22/07/2017
Sejarah Bunga Edelweis
Menurut sejarah, Bunga Edelweis pertama kali ditemukan oleh naturalist asal Jerman bernama Georg Karl Reinwardt pada tahun 1819 di lereng GUNUNG GEDE. Kemudian diteliti lebih lanjut oleh botanist asal Jerman lainnya bernama Carl Heinrich Schultz.
Tanaman ini pernah dijadikan gambar pada perangko oleh Pos Indonesia pada tahun 2003. Julukan bunga abadi diberikan karena adanya hormon yang bisa mencegah kerontokan pada bunga.
Tanaman ini juga pernah dijadikan sebuah lagu pada film The Sound of music pada tahun 1965.
Bunga dengan nama latin "Leontopodium Alpinum / Anaphalis Javanica (Indonesia), atau yang biasa disebut Bunga Edelweis. Adalah tamanan memiliki julukan bunga abadi, karena di dalam bunga Edelweis itu terkandung hormon etilen yang berfungsi agar bunganya tidak bisa gugur. Tanaman ini s**a tumbuh di tempat bebatuan sekitar 1,800-3,000 meter (5,900-9,800 kaki) diatas permukaan laut.
Adapun keistimewaan dari bunga ini, yaitu Ekstrak dari bunga edelweiss dapat dijadikan sebagai obat, dari peradaban kuno untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diare, disentri, TBC dan difteri. Karena bunga ini memiliki kandungan anti-oksidan yang cukup banyak, yaitu anti-mikroba yang dapat membunuh jamur dan bakteri dan memiliki sifat anti-inflamasi atau radang. Ekstrak dari bunga ini juga memiliki sifat pelindung yang sangat baik bagi keremajaan sel-sel dalam kulit dan melindungi kulit agar tetap kelihatan muda dan segar dengan menghancurkan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Tamanan ini juga bisa dijadikan teh yang dapat mengobati sirkulasi yang buruk, batuk, difteri dan kanker payudara. Bisa juga dijadikan salep sebagai pelindung untuk kulit dari sinar UV, meredakan rasa sakit karena rematik, dan menyembuhkan luka.
Semoga Bermanfaat ;)