Explore Cirebon

Explore Cirebon INFO & ADVERTISING FB ADS CIREBON KOTA WALI DENGAN SEJUTA KEINDAHAN, MAKANAN KHAS, TEMPAT WISATA

06/04/2020
01/04/2020

Hey Corona, sira kuh ya gawe pegawean isun...
Mana Lunga !!!
😤😁😷

Kota Cirebon Menjadi Zona Merah Covid-19, Dinkes: Harus Siapkan Kemungkinan TerburukTRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala ...
25/03/2020

Kota Cirebon Menjadi Zona Merah Covid-19, Dinkes: Harus Siapkan Kemungkinan Terburuk

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edi Sugiarto, menyebut Kota Cirebon merupakan zona merah Covid-19.

Hal tersebut terlihat dari jumlah orang dalam pengawasan (ODP) yang meningkat tajam.

Pada Jumat (20/3/2020) jumlah ODP Covid-19 di Kota Cirebon hanyalah 13 orang, namun perhari ini menjadi 41 orang.

Karenanya, Edi menilai harus disiapkan kemungkinan terburuk dalam menanggulangi wabah virus corona di Kota Cirebon.

"Saat ini, RSD Gunung Jati dijadikan pusat untuk menangani pasien dalam pengawasa (PDP) Covid-19," ujar Edi Sugiarto saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (24/3/2020).

Ia mengatakan, skema khusus juga telah disiapkan untuk kondisi darurat terutama saat jumlah PDP melonjak.

Yakni, pasien umum akan dipindahkan ke rumah sakit lain sehingga RSD Gunung Jati hanya menangani pasien Covid-19.

Namun, pihaknya berharap kondisi semacam itu tidak akan terjadi di Kota Cirebon.

"Tentu kami juga tidak ingin hal itu terjadi, tapi yang terpenting sudah disiapkan upaya-upayanya," kata Edi Sugiarto.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan jumlah ODP Covid-19 nantinya akan bertambah.

Sebab, banyaknya orang yang berdatangan ke Kota Cirebon setiap harinya merupakan salah satu pemicunya.

Terlebih saat inipun ada sejumlah ODP di Kota Cirebon yang berasal dari luar daerah.

"Kalau setiap hari diserbu seperti itu, nanti akan habis orang sehat di Kota Cirebon karena terpapar virus yang dibawa pendatang," ujar Edi Sugiarto.

Naik 50 Persen Per Hari

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edi Sugiarto, mengakui jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 meningkat hampir 50 persen perhari.

Pada Jumat (20/3/2020) jumlah ODP Covid-19 di Kota Cirebon hanyalah 13 orang.

Namun, menurut Edi, perhari ini jumlah ODP tersebut sudah mencapai 41 orang.

"Setiap hari ODP bertambah lima hingga enam orang, kata Edi Sugiarto saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (24/3/2020).

Ia mengatakan, jika didasarkan pada jumlah awal maka kenaikan jumlah ODP di Kota Cirebon hampir mencapai 50 persen.

Selain itu, menurut dia, sebagian besar di antaranya berasal dari luar daerah.

Bahkan, ada 11 ODP baru yang berasal dari Bandung, Depok, dan Jakarta.

"Mereka baru ditetapkan sebagai ODP sejak kemarin," ujar Edi Sugiarto.

Edi mengatakan, bertambahnya jumlah ODP disebabkan banyaknya orang yang berdatangan ke Kota Cirebon setiap harinya.

Mereka datang ke Kota Cirebon untuk mencicipi kelezatan aneka kulinernya dan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada.

Penyebab Meningkatnya ODP

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kota Cirebon meningkat tajam.

Pekan lalu ODP hanya 13 orang, namun perhari ini jumlah menjadi mencapai 41 orang.

Dari jumlah tersebut lima di antaranya telah selesai menjalani masa pemantauan sehingga tersisa 36 orang lagi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edi Sugiarto, mengatakan, meningkatnya jumlah ODP dikarenakan banyaknya orang yang datang ke Cirebon.

Misalnya, penumpang kereta api yang turun di sejumlah stasiun di wilayah Cirebon setiap harinya mencapai 5000-an orang.

"Itu baru jalur darat via kereta api, belum jalur udara dan laut," ujar Edi Sugiarto saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (24/3/2020).

Ia mengatakan, banyaknya kuliner dan destinasi wisata membuat banyak orang berkunjung ke Cirebon.

Namun, hal tersebut justru harus diwaspadai terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan orang-orang yang berdatangan ke Kota Udang itu membawa virus corona.

"Maka hal ini perlunya kewaspadaan dari semua pihak, karena mengancam Kota Cirebon," kata Edi Sugiarto.

