29/08/2016
Jaga Kesehatan Jemaah Haji, tim Sanitasi dan Surveillance Uji Kelayakan Menu Katering
Madinah (Sinhat)--Salah satu pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia adalah kelayakan dan kesehatan menu katering. Pengawasan ini penting agar kebersihan makanan bagi jemaah haji tetap terjaga.
"Tujuan kami adalah agar katering yang didistribusikan kepada jemaah haji layak dikonsumsi," kata Kepala Sub Seksi Sanitasi dan Surveillance, Klinik Kesehatan Haji Indonesia, Daker Madinah, Nirwan Andi Paewan, di Madinah, Kamis (25/08/2016).
Nirwan menjelaskan, hingga saat ini, tim sudah mengambil sekitar 900 sampel katering untuk diuji. Pengujian dilakukan dengan mengambil masing-masing 10 gram untuk lauk, sayuran, maupun nasi dalam satu boks katering.
Sampel lauk, sayuran, dan nasi itu selanjutnya dihaluskan dengan cairan pelarut. Setelah dihaluskan, kemudian diteteskan dalam media kertas penguji untuk selanjutnya dieramkan selama 1x24 jam.
Makanan dikategorikan layak dikonsumsi jika pada media kertas sampel yang sudah dieramkan tidak muncul warna ungu. "Tapi kalau muncul warna ungu, berarti ada bakteri," tutur Nirwan.
Selain pengujian sampel makanan, Nirwan melanjutkan, tim Sanitasi dan Surveillance juga mendatangi langsung perusahaan katering. Tim menguji peralatan masak yang digunakan setiap dua hari sekali.
Jika hasil pengujian menunjukkan angka lebih dari nilai yang ditentukan, peralatan harus dibersihkan atau diganti. Selain itu, perusahaan katering langsung ditegur.
Nirwan menambahkan, upaya yang dilakukan timnya itu semata untuk menjaga kesehatan para jemaah haji. Sebab, salah satu faktor penting layanan bagi jemaah haji Indonesia adalah memberikan asupan makanan bersih dan sehat.
Untuk itu, pengujian mengenai cita rasa, bau, dan juga kualitas serta kebersihannya sangat penting dilakukan. Bagi perusahaan katering, menurut Nirwan, upaya ini sangat membantu untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan makanan yang disajikan kepada jemaah haji. (ha/ha)