Biaya Paket Umroh Murah

Biaya Paket Umroh Murah BIRO TRAVEL UMROH MURAH | HP: 081388097656 | www.PerjalananUmroh.com Program Biaya Paket Umroh Murah. Umroh Murah Plus Turki Al Aqsha.

Paket Umroh Murah Desember, Paket Umroh Murah Ramadhan, Paket Umroh Backpacker, Travel Umroh Murah, Paket Umroh Murah Januari Februari Maret April Mei Juni November. Umroh Murah Iktikaf Ramadhan

TADABBUR AYAT QUANTUM REZEKI. Gaji Pas-Pasan, Mana Mungkin Bisa Umrah?“Kadang bukan rezekimu yang kecil, tapi keyakinanm...
19/10/2025

TADABBUR AYAT QUANTUM REZEKI. Gaji Pas-Pasan, Mana Mungkin Bisa Umrah?
“Kadang bukan rezekimu yang kecil, tapi keyakinanmu yang belum tumbuh besar.”
Langit berwarna tembaga ketika toa Masjid Asy Syahid mengalunkan dzikir bakda subuh. Embun pagi masih melekat di dedaunan, udara terasa sejuk dan segar. Di Masjid Asy Syahid, pagi itu bakda Subuh, angin berbisik pelan menyusup ke balik celah-celah jendela. Barisan jamaah bapak-bapak berjajar agak longgar.
Sebagian ada yang menyandarkan badannya ke dinding dan tiang masjid. Jamaah ibu-ibu di bagian belakang dengan pembatas kain hijau separuh badan. Lampu-lampu menerangi ruang utama. Sebagian jamaah ada yang berbincang pelan. Mereka semua sedang meninggu dimulainya Kajian Ba’da Subuh (KBS).
Di dekat mimbar, duduk sosok paruh baya: Kyai DR. Endang Madali. Wajahnya teduh dan tenang, dengan peci dan sorban putihnya tersampir di pundak. Senyum tipis mengembang di bibirnya. Ia memegang sebuah buku dengan jari-jarinya yang lembut.
Kyai Endang mengangkat tangan kecilnya memberi isyarat agar jamaah duduk lebih tenang. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Abang Kakak,” ucapnya dengan suara lembut.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bersama-sama mengisi pagi yang penuh berkah ini. Selamat datang di kajian ba’da Subuh kita, Quantum Umrah. Ini adalah bab pertama yang akan menbahas secara mendalam dan penuh ketulusan.”
Tiba-tiba, Bang Djon — pria paruh baya dengan baju koko dan peci hitamnya— nyeletuk sambil menyeruput teh yang sudah disajikan marbot: “Kyai, saya mau nanya terus terang nih. Gaji saya cuma pas-pasan. Bayar listrik aja ngos-ngosan. Bagaimana caranya bisa umrah? Biar realistis dikit, Kyai. Jangan bawa mimpi.”
Beberapa jamaah tertawa kecil. Kyai Endang hanya tersenyum, menatapnya lembut ke arah jamaah satu per satu. “Baiklah Bang Djon. Hari ini, kita akan mulai dengan pertanyaan yang sering sekali muncul di masyarakat ya: “Gaji pas-pasan, mana mungkin bisa Umrah?”
“Bang Djon, justru yang gajinya pas-pasan itu paling pantas berangkat. Karena mereka yang tahu rasanya pas-pasan, paling bisa merasakan nikmatnya dicukupkan Allah.” Lanjut Kyai Endang.
Dialog Reflektif – Dari Logika ke Keyakinan.
Bang Djon menggeleng pelan. “Kyai, saya ini bukan gak mau. Tapi ya logika aja, biaya umrah itu kan hampir Rp30 juta. Saya tabung sepuluh tahun pun, belum tentu cukup.”
Kyai Endang tertawa kecil. “Bang Djon, kalau logika yang kamu pakai, jangankan umrah, makan di rumah makan Padang aja bisa mikir dua kali. Tapi kalau iman yang bicara, bahkan Rp30 juta itu cuma angka, sementara Allah punya langit dan bumi beserta isinya.”
Ia menatap jamaah dan melanjutkan dengan suara yang lembut: “Rezeki itu bukan hasil kerja keras kita semata, tapi hasil kasih sayang Allah yang kau yakini atau tidak.”
“DalamAl Qur’an Surat Ali Imran (3): 37 Allah berfirman bahwa: Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas.” Jelasnya sambil menengok kearah Bang Djon.
Kyai Endang melanjutkan,” Menurut Imam Ibnu Katsir, ayat ini menunjukkan keluasan rahmat dan kekuasaan Allah. Dia memberi rezeki bukan karena sebab duniawi semata, tapi karena hikmah dan kehendak-Nya. Orang yang bertawakal, yakin, dan ikhlas, akan dibukakan jalan rezeki yang tak terduga.”
“Sedang menurut Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, menegaskan bahwa “tanpa batas” bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dalam cara. Allah bisa memberi melalui jalan yang manusia tidak sangka — seperti kemudahan, ilham usaha, bantuan orang lain, atau kesempatan yang datang tiba-tiba.”
Kyai Endang menatap Bang Djon dan seluruh jamaah sambil tersenyum. “Abang Kakak, Allah itu Maha Kaya. Yang kita anggap mustahil, bagi Allah semudah ‘Kun fayakun’. Tapi Allah menunggu: sejauh mana kamu percaya, sejauh mana kamu niat.”
Bang Djon terdiam. Ia menatap langit pagi yang mulai terang. Di hatinya, ada getar kecil — mungkin itulah awal dari doa yang berani bermimpi. (Bersambung…)
– Quantum Rezeki Academy

