Global Vacation Tour

Global Vacation Tour Global Vacation Tour is your Travel solution in Bali Mobile:+6282146767251( whatsapp)
email : info@g

Juwuk Manis the Twin Waterfall – Pekutatan - -Jembrana - BaliBy Global Vacation Tour (www.globalvacationtour.com)Bali is...
01/03/2017

Juwuk Manis the Twin Waterfall – Pekutatan - -Jembrana - Bali

By Global Vacation Tour (www.globalvacationtour.com)

Bali is a paradise for the traveler. Each of its natural charm can be used as a fascinating tourist spot. Although it’s just only a mini waterfall, one of them is a waterfall located in the Juwuk Manis Village, Manggis Sari village, Pekutatan District, Jembrana. The name of the waterfall is “ Juwuk Manis”, the name also adopted from the village name. The height of the Manis waterfall is only 10meters. Even Juwuk Manis Waterfall is not too high, but the freshness of the water same like the other. There are 2 waterfall that you can enjoy when you reach the spot.



Juwuk Manis waterfalls is 75 Km away from Denpasar, From Denpasar you just point the way to Gilimanuk, with the condition that a smooth road, until you reach the intersection of Village Pangyangan, then you have to turn right and pass through the winding streets and narrow enough to arrive at the parking lot Juwuk Manis waterfall.

Juwuk Manis waterfall actually has quite beautiful atmosphere that can relieve your fatigue. But the hard work needed to get to the waterfall Juwuk Manis. You must be trekking down a steep footpath along the 1 km by passing coffee and clove plantations. You also need to be careful when yougoing down by following the stairs because quite steep.

Your adventure will be accompanied with cool air and unspoiled views of the hills. Once you arrived at the waterfall, the freshness of the water will immediately remove your tiredness after trekking. Your struggle was paid when you touch the Juwuk Manis waterfall. After enjoying the scenery, you can immediately shower or splash around in the small pool while enjoying the waterfall splash.

Although Juwuk Manis Village only has twin waterfall in one spot, it doesn’t mean that Juwuk Village is not interested. So many people come to Juwuk Village to see try to reach the Juwuk Manis Waterfall when weekend with their family or friends.

Juwuk Manis Village also has another interest place beside waterfall, local people call it Bukit Cinta or The Hill Of Love, Bukit Cinta be excellent for anyone who wishes to see the beauty of the morning sun while enjoying traditional fields with backgrounds highest point on the island of Bali is Mount forrest And if you’re lucky, in the morning the fields below the hill will be shrouded in mist that adds to the exquisite scene

Uniknya "Pura Gereja" Desa Blimbingsari Jembrana (www.globalvacationtour.com)  Bangunan gereja biasanya identik dengan b...
24/02/2017

Uniknya "Pura Gereja" Desa Blimbingsari Jembrana (www.globalvacationtour.com)

Bangunan gereja biasanya identik dengan bangunan bergaya arsitektur Eropa dan tertutup oleh tembok. Namun di Desa Blimbingsari Jembrana Bali, bangunan Gereja dibuat menyerupai bangunan pura. Sebelum tahun 1970 an, warga setempat menyebutnya "Pura Gereja".

Memasuki ruas jalan Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, mata langsung dimanjakan dengan suasana desa yang rapi, hijau, dan bersih. Kebun atau taman di pinggir jalan desa dan di rumah penduduk tertata rapi, enak dipandang mata. Tak ada sampah terlihat berserak di desa yang penduduknya menganut agama Nasrani ini.

Di depan kantor Kepala Desa Blimbingsari, terdapat Gereja Kristen Protestan di Bali, Desa Blimbingsari. Gereja ini merupakan salah satu gereja tertua sekaligus terunik di Bali, dan salah satu terunik di dunia. Bagaimana sejarahnya?

Salah satu tokoh Desa Blimbingsari, Gede Sudigda, kepada beritabali.com menceritakan, keberadaan Desa Blimbingsari berawal pada tahun 1939.

