KM Dolphin asal Sinjai.

Hari terakhir, Kamis (30/4), patroli menyisir Tarupa Besar, Taka Gantarang, Taka Lamungan, dan Tinabo Besar. Satu kapal jaring tendro asal Rajuni, tiga kapal pencari gurita, dan satu kapal samba turut terdata.

Selama operasi berlangsung, tim juga sempat melihat burung dara laut.

Tidak satu pun pelanggaran ditemukan. Semua kapal diperiksa dan dinyatakan aman.
----
Foto & Video: - Kontributor/ PEH SPTN Wil.1 Tarupa
Editor: - Humas/ PEH Ahli Muda
----

27/04/2026

Lanjutan cerita keseruan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyuluh Kehutanan dan Pendamping Desa Taman Nasional Taka Bonerate..

Video Praktek Pendampingan di Kampung Nelayan Padang Kepulauan Selayar

Video : - Kontributor/ PEH Resor Latondu SPTN Wilayah 1 Tarupa
Editor: - Humas/ PEH Ahli Muda




Address

Benteng
92812

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+6241421565

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taman Nasional Taka Bonerate posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Taman Nasional Taka Bonerate:

Share