18/10/2025

Bismillah...
Mulai post lagi di FP ini untuk share manasik umrah ya.
Beduk kita mulai...

26/09/2024

Channel Newbi..
Mulai upload lagi setelah setengah punama beku.
Channel stugnan bikin semangat ambyar
Saran Ustadz ku, buka lagi dan tebeli dengan stabilo, dulu apa tujuan utama bikin channel YT ..
He hem jadi malu ati...

AlhamdulillahGajian kok tgl 23. Ya nggak apa2Tanggal berapa saja, nilainya berapaun tetap disyukuriNanti in sya Allah tg...
23/09/2024

Alhamdulillah
Gajian kok tgl 23. Ya nggak apa2
Tanggal berapa saja, nilainya berapaun tetap disyukuri
Nanti in sya Allah tgl 1-2 gajian lagi aamiin
Ini kesyukuran Newbi...

Wakaf Baitul Asyi di Saudi Berikan Tambahan Uang Saku Rp.5.7 Juta untuk Jamaah Haji AcehMakkah, NU Online Seluruh jamaah...
07/06/2024

Wakaf Baitul Asyi di Saudi Berikan Tambahan Uang Saku Rp.5.7 Juta untuk Jamaah Haji Aceh

Makkah, NU Online Seluruh jamaah haji asal Aceh mendapatkan uang saku tambahan yang berasal dari dana wakaf Aceh (Baitul Asyi) yang ada di Arab Saudi. Setiap orang mendapatkan uang sebesar 1.500 riyal atau setara dengan sekitar 5.7 juta, dengan asumsi nilai tukar 1 riyal ke rupiah 3.800. Uang saku tambahan bagi warga Aceh ini diberikan sejak tahun 2006 dan terus berlangsung hingga kini setiap tahunnya. Jamaah haji Aceh dari awal sudah mengetahui adanya dana tambahan tersebut.
Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Aceh, Iqbal mengatakan pada tahun 2022 ini, total yang mendapatkan uang saku tambahan sebanyak 2.022 yang terdiri dari 1.988 jamaah dan 34 petugas haji. Nadzir wakaf Syeikh Abdul Latif Baltou bersama bendaharanya Muhammad Sayyid, seorang warga negara Mesir mendatangi jamaah di Hotel Shoqreyah, kawasan Raudhah yang menjadi tempat tinggal jamaah haji asal Aceh.
Usai shalat Ashar di mushalla hotel, seluruh jamaah berkumpul, lalu kemudian Syekh Abdul Latif menyampaikan pesan tentang keistimewaan Masjidil Haram dan mengajak jamaah haji untuk memanfaatkan kesempatan selama di Makkah untuk beribadah semaksimal mungkin. “Kita menjadi mukimin di sini, di tempat yang sangat mulia, tanah yang sangat berkah. Semua apa yang kita lakukan ini memberikan keberkahan kepada kita, yang diberikan oleh Allah,” kata Syeikh Baltou. “Perbanyak shalat, zikir, dan puasa,” imbuh Baltou. Informasi awal yang disampaikan oleh kantor wilayah Kementerian Agama, uang saku tambahan yang mereka terima berjumlah 1.200 riyal. Begitu, diumumkan yang diterima sebesar 1.500 riyal, seluruh jamaah secara kompak mengucapkan “Alhamdulillah.”