"Saat itu, para tetua kami, semua datang dari Denpasar tahun 1939. Setelah survei dan mendapat ijin, desa ini mulai dibangun. Dulunya merupakan hutan lebat yang disebut Alas Angker, banyak binatang buas seperti ular besar, macan, dan aneka jenis binatang buas lainnya di hutan," ujar Gede.

Para tetua Desa Blimbingsari kemudian mulai merabas hutan. Mereka merupakan gelombang pertama transmigran lokal yang berjumlah 30 orang. Usai merabas hutan, para perintis desa kemudian mulai membangun rumah, pekarangan, kebun, membuat jalan desa, dan juga gereja.

"Tokoh perintis desa ini adalah bapak Made Regug, Pendeta Made Rungu, dan beberapa orang lainnya. Setelah survei, kemudian mereka meminta ijin kepada Sedahan Agung waktu itu untuk membuka hutan seluas 450 hektar. Sementara gerejanya dibangun di atas lahan seluas 20 are,"ujarnya.

Awalnya, gereja di Desa Blimbingsari dibangun dengan gaya arsitektur Eropa. Namun pada tahun 1971, gereja rusak akibat gempa bumi. Gereja kemudian dibangun ulang dengan arsitektur Bali. Struktur bangunan gereja yang dibangun tahun 1971 mempunyai struktur yang sama dengan bangunan pura di Bali yakni ada halaman luar atau jaba sisi, ada bangunan gapura, dan tempat sembahyang. Uniknya bangunan untuk sembahyang dibuat terbuka seperti bangunan pura di Bali, tanpa tembok penyekat.

"Orang tua kami dulu menyebutnya dengan "Pura Gereja", karena mirip bangunan pura di Bali,"ujar Gede.

Di gereja ini terdapat aneka ukiran ornamen khas Bali. Semua ukiran dibuat oleh oleh tukang ukir dari dari Ubud. Ceritanya diambil dari cerita injil atau bibel. Salah satu ukiran di tembok gereja bercerita tentang cerita pembasuhan kaki Yesus oleh muridnya. Dalam ukiran, Yesus digambarkan seperti orang Bali.

Keunikan lain di Desa Blimbingsari adalah, saat ibadah, warga mengenakan pakaian adat Bali, menggunakan bahasa Bali. Juga ada budaya memenjor (membuat penjor) dan membuat makanan lawar Bali menjelag hari raya Natal.

"Umumnya di gereja ada lonceng untuk tanda akan ada persembahyangan, namun di gereja ini kita menggunakan kulkul atau kentongan, bukan lonceng,"ujarnya.

Sudigda menambahkan, tahun 2009, Dewan Gereja Dunia menginap selama 4 malam di Desa ini.

"Presiden Dewan Geraja Dunia waktu itu mengatakan, Gereja ini sebagai salah satu gereja terunik dunia, yakni dengan arsitek Bali, gereja yang terbuka tidak ada temboknya. Susunan bangunan juga sama dengan susunan pura,"ujar Sudigda.

Desa Blimbingsari mempunyai luas 450 hektar. Di Desa ini bermukim 270 Kepala Keluarga (KK) yang semuanya memeluk keyakinan Nasrani. Warga masih menggunakan bahasa Bali dan nama-nama Bali seperti Wayan, Gusti, Made, Ketut, dan sebagainya.

Asal Mula Terjadinya  selat Bali (www.globalvacationtour.com) Pada jaman dahulu kala, ada seorang pemuda bernama Manik A...
24/02/2017

Asal Mula Terjadinya selat Bali (www.globalvacationtour.com)

Pada jaman dahulu kala, ada seorang pemuda bernama Manik Angkeran. Ayahnya seorang Begawan yang berbudi pekerti luhur, yang bernama Begawan Sidi mantra. Walaupun ayahnya seorang yang disegani oleh masyarakat sekitar dan memiliki pengetahuan agama yang luas, tetapi Manik Angkeran adalah seorang anak yang manja, yang kerjanya hanya berjudi dan mengadu ayam seperti berandalan-berandalan yang ada di desanya. Mungkin ini karena ia telah ditinggal oleh Ibunya yang meninggal sewaktu melahirkannya. Karena kebiasaannya itu, kekayaan ayahnya makin lama makin habis dan akhirnya mereka jatuh miskin.

