06/12/2017
Umroh Dan Haji
Ibadah Wajib Dan Tarbiyah Yg Melahirkan Ummat Terbaik
1-Mu’jizat Panggilan Haji dan Umroh Via Nabi Ibrahim as:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ [الحج:٢٧]
Dan Berserulah Kepada Semua Manusia Untuk Mengerjakan Haji, Niscaya Mereka Akan Datang Kepadamu Dengan Berjalan Kaki, Dan Mengendarai Unta Yang Kurus Yang Datang Dari Segenap Penjuru Yang Jauh.
2-Contoh Nabi Muhammad saw,Dalam Memenuhi Panggilan Haji Dan Umroh:
قَالَ ابْنُ عُمَرَ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ.(صحيح البخاري)
Sahabat Ibnu Umar ra Berkata: “Nabi saw Telah Menunaikan Ibadah Umroh Sebelum Menunaikan Ibadah Haji”.Kitab Shahih Bukhori.
عَنْ قَتَادَةَ، سَأَلْتُ أَنَسًا رضى الله عنه كَمِ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَرْبَعٌ عُمْرَةُ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، حَيْثُ صَدَّهُ الْمُشْرِكُونَ، وَعُمْرَةٌ مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، حَيْثُ صَالَحَهُمْ، وَعُمْرَةُ الْجِعْرَانَةِ إِذْ قَسَمَ غَنِيمَةَ أُرَاهُ حُنَيْنٍ. قُلْتُ كَمْ حَجَّ قَالَ وَاحِدَةً.- رواه البخاري.
Dari Qotadah,Saya Bertanya Kepada Sahabat Anas Ra,Berapa Kali Nabi Saw Menunaikan Ibadah Umroh ? Beliau Menjawab: “Empat Kali Umroh,1-Umroh Perjanjian Hudaibiyyah Dibulan Dzul Qo’dah,Saat Dihadang Oleh Orang-Orang Musyrik,2-Umroh Tahun Berikut Nya Dibulan Dzul Qo’dah,Sesuai Kesepakatan Sebelumnya,3-Umroh Dari Ji’ronah, Ketika Beliau Membagi-Bagikan Ghanimah (Harta Rampasan Perang). Aku Menduga Yg Dimaksudnya Adl Ghanimah Perang Hunain.- Qotadah Bertanya: Berapa Kali Nabi Saw Berhaji ? Anas Ra Menjawab: Satu Kali-Sekaligus Berumroh Yg Ke4-. HR Bukhori
3- Umroh Dan Haji Itu Tarbiyah Robbaniyah Yang Paling Istimewa Untuk Mengubah Manusia Menjadi Lebih Baik,Bahkan Paling Baik (Khoiro Ummah).
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ [الفاتحة :٢]
“Segala Puji Bagi Allah,Murobbi Seluruh Alam”.
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا....... [الأعراف:١٧٢]
Dan Ketika Tuhanmu Mengeluarkan Keturunan Anak-Anak Adam Dari Sulbi Mereka Dan Allah Mengambil Kesaksian Terhadap Jiwa Mereka (Seraya Berfirman): "Bukankah Aku Ini Murobbi Kalian?" Mereka Menjawab: "Betul (Engkau Murobbi Kami), Kami Menjadi Saksi".
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ أَتَى هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ". رواه البخاري ومسلم .
Rasulullah saw Bersabda: “Barang Siapa Mendatangi (Dengan Ibadah Umroh/Haji) Rumah Ini (Ka’bah) Dan Ia Tidak Melakukan Rofats (Jima’ dan Muqoddimahnya) Serta Tidak Melakukan Perbuatan Fasiq (Ma’syiat Kepada Allah),Maka Ia Kembali Seperti Kondisi Saat Dilahirkan Oleh Ibunya”. HR Bukhori dan Muslim.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: هَذَا الْبَيْتُ دِعَامَةُ الإِسْلامِ ، مَنْ خَرَجَ يَؤُمَّ هَذَا الْبَيْتَ مِنْ حَاجٍّ أَوْ مُعْتَمِرٍ , كَانَ مَضْمُونًا عَلَى اللَّهِ إِنْ قَبَضَهُ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ ، وَإِنْ رَدَّهُ أَنْ يَرُدَّهُ بِأَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ – رواه ابن جريج - بإسناد حسن
Jabir Bin Abdillah Mengatakan, Rasulullah SAW Bersabda, “Baitullah Ini Merupakan Penyangga Islam. Barangsiapa Keluar Mengunjungi Baitullah Ini, Baik Berhaji Maupun Umrah, Maka Dia Berada Dalam Jaminan Allah. Jika Dia Mematikannya, Maka Akan Dimasukkan Ke Dalam Surga, Dan Jika Dia Berkenan Memulangkannya, Dia Akan Memulangkannya Disertai Pahala Dan Hasil Perjuangan/Ghonimah Yang Tidak Terbatas.”