Kemudian mereka dipanggil satu per satu sesuai dengan nomor urutnya. Terdapat dua meja untuk memanggil uang saku tersebut. Uang yang diberikan berupa pecahan 500 riyal yang masih baru. Syekh Baltou sendiri yang membagikan uang tersebut di salah satu meja sedangkan di meja satunya, Muhammad Sayyid yang membagikan uang. Tampak jelas wajah-wajah semringah para jamaah yang menerima uang tersebut. Setelah menerima uang, Sebagian masih mengobrol dengan temannya, namun Sebagian lagi beranjak ke kamarnya masing-masing. Ismail salah satu jamaah mengekspresikan kegembiraannya karena menerima uang tersebut. Ia berangkat haji bersama istrinya setelah menunggu sejak tahun 2011. Dengan demikian, total uang yang diterima mencapai 3000 riyal. “Mudah-mudahan uangnya bermanfaat. Katanya, di awal cuma 1200 riyal. Alhamdulillah bertambah,” katanya. Ia berharap orang-orang Aceh ke depan juga dapat terus menikmati dana wakaf tersebut. Kegembiraan juga disampaikan oleh Sri Mulyani (38) dari Aceh Besar. Ia berencana menggunakan Sebagian uang tersebut untuk sumbangan kepada anak yatim di Aceh.
“Tidak ada niat untuk dihabiskan semua, biar amal jariahnya juga mengalir. Yang mewakafkan juga berpahala terus menerus,” katanya. Syekh Abdul Latif Baltou menyampaikan, ia baru mengelola dana wakaf tersebut selama lima belas tahun belakangan. Sebelumnya, ia mengaku tidak tahu banyak bagaimana pengelolaan harta wakaf tersebut.
Namun, ketika masuk tidak banyak harta wakaf yang ditemukan. Kemudian ia mengembangkan wakaf yang hasilnya kemudian dibagikan. Baltou menyampaikan, begitu menerima harta wakaf, ia langsung ke Indonesia untuk bertemu dengan Menteri Agama Indonesia, yang waktu itu Maftuh Basyuni. “Ada kesepakatan dengan menteri agama untuk membagikan uang jamaah haji Aceh sebagai ganti dari biaya tempat tinggal jamaah haji Aceh di Makkah dan Madinah,” ujar Baltou yang berbicara dalam bahasa Arab, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Tanah wakaf Aceh merupakan inisiatif dari tokoh Aceh, Habib Abdurrahman bin Alwi yang dikenal sebagai Habib Bugak. Pada tahun 1809 M atau 1224 H, ia mengucapkan ikrar wakaf bahwa tanah wakaf tersebut dimanfaatkan kepada jamaah haji asal Aceh atau warga Arab Saudi keturunan Aceh atau warga Aceh yang menjadi mukimin di Arab Saudi.
Ketika terjadi perluasan Masjidil Haram, tanah wakaf tersebut digusur, namun mendapat ganti rugi, yang mana tanah tersebut kini dibangun sebuah hotel. Penghasilan dari hotel itulah yang dibagikan kepada jamaah haji asal Aceh. Pewarta: Achmad Mukafi Niam Editor: Alhafiz Kurniawan