Walaupun keadaan mereka sudah miskin, kebiasaan Manik Angkeran tidak juga berkurang, bahkan karena dalam berjudi ia selalu kalah, hutangnya makin lama makin banyak dan ia pun di kejar-kejar oleh orang-orang yang dihutanginya. Akhirnya datanglah Manik ketempat ayahnya, dan dengan nada sedih ia meminta ayahnya untuk membayar hutang-hutangnya. Karena Manik Angkeran adalah anak satu-satunya, Begawan Sidi Mantra pun merasa kasihan dan berjanji akan membayar hutang-hutang anaknya.

Maka dengan kekuatan batinnya, Begawan Sidi Mantra mendapat petunjuk bahwa ada sebuah Gunung yang bernama Gunung Agung yang terletak di sebelah timur. Di Gunung Agung konon terdapat harta yang melimpah. Berbekal petunjuk tersebut, pergilah Begawan Sidi Mantra ke Gunung Agung dengan membawa genta pemujaannya.

Setelah sekian lama perjalanannya, sampailah ia ke Gunung Agung. Segeralah ia mengucapkan mantra sambil membunyikan gentanya. Dan keluarlah seekor naga besar bernama Naga Besukih.

“Hai Begawan Sidi Mantra, ada apa engkau memanggilku?” tanya sang Naga Besukih.

“Sang Besukih, kekayaanku telah dihabiskan anakku untuk berjudi. Sekarang karena hutangnya menumpuk, dia dikejar-kejar oleh orang-orang. Aku mohon, bantulah aku agar aku bisa membayar hutang anakku!”

“Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu Begawan Sidi Mantra, tapi kau harus menasehati anakmu agar tidak berjudi lagi, karena kau tahu berjudi itu dilarang agama!”

“Aku berjanji akan menasehati anakku” jawab Begawan Sidi Mantra.

Kemudian Sang Naga Besukih menggetarkan badannya dan sisik-sisiknya yang berjatuhan segera berubah emas dan intan.

“Ambillah Begawan Sidi Mantra. Bayarlah hutang-hutang anakmu. Dan jangan lupa nasehati dia agar tidak berjudi lagi.”

Sambil memungut emas dan intan serta tak lupa mengucapkan terima kasih, maka Begawan Sidi Mantra segera pergi dari Gunung Agung. Lalu p**anglah ia ke rumahnya di Jawa Timur. Sesampainya dirumah, di bayarlah semua hutang anaknya dan tak lupa ia menasehati anaknya agar tidak berjudi lagi.

Tetapi rupanya nasehat ayahnya tidak dihiraukan oleh Manik Angkeran. Dia tetap berjudi dan mengadu ayam setiap hari. Lama-kelamaan, hutang Manik Angkeran pun semakin banyak dan ia pun di kejar-kejar lagi oleh orang-orang yang dihutanginya. Dan seperti sebelumnya, pergilah Manik Angkeran menghadap ayahnya dan memohon agar hutang-hutangnya dilunasi lagi.

Walaupun dengan sedikit kesal, sebagai seorang ayah, Begawan Sidi Mantra pun berjanji akan melunasi hutang-hutang tersebut. Dan segera ia pun pergi ke Gunung Agung untuk memohon kepada Sang Naga Besukih agar diberikan pertolongan lagi.

Sesampainya ia di Gunung Agung, dibunyikannya genta dan membaca mantra-mantra agar Sang Naga Besukih keluar dari istananya.

Tidak beberapa lama, keluarlah akhirnya Sang Naga Besukih dari istananya.

“Ada apa lagi Begawan Sidi Mantra? Mengapa engkau memanggilku lagi?” tanya Sang Naga Besukih.

“Maaf Sang Besukih, sekali lagi aku memohon bantuanmu agar aku bisa membayar hutang-hutang anakku. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi dan aku sudah menasehatinya agar tidak berjudi, tapi ia tidak menghiraukanku.” mohon Begawan Sidi Mantra.

