19/05/2026
Sawah Terasering Jatiluwih di Tabanan, Bali, adalah bentangan persawahan seluas ratusan hektar yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
Tempat ini terkenal karena mempraktikkan Subak, yaitu sistem irigasi tradisional Bali yang berlandaskan filosofi keharmonisan hidup (Tri Hita Karana).
Berikut adalah penjelasan singkat, rinci, dan mudah dipahami mengenai daya tarik Jatiluwih:
- Lokasi & Luas:
Terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Desa Jatiluwih memiliki total wilayah seluas 2.233 hektar, dengan luas area khusus persawahan (sawah) mencapai lebih kurang 303 hektar. Lanskap ini membentang dari lereng Gunung Batukaru hingga ke lembah, menjadikannya terasering terluas di Bali.
- Pengakuan UNESCO:
Jatiluwih resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 29 Juni 2012. Pengakuan ini diberikan karena kawasan ini berhasil melestarikan sistem irigasi kuno yang mengatur pembagian air adil bagi setiap petani.
- Varietas Padi:
Daya tarik utama pertanian di sini adalah budidaya padi varietas lokal, khususnya padi bali merah. Beras merah Jatiluwih sangat khas, memiliki aroma dan rasa yang unik, serta umumnya ditanam tanpa menggunakan pestisida.
- Sistem Subak:
Subak bukan sekadar saluran air, melainkan organisasi kemasyarakatan petani yang mengatur siklus tanam, ritual keagamaan, hingga pemeliharaan lingkungan secara gotong royong.
- Daya Tarik Wisata:
Kawasan ini juga dikenal dengan nama Jatiluwih Green Land. Pengunjung disuguhi panorama hamparan padi hijau berundak-undak yang dipadukan dengan udara pegunungan yang sejuk.
————————————————————————
Thanks John, Canada who booked a private trips during his vacation time in Bali, cu next time 😍🤩☺️🙏