Sumber: https://nu.or.id/internasional/wakaf-baitul-asyi-di-saudi-berikan-tambahan-uang-saku-rp-5-7-juta-untuk-jamaah-haji-aceh-VdpRP

Kemenag Akan Beri Sanksi Travel Penyedia Visa selain Visa Resmi HajiJakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qou...
05/06/2024

Kemenag Akan Beri Sanksi Travel Penyedia Visa selain Visa Resmi Haji

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pihaknya akan memberi sanksi kepada travel yang menyediakan visa selain visa resmi haji kepada jemaah yang bermaksud menunaikan ibadah haji. Hal ini ditegaskan Menag saat menjawab pertanyaan media usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta.

“Kita kan memberi sanksi kepada travel yang menyediakan visa selain visa resmi haji,” ujar Menag menanggapi wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2024).

“Menteri haji Kerajaan Arab Saudi juga sudah mengingatkan jangan pakai visa di luar visa haji resmi. Karena pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan bertindak tegas. Saya juga sudah sampaikan jangan berangkat haji tanpa visa resmi haji.” Ucapnya

Visa haji diatur dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU). Pasal 18 UU PIHU mengatur bahwa visa haji Indonesia terdiri atas visa haji kuota Indonesia, dan visa haji mujamalah undangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Visa kuota haji Indonesia terbagi dua, haji reguler yang diselenggarakan pemerintah dan haji khusus yang diselenggarakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Tahun ini, kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah. Indonesia juga mendapat 20.000 tambahan kuota. Sehingga, total kuota haji Indonesia pada operasional 1445 H/2024 M adalah 241.000 jemaah.

Untuk warga negara Indonesia yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, UU PIHU mengatur bahwa keberangkatannya wajib melalui PIHK. Dan, PIHK yang memberangkatkan warga negara Indonesia yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari Kerajaan Arab Saudi wajib melapor kepada menteri agama.

“Di luar itu pasti akan jadi masalah, dan terbukti berapa jemaah Indonesia ada yang terkena aturan yang diberlakukan Kerajaan Arab Saudi,” tandasnya.

Sarah Shafira Sandy
Editor: Selamet Mujahidin Sya’bani
Fotografer: Isykariman Ismail

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pihaknya akan memberi sanksi kepada travel yang menyediakan visa selain visa resmi haji kepada jemaah yang bermaksud menunaikan ibadah haji. Hal ini ditegaskan Menag saat menjawab pertanyaan media usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR...

Guru Ngaji, Menikmati Tadarus di tempat Malaikat Jibril Mengajari Nabi Mengaji Makkah (Kemenag) --- Siang itu, Minggu (2...
04/06/2024

Guru Ngaji, Menikmati Tadarus di tempat Malaikat Jibril Mengajari Nabi Mengaji

Makkah (Kemenag) --- Siang itu, Minggu (2/6/2024), tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah Al Mukarramah, berkunjung ke Sektor 1 pemondokan jemaah. Didampingi Ketua Kloter 3 Embarkasi Makassar (UPG 3) yang beranggotakan jemaah asalPare-pare, Barru, dan Maros, M Hasyim Usman, anggota MCH bisa berbincang lepas. Hadir juga petugas kesehatan kloter Hafida Jufri yang juga berperan sebagai penerjemah.

Saat itu, tampak duduk santai di atas kasur di hotel Al Hassan 113 bilangan Syisyah, seorang perempuan lansia mandiri sedang berkemas. Ibu Rennu Side Lauma namanya. Usia 98 tahun. Tampak bahagia. Wajah benderang, bak rembulan di siang hari.

Persis namanya, Rennu yang antara lain berarti bahagia. Guru dan pengaji Al-Qur'an yang sangat aktif. Tidak butuh alat bantu, Ibu Rennu menjadikan kitab suci laksana kawan sejati. Bukan saja jadi teman selama puluhan tahun lebih usianya, tetapi juga selama di Makkah, ia tinggal di kawasan Hira.