Sumber : https://cirebon.tribunnews.com/2020/03/24/kota-cirebon-menjadi-zona-merah-covid-19-dinkes-harus-siapkan-kemungkinan-terburuk

Pandemi Corona dan Sejarah Azan Pitu di Cirebon Halau Wabah PenyakitCirebon - Wabah virus Corona tengah melanda Indonesi...
24/03/2020

Pandemi Corona dan Sejarah Azan Pitu di Cirebon Halau Wabah Penyakit

Cirebon - Wabah virus Corona tengah melanda Indonesia. Pemerintah menetapkan status darurat Corona hingga 29 Mei.

Ledakan pasien yang positif corona melonjak. Awal Maret lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan dua pasien positif corona. Hingga hari ini, Senin (23/3/2020), menurut data yang dirangkum detikcom sampai pukul 15.45 WIB sebanyak 579 pasien dinyatakan positif, 49 meninggal dunia dan 30 di antaranya sembuh.

Sejumlah daerah menyatakan status siaga terhadap penyebaran corona. Social distancing, menjaga jarak interaksi sosial menggema di dunia maya, termasuk imbauan bekerja di rumah. Pemerintah dan masyarakat bersatu melawan corona.

Cerita tentang wabah penyakit yang mengerikan juga pernah terjadi di Cirebon. Ya, cerita wabah penyakit yang konon berhasil dilawan suara azan. Azan yang khas dari Kota Wali, julukan Kota Cirebon. Namanya 'azan pitu,'. Pitu dalam bahasa Jawa bermakna tujuh. Artinya, azan yang dikumandangkan oleh tujuh orang atau muazin.

Azan pitu dikumandangkan setiap Salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, salah satu masjid tertua di Kota Cirebon yang berada di sekitar komplek Kesultanan Kasepuhan Cirebon.

Perlawanan tujuh muazin terhadap wabah penyakit mengerikan itu merupakan salah satu sejarah fenomenal di Cirebon. Wabah penyakit tersebut dibuat oleh salah seorang yang sakti mandraguna, namanya Menjangan Wulu.

Serangan wabah penyakit Menjangan Wulu itu terjadi pada era Sunan Gunung Jati. Salah seorang muazin azan pitu yang juga pengurus DKM Agung Sang Cipta Rasa, Moh Ismail menceritakan lahirnya strategi azan pitu sebagai obat penawar wabah penyakit Menjangan Wulu itu,ide dari istri Sunan Gunung Jati, Nyi Mas Pakung Wati.

Ismail menceritakan Menjangan Wulu sengaja membuat wabah penyakit lantaran kesal dengan banyaknya masyarakat yang memilih untuk memeluk Islam. Menjangan Wulu geram melihat Masjid Agung Sang Cipta Rasa 'diserbu' masyarakat yang ingin beribadah.

"Masyarakat yang saat itu belum memeluk Islam penasaran dengan bentuk dan ornamen masjid (Masjid Agung Sang Cipta Rasa). Apalagi saat azan dikumandangkan, akhirnya masyarakat berani memeluk Islam," kata Ismail saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Menjanga Wulu pun bereaksi. Ia mencari tahu alasan masyarakat Cirebon memeluk Islam. Menurut Ismail, Menjangan Wulu menyimpulkan suara merdu azan menjadi salah satu alasan masyarakat memeluk Islam.

Hingga akhirnya Menjangan Wulu menyerang para muazin melalui wabah penyakit yang diciptakannya. Sehinga, muazin Masjid Agung Sang Cipta Rasa berjatuhan akibat serangan wabah penyakit. Kondisi demikian membuat orang-orang enggan menjadi muazin, lantaran langsung terserang penyakit saat mengumandangkan azan.

"Racun itu bereaksi ketika ada orang azan. Menyerang muazin, mengakibatkan sakit. Akhirnya tak bisa azan. Kemudian Nyi Mas Pakung Wati memerintah agar muazinnya itu jangan satu," kata Ismail.

Intruksi Nyi Mas Pakung Wati pun langsung dilaksanakan. Azan pun dikumandangkan oleh dua orang. Sayangnya, dua orang muazin itu langsung menderita sakit akibat serangan Menjangan Wulu. Ternyata, Menjangan Wulu menaruh racun di lingkungan masjid.

"Hingga akhirnya Nyi Mas Pakung Wati menginstruksikan azan dikumandangkan oleh tujuh orang. Ternyata, setelah tujuh muazin itu mengumandang azan tak terjadi apa-apa. Tidak ada serangan racun. Azan berhasil diselesaikan," kata Ismail.

Setelah azan dikumandang, terdengar suara ledakan yang kencang dari atap masjid. "Ledakan itu dari racun yang dibuat Menjangan Wulu. Akhirnya azan pitu terus dilanjutkan setiap salat lima waktu," kata Ismail.

Setelah serangan wabah penyakit yang ditimbulkan dari racun Menjangan Wulu sudah berhasil diatasi, akhirnya Nyi Mas Pakung Wati menginstruksikan agar azan pitu dikumandangkan hanya saat Salat Jumat.

"Sampai sekarang masih dikumandangkan. Ya, muazin azan pitu ini dilakukan turun temurun. Saya jadi muazin, karena kakek saya pernah jadi muazin di sini," ucap Ismail.