“Anakmu rupanya sudah tidak menghormati orang tuanya lagi. Tapi aku akan membantumu untuk yang terakhir kali. Ingat, terakhir kali.”

Maka Sang Naga menggerakkan tubuhnya dan Begawan Sidi Mantra mengumpulkan emas dan permata yang berasal dari sisik-sisik tubuhnya yang berjatuhan. Lalu Begawan Sidi Mantra pun memohon diri. Dan setiba dirumahnya, Begawan Sidi Mantra segera melunasi hutang-hutang anaknya.

Karena dengan mudahnya Begawan Sidi Mantra mendaptkan harta, Manik Angkeran pun merasa heran melihatnya. Maka bertanyalah Manik Angkeran kepada ayahnya, “Ayah, darimana ayah mendapatkan semua kekayaan itu?”

“Sudahlah Manik Angkeran, jangan kau tanyakan dari mana ayah mendapat harta itu. Berhentilah berjudi dan menyabung ayam, karena itu semua dilarang oleh agama. Dan inipun untuk terakhir kalinya ayah membantumu. Lain kali apabila engkau berhutang lagi, ayah tidak akan membantumu lagi.”

Tetapi ternyata Manik Angkeran tidak dapat meninggalkan kebiasaan buruknya itu, ia tetap berjudi dan berjudi terus. Sehingga dalam waktu singkat hutangnya sudah menumpuk banyak. Dan walaupun ia sudah meminta bantuan ayahnya, ayahnya tetap tidak mau membantunya lagi. Sehingga ia pun bertekad untuk mencari tahu sumber kekayaan ayahnya.

Bertanyalah ia kesana kemari, dan beberapa temannya memberitahu bahwa ayahnya mendapat kekayaan di Gunung Agung. Karena keserakahannya, Manik Angkeran pun mencuri genta ayahnya dan pergi ke Gunung Agung.

Sesampai di Gunung Agung, segeralah ia membunyikan genta tersebut. Mendengar bunyi genta, Sang Naga Besukih pun merasa terpanggil olehnya, tetapi Sang Naga heran, karena tidak mendengar mantra-mantra yang biasanya di ucapkan oleh Begawan Sidi Mantra apabila membunyikan genta tersebut.

Maka keluarlah San Naga untuk melihat siapa yang datang memangilnya.

Setelah keluar, bertemulah Sang Naga dengan Manik Angkeran. Melihat Manik Angkeran, Sang Naga Besukih pun tidak dapat menahan marahnya.

“Hai Manik Angkeran! Ada apa engkau memanggilku dengan genta yang kau curi dari ayahmu itu?”

Dengan sikap memelas, Manik pun berkata “Sang Naga bantulah aku. Berilah aku harta yang melimpah agar aku bisa membayar hutang-hutangku. Kalau kali ini aku tak bisa membayarnya, orang-orang akan membunuhku. Kasihanilah aku.”

Melihat kesedihan Manik Angkeran, Sang Naga pun merasa kasihan.

“Baiklah, aku akan membantumu.” jawab Sang Naga Besukih.

Setelah memberikan nasehat kepada Manik Angkeran, Sang Naga segera membalikkan badannya untuk mengambil harta yang akan diberikan ke Manik Angkeran. Pada saat Sang Naga membenamkan kepala dan tubuhnya kedalam bumi untuk mengambil harta, Manik Angkeran pun melihat ekor Sang Naga yang ada dipemukaan bumi dipenuhi oleh intan dan permata, maka timbullah niat jahatnya. Manik Angkeran segera menghunus keris dan memotong ekor Sang Naga Besukih. Sang Naga Besukih meronta dan segera membalikkan badannya. Akan tetapi, Manik Angkeran telah pergi. Sang Naga pun segera mengejar Manik ke segala penjuru, tetapi ia tidak dapat menemukan Manik Angkeran, yang ditemui hanyalah bekas tapak kaki Manik Angkeran.

Maka dengan kesaktiannya, Sang Naga Besukih membakar bekas tapak kaki Manik Angkeran. Walaupun Manik Angkeran sudah jauh dari Sang Naga, tetapi dengan kesaktian Sang Naga Besukih, ia pun tetap merasakan pembakaran tapak kaki tersebut sehingga tubuh Manik Angkeran terasa panas sehingga ia rebah dan lama kelamaan menjadi abu.