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَ الْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ”. رواه ابن ماجه وحسنه الألباني.
“Orang Yang Berjuang Dijalan Allah,Orang Yang Berhaji Dan Orang Yang Berumroh,Mereka Adalah “Delegasinya Allah”,Allah Telah “Mengundang” Mereka,Dan Mereka Memenuhi Undangan Tersebut, Maka Ketika Mereka Bertiga Meminta (Apa/Berapapun),Allah Segera Memberikannya Kepada Mereka.
4-Umroh Sebagaimana Disyariatkan Oleh Allah,Itu Mudah Insya Allah.
عَن مُعَاذ بن جَبَلٍ رضي الله عنه قَالَ: قُلتُ يَا رَسُولَ الله أَخبِرنِي بِعَمَلٍٍ يُدخِلُني الجَنَّةَ وَيُبَاعدني منٍ النار قَالَ: (لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ: تَعْبُدُ اللهَ لاَتُشْرِكُ بِهِ شَيْئَا، وَتُقِيْمُ الصَّلاة، وَتُؤتِي الزَّكَاة، وَتَصُومُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ البَيْتَ- رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح.
Sahabat Muadz bin Jabal ra Bertanya: Wahai Rasul,Kabarkan kepadaku,Suatu Amalan Yang Bisa Membuat Diriku Masuk Surga Dan Bisa Menjauhkanku Dari neraka, Beliau Bersabda: Engkau Telah Menanyakan Satu Perkara yang Agung (Sulit), Akan Tetapi Itu Akan Menjadi Sesuatu Yang Benar-benar Mudah Bagi Mereka Yang Dimudahkan Oleh Allah: Beribadah lah Kepada Allah Dan Jangan Engkau Sekutukan Dia Dengan Apapun,Tegakkan Sholat, Tunaikan Zakat,Puasalah Dibulan Ramadlan, Dan Berhajilah Ke Baitullah. HR At-Tirmidzi.
5-Bagi Wanita Haji Dan Umroh,Bukan Hanya Wajib,Bahkan Disebutkan Oleh Nabi saw Sebagai Jihad,Sebaik-baik Jihad Dan Seindah-indahnya Jihad Para Wanita:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ ؟ قَالَ: نَعَمْ ، عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لا قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ . رواه ابن ماجه وصححه الألباني في صحيح ابن ماجه .
‘Aisyah ra Berkata,Saya Bertanya: Wahai Rasul Allah,Apakah Para Wanita Diwajibkan Untuk Berjihad ? Rasul saw Menjawab: “Ya,Para Wanita Wajib Berjihad yg Didalamnya Tidak Ada Perangnya,Yaitu Haji Dan Umroh”. HR Ibnu Majah Dan Dinyatan Sebagai Hadits Shoheh Oleh Syaikh Al-Albani.
6- Bersegeralah Dan Jangan Halangi Dirimu Dari Semua Kebaikan:
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ ».
Rasulullah Saw Bersabda: “Barangsiapa Yang Ingin Pergi Haji Maka Hendaklah Ia Bersegera, Karena Sesungguhnya Kadang Datang Penyakit, Atau Kadang Hilang Hewan Tunggangan Atau Terkadang Ada Keperluan Lain (Mendesak)”. HR. Ibnu Majah Dan Dihasanka Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Shahih Al Jami’, No. 6004.
قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.
Rasulullah Saw Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya, Aku Luaskan Rezekinya, Tetapi Berlalu Dari Lima Tahun Dan Dia Tidak Menghandiri Undangan-Ku (Haji/Umroh), Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Telarang (Dari Kebaikan Tak Terbatas)”. HR. Ibnu Hibban Dan Dishahihkan Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, No. 1662.
"إنَّ عبدًا أصححتُ له بدنه، وأوسعتُ عليه في الرزق، ثم لم يَفِد إليَّ بعد أربعة أعوام لمحروم". رواه الطبراني وعبد الرزاق من حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه. وهو حديث صحيح بطرقه، وشواهده.
Artinya: Rasulullah Saw Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya, Dan Aku Luaskan Rezekinya,Kemudian Berlalu Kondisi Itu Selama Empat Tahun Dan Dia Tidak Menghandiri Undangan-Ku (Haji/Umroh), Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terlarang (Dari Kebaikan Tak Terbatas)”. HR.At_Thobrani.