15/09/2019
Hutan Payau Cilacap adalah lahan rawa berisi tanaman mangrove seluar 10 hektar yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH BanyumasBarat dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sebagai hutan pelindung ekosistem di kawasan segara anakan. Hutan payau ini mulai dirintis pada tahun 1978 namun baru dijadikan hutan kota, berdasarkan keputusan Bupati Cilacap, pada tanggal 2 Maret 2009. Hutan Payau Cilacap juga digunakan sebagai tempat wisata lingkungan
Hutan payau berada di Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap. Lokasinya berbatasan langsung dengan persawahan warga sekitar. Namun dari Jalan Nusantara terdapat pintu gerbang khusus bagi para wisatawan. [3][4] Di hutan ini, sekarang sudah terdapat 15000 jenis pohon yang terdiri dari tancang (bruguiera gymnorrhiza), api-api (avicennia sp), bakau bandul (rhizophora mucronata) dan bakau kacangan (rhizophora apiculata). Tanaman lain yang juga tertanam di hutan ini adalah mangrove asosiasi seperti jeruju (acanthus ilicifolius), waru dan ketapang (terminalia catappa). Sebagian besar mangrove tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan sejak tahun 1978. Dengan kerapatan yang cukup tinggi, mangrove-mangrove ini terlihat sangat lebat di sepanjang walking trackberada di sela-selanya, walaupun di bagian belakang ujung jalan terdapat mangrove yang rusak karena ditebangi oleh warga sekitar untuk dijadikan kayu bakar. Tetumbuhan yang berada di lahan rawa ini mendapat suplai air payau dari sungai Lester yang langsung terhubung dengan laut.[5]
Keberadaan hutan mangrove di hutan ini sangat berpengaruh positif bagi kelestarian ekosistem, karena tanaman ini merupakan habitat bagi berbagai macam biota antara lain ikan gelodok, ikan uca, udang pistol, dan ikan tanggal. Berbagai jenis burung juga tinggal nyaman di reranting tanaman itu
Repost from - Lok. Jl.Wisata Payau , Kel. Tritih Kulon , Kec. Cilacap Utara , Kab. Cilacap
Gunakan hastag biar kami bisa repost fotomu 😊 @ Wisata Hutan Payau Cilacap