Di Jawa Timur, Begawan Sidi Mantra sedang gelisah karena anaknya Manik Angkeran telah hilang dan genta pemujaannya juga hilang. Tetapi Begawan Sidi Mantra tahu kalau gentanya diambil oleh anaknya Manik Angkeran dan merasa bahwa anaknya pergi ke Gunung Agung menemui Sang Naga Besukih. Maka berangkatlah ia ke Gunung Agung.

Sesampainya di Gunung Agung, dilihatnya Sang Naga Besukih sedang berada di luar istananya. Dengan tergesa-gesa Begawan Sidi Mantra bertanya kepada Sang Naga Besukih “Wahai Sang Besukih, adakah anakku Manik Angkeran datang kemari?”

“Ya, ia telah datang kemari untuk meminta harta yang akan dipakainya untuk melunasi hutang-hutangnya. Tetapi ketika aku membalikkan badan hendak mengambil harta untuknya, dipotonglah ekorku olehnya. Dan aku telah membakarnya sampai musnah, karena sikap anakmu tidak tahu balas budi itu. Sekarang apa maksud kedatanganmu kemari, Begawan Sidi Mantra?”
“Maafkan aku, Sang Besukih! Anakku Cuma satu, karena itu aku mohon agar anakku dihidupkan kembali.” mohon Sang Begawan.

“Demi persahabatan kita, aku akan memenuhi permintaanmu. Tapi dengan satu syarat, kembalikan ekorku seperti semula.” kata Sang Naga Besukih.

“Baiklah, aku pun akan memenuhi syaratmu!” jawab Begawan Sidi Mantra.

Maka dengan mengerahkan kekuatan mereka masing-masing, Manik Angkeran pun hidup kembali. Demikian p**a dengan ekor Sang Naga Besukih bisa kembali utuh seperti semula.

Dinasehatinya Manik Angkeran oleh Sang Naga Besukih dan Begawan Sidi Mantra secara panjang lebar dan setelah itu p**anglah Begawan Sidi Mantra ke Jawa Timur. Tetapi Manik Angkeran tidak boleh ikut p**ang, ia harus tetap tinggal di sekitar Gunung Agung. Karena Manik Angkeran sudah sadar dan berubah, ia pun tidak membangkang dan menuruti perintah ayahnya tersebut.

Dan dalam perjalanan p**angnya, ketika Begawan Sidi Mantra sampai di Tanah Benteng, di torehkannya tongkatnya ke tanah untuk membuat batas dengan anaknya. Seketika itu p**a bekas torehan itu bertambah lebar dan air laut naik menggenanginya. Dan lama kelamaan menjadi sebuah selat. Selat itulah yang sekarang di beri nama “Selat Bali”.

Sumber Artikel By globalvacationtour

Anak Agung Bagus Sutedja (Poetra Jembrana)  Anak Agung Bagus Sutedja adalah Kepala Daerah Bali yang pernah dua kali memi...
24/02/2017

Anak Agung Bagus Sutedja (Poetra Jembrana)

Anak Agung Bagus Sutedja adalah Kepala Daerah Bali yang pernah dua kali memimpin Bali.

Pertama kali menjabat pada tahun 1950 sampai 1958, diangkat berdasarkan keputusan Dewan Pemerintahan Daerah sebagai pemimpin badan eksekutif Bali, sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS) menggantikan wewenang Paruman Agung yang terdiri dari wakil-wakil delapan kerajaan di Bali sebagai badan legislatif.

Setelah diselingi oleh I Gusti Bagus Oka sebagai Pejabat Sementara Kepala Daerah Bali pada tahun 1958 sampai 1959, ia kembali terpilih pada bulan Desember 1959 sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali. Masa jabatannya yang kedua berakhir beberapa bulan setelah terjadinya G30S/PKI tahun 1965. Selanjutnya ia digantikan oleh I Gusti Putu Martha.