Sekadar diketahui, dalam catatan sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa awalnya bernama Masjid Pakung Wati. Menurutnya nama masjid berubah sekitar tahun 1970. "Karena ini kan persembahan buat istri Sunan Gunung Jati, jadi awalnya bernama Masjid Pakung Wati," kata Ismail.

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4950579/pandemi-corona-dan-sejarah-azan-pitu-di-cirebon-halau-wabah-penyakit

Apakah puasa baik untuk kesehatan anda dalam sehari,atau beberapa hari dalam seminggu bahkan dalam sebulan?inilah, salah...
09/05/2019

Apakah puasa baik untuk kesehatan anda dalam sehari,atau beberapa hari dalam seminggu bahkan dalam sebulan?
inilah, salah satu bukti menunjukkan bahwa puasa adalah hal yang baik.

Hallo Sahabat Indosehat,,, Apakah puasa baik untuk kesehatan anda dalam sehari,atau beberapa hari dalam seminggu bahkan dalam sebulan? ini...

Keributan di LP Kesambi Cirebon
21/03/2018

Keributan di LP Kesambi Cirebon

Lembaga Permasyarakatan Kelas I Kesambi Cirebon. Terjadi kerusuhan . Perihal : *Keriburan didalam LP kesambi Kota Crb jln kesambi Kota Crb olh Para Napi* Fak...

Maling di kroyok masa hingga babak belurKejadian ini terjadi di Bondet Cirebon
14/03/2018

Maling di kroyok masa hingga babak belur
Kejadian ini terjadi di Bondet Cirebon

Taman Baru Sumber ramai pengunjung ketika hari libur sabtu & minggu.
11/02/2018

Taman Baru Sumber ramai pengunjung ketika hari libur sabtu & minggu.

Innalillahi, ini adalah video live detik-detik runtuhnya gedung BEI.Semoga kita semua di berikan keselamatan oleh Allah ...
16/01/2018

Innalillahi, ini adalah video live detik-detik runtuhnya gedung BEI.
Semoga kita semua di berikan keselamatan oleh Allah SWT...
Aaminn

JAKARTA, (PR).- Selasar Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, roboh pada Senin 15 Januari 2018 dan me...

Yang s**a catur yuk gabung sekarang !
13/08/2017

Yang s**a catur yuk gabung sekarang !

Ayo buruan Daftarkan diri anda secepatnya !!!!!Pendaftaran dibuka mulai hari ini tgl. 28 Juli sampai tanggal 3 AgustusHa...
30/07/2017

Ayo buruan Daftarkan diri anda secepatnya !!!!!
Pendaftaran dibuka mulai hari ini tgl. 28 Juli sampai tanggal 3 Agustus

Hadiri Seminar dan Job Fair
Jalurkerja.com Expo Cirebon
tgl. 2 - 3 Agustus 2017
Di Gedung Islamic Centre
Jl. RA. Kartini No. 2, Kota Cirebon
Jam 09.00 16.00 Wib.

Pendaftaran Pengunjung :
Tgl. 28 Juli - 3 Agustus 2017
Jam 09.00 - 16.00 Wib.
Di Islamic Centre Kota Cirebon

Fasilitas Pengunjung :
1. Sertifikat Seminar
2. Dapat Mendaftar kerja ke banyak perusahaan
3. Gratis Soft File Materi Seminar
4. Gratis Member anggota Jalurkerja.com seumur hidup
5. Gratis Fotocopy * *) Jumlah tertentu

Persyaratan Umum :
1. Berpakaian sopan dan Rapi (bersepatu dan Tidak Harus hitam Putih)
2. Pria dan Wanita
3. Pengunjung/Pelamar bebas, bisa dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka maupun kota-kota lainnya

Persyaratan Khusus :
1. Bawa Surat Lamaran Kerja sebanyak-banyaknya
2. Sertakan lampiran berupa : a. Curiculum Vitae/CV/Daftar Riwayat Hidup b. FC Ijazah terakhir dan Transkrip nilai atau Surat Keterangan Lulus c. FC KTP d. Pas Foto Ukuran 3 x 4 atau 4 x 6 secukupnya (setiap 1 surat lamaran 1 buah pas foto) e. SKCK (tidak wajib/bisa menyusul) f. Lampirkan data lainnya seperti FC Sertifikat dll. sebagai penunjang (Tidak wajib)

Ayo sebarkan Informasi ini ke teman-teman anda, baik melalui Twitter, Facebook, Instagram maupun media sosial lainnya, dengan anda memberikan kabar baik ini, PERCAYALAH akan memudahkan anda memperoleh pekerjaan dan rejeki lain, baik untuk anda maupun teman-teman Anda, jadi bisa sama-sama memperoleh pekerjaan, Berbagi itu INDAH DAN BERPAHALA"

Informasi : 081214731211, wa. 081572163467

Address

Jalan Perjuangan
Cirebon

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Explore Cirebon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category