Anak Agung Bagus Sutedja menghilang pada tanggal 29 Juli 1966 di Jakarta. Ia diperkirakan menjadi korban penculikan politik yang terjadi pada masa itu.

Obyek wisata Bendungan Palasari (www.globalvacationtour.com)Obyek wisata Bendungan Palasari berlokasi di Desa Ekasari, K...
24/02/2017

Obyek wisata Bendungan Palasari (www.globalvacationtour.com)

Obyek wisata Bendungan Palasari berlokasi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, 26 Km ke arah barat dari kota Negara. Bendungan ini berfungsi sebagai pengendali bencana banjir, irigasi, perikanan dan tempat rekreasi. Bendungan ini dilatar belakangi oleh hutan lindung yang cukup bagus serta mempunyai hawa sejuk. Sehingga cocok untuk wisata tirtha serta wana wisata di daerah sekitarnya. Bendungan ini sudah dilengkapi dengan sampan yang berekreasi mengelilingi bendungan tersebut.

Obyek Wisata Perancak (www.globalvacationtour.com)Obyek Wisata Perancak merupakan sebuah obyek wisata yang indah, bibir ...
24/02/2017

Obyek Wisata Perancak (www.globalvacationtour.com)

Obyek Wisata Perancak merupakan sebuah obyek wisata yang indah, bibir pantai yang dihiasi perahu-perahu nelayan merupakan suatu keindahan tersendiri untuk dinikmati.



Disini juga terdapat taman wisata yang memiliki fasilitas sirkuit Motor Cross dan Road Race, disini sangat cocok untuk tempat berlibur.



Setiap tahun obyek wisata perancak dijadikan tempat untuk lomba sampan dayung tradisional yang biasanya dirangkaikan dengan HUT kota Negara.



Di Desa Perancak terdapat tempat Pelestarian Penyu Laut yaitu "Kurma Asih" karena Pantai Perancak sangat cocok untuk tempat bertelor bagi Penyu. Ditempat ini wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dan melakukan kegiatan pelepasan Tukik/Anak Penyu ke Laut.



Disamping tempat pelestarian Penyu di desa Perancak juga terdapat Pusat Riset Teknologi Kelautan, stasiun Bumi NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) yang berfungsi untuk menentukan titik-titik berkumpulnya ikan di laut yang dipantau dari satelit. Pada lokasi yang sama wisatawan juga dapat melihat hamparan tumbuhan bakau yang beraneka ragam jenisnya. Di desa Perancak juga terdapat tempat penyulingan air laut menjadi air mineral yang berkadar Oksigen Tinggi yaitu Megumi.

Sumber Artikel : http://www.jembranakab.go.id/index.php?module=objek_wisata

Taman Rekreasi Tirta Samudra Dlod berawah (www.globalvacationtour.com)Pengembangan objek wisata Jembrana sebagian besar ...
24/02/2017

Taman Rekreasi Tirta Samudra Dlod berawah (www.globalvacationtour.com)

Pengembangan objek wisata Jembrana sebagian besar diarahkan untuk objek wisata pantai. Karena itu, pantai-pantai yang ada di Bumi Makepung ini mulai dikelola dan ditata. Salah satu taman rekreasi yang sudah berjalan dan selesai untuk tahap pertama adalah Taman Rekreasi Dlod Brawah. Taman rekreasi yang dilengkapi dengan kolam air laut ini diakui sebagai kolam air laut pertama di tempat umum. Selama ini hanya hotel-hotel berbintang yang punya kolam air laut.



Kolam air laut yang terletak di tepi pantai Dlod Brawah, terdiri atas kolam renang dewasa dan kolam renang anak-anak ini menjadi alternatif baru untuk layak dikunjungi. Kehadiran taman rekreasi ini memberikan hiburan bagi masyarakat.



Fasilitas kolan ini dilengkapi, tempat bilas dan kamar mandi sudah berdiri megah. Rencana pengembangan berikutnya fasilitas ini akan dilengkapi dengan sarana-sarana penunjang seperti taman bermain untuk anak-anak, kios-kios serta penataan tempat parkir. Pengembangan akan dilakukan di timur kolam yang ada sekarang. Selain itu, kolam air laut mempunyai efek Hydrotherapy yang berdampak pada:



Fisioterapi dalam arti membantu proses pemulihan untuk dapat mengaktifkan kembali anggota tubuh bagi penderita yang mengalami penyakit/gangguan pada fungsi gerak tubuhMembantu pemulihan penyakit Rematik/gangguan pada sendiMembantu pemulihan/proses penyembuhan untuk penyakit syarafMembantu pemulihan/proses penyembuhan untuk penyakit asmaMembantu pemulihan/proses penyembuhan dari rasa kesemutanMembantu pemulihan/proses penyembuhan untuk Penyakit StrokeMembantu pemulihan/proses penyembuhan untuk penyakit-penyakit kulitMembantu pemulihan/proses penyembuhan dari rasa pegal-pegal di badanMembantu pemulihan/proses penyembuhan dari rasa linu-linu pada tubuhMembantu pemulihan/proses penyembuhan penyakit gatal pada kulitMenghaluskan kulit

Rambut Siwi (www.globalvacationtour.com)Rambut Siwi terletak 18 Km arah ke timur dari Kota Negara dan 78 Km arah ke bara...
24/02/2017

Rambut Siwi (www.globalvacationtour.com)

Rambut Siwi terletak 18 Km arah ke timur dari Kota Negara dan 78 Km arah ke barat dari kota Denpasar. Dapat dicapai dengan semua jenis kendaraan serta tempat parkir yang cukup luas.

Disini terdapat pura Sad Kahyangan dan dibangun erat kaitannya dengan kedatangan seorang Pendeta dari Majapahit yang melakukan perjalanan keagamaan ke Bali dan singgah di tempat ini untuk memberikan ajaran Agama Hindu. Karena hormatnya penduduk setempat kepada sang pendeta yang bernama Dang Hyang Nirartha itu, dimintalah rambutnya untuk dipuja dan disimpan di Pura ini sehingga nama Pura ini disebut Pura Rambut Siwi. Dari Pura ini p**a dapat kita menikmati pemandangan laut lepas dan matahari terbenam/ Sunset dengan bentangan sawah yang luas, serta pemandangan gunung yang jauh, menambah pesona bagi para pengunjung.

Pantai Medewi (www.globalvacationtour.com)Pantai Medewi adalah Pantai yang cukup indah dengan lekuk pantai yang sangat m...
24/02/2017

Pantai Medewi (www.globalvacationtour.com)

Pantai Medewi adalah Pantai yang cukup indah dengan lekuk pantai yang sangat menawan, terletak di Desa Medewi 24 Km timur kota Negara dan 72 Km dari Denpasar, dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan.

Pantai Medewi cocok untuk tempat surfing karena ombaknya yang panjang dan lama baru pecah sesuai sarat surfing yang diinginkan. Dari sini dapat menikmati Sunset yang indah. Fasilitas yang dimiliki Hotel yang cukup reprentatif bagi wisatawan Manca Negara dilengkapi dengan kolam renang dan Retauran yang ditata cukup artistik di halaman hotel tersebut.

Pantai Pengeragoan (www.globalvacationtour.com)Obyek wisata ini terletak di Desa Pengeragoan, kecamatan Pekutatan, tepat...
24/02/2017

Pantai Pengeragoan (www.globalvacationtour.com)

Obyek wisata ini terletak di Desa Pengeragoan, kecamatan Pekutatan, tepatnya di Pintu Gerbang Timur Kabupaten Jembrana, berbatasan dengan Kabupaten Tabanan, di pinggir selatan jalan raya yang menghubungkan Gilimanuk-Denpasar.

Pantai berpasir hitam dengan deburan ombak Samudra Indonesia dan lambaian pohon nyiur dan pandan ini cocok untuk tempat istirahat sejenak bagi wisatawan. di bagian utara Desa Pengeragoan, merupakan tempat terindah untuk menikmati pemandangan Pantai Pengeragoan.

Address

Jimbaran Kuta SelatanBali-
Denpasar
80361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Global Vacation Tour posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Global Vacation Tour:

Shortcuts

Share

Category