Goa legendaris. Goa di mana Baginda Muhammad SAW pertama kali diajari mengaji oleh Jibril As. Anda dapat bayangkan, betapa benar ujaran, "Mau tahu seseorang, kenalilah temannya." Cari tahulah siapa yang menemaninya selama ini.

Dan teman sejati Nenek Rennu adalah Al-Qur'an. Dengan suara lembut, Nenek berkisah soal kegiatannya sehari-hari di kampung halaman. Janda beranak 8 ini, dikarunia keturunan yang nyaris semua sangat cinta Al-Qur'an.

Salah satu anaknya, seorang tuna netra, hafida--bukan Hafida si penerjemah, penghafal kelas nasional. Bolak balik Jakarta-Maros, untuk menerima piagam sebagai juara musbaqah tilawatil qur'an (MTQ) bagi disabilitas. Rennu mengajar ngaji dari generasi ke generasi.

Dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya saat berbicara, nenek Rennu bercerita siapa "santri-santri" yang jadi alumni taman mengajinya di kampung. "Kapala desa dan orang tuanya juga anaknya adalah murid-murid saya," ujar Rennu tergelak.

Nenek Rennu, saat MCH meminta izin memasuki kamar 407, lantai 4, samping kanan lift, sedang "bebenah". Yang bikin hati tersentuh, Nenek Rennu "tinggal dan tidur" sekasur dengan temannya; Al-Quran yang mulia. Saat kami tanya apakah masih bisa leluasa mengaji, Nenek Rennu tampak cekatan.

Dan ia mulai mengaji ketika teman-teman secara berkelakar memintanya mengaji. Bukan mengeja. Tidak terbata-bata. Persis "Al Mahir". Siapakah al Mahir? Dialah seseorang yang lancar membaca mushaf tanpa salah dan, khusus Rennu, ia juga tanpa alat bantu.

Kalau Sang Nabi saat mengaji langsung diajar "super starnya" para malaikat, yakni Jibril As., maka nenek Rennu juga senantiasa bersama para malaikat "Safarah Kiramil Bararah". Sangat bisa jadi perjalanan hidup Rennu adalah gambaran nyata dari sabda Baginda Rasul.

Siti Aisyah RA., isteri beliau yang Ummul Mukminin, melaporkan kepada kita dalam sebuah hadits tentang kelompok para pembelajar Al-Qur'an; "Barang siapa membaca Al-Qur'an dengan mahir (lancar) maka dia akan bersama Malaikat Kiramil Bararah."

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, akan bersama malaikat yang mulia nan baik-baik; sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an namun masih terbata-bata, maka ia akan memperoleh 2 (dua) pahala (HR. Bukhari Muslim).

Kalau nenek Rennu bisa melaksanakan ibadah haji di usianya yang sangat renta, jenis ibadah yang mengandalkan fisik, maka itu syafa'at dari Al-Qur'an karena dia istiqamah menjaganya. Akan banyak ditemukan keajaiban-keajaiban selama pelaksanaan ibadah haji.

Sepanjang tahun ada selalu muncul Rennu-rennu lain dari banyak sudut pandang. Satu hal yang pasti, banyak jalan menuju keselataman, terlebih dengan Al-Qur'an.

"Yahdii bihillaah manit taba'a ridwaanahu subulassalaam." Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan." (QS: Al Maidah:16) (*)

Ishaq Zubaedi Raqib Ishaq Zubaedi Raqib --MCH Daker Makkah Al Mukarramah.

Editor: Moh Khoeron - Fotografer: Istimewa

Siang itu, Ahad (2/6) MCH Daker Makkah Al Mukarramah, berkunjung ke Sektor 1. Didampingi Ketua Kloter UPG 3 (Pare-pare, Barru dan Maros), M Hasyim Usman, dan penerjemah, Hafida Jufri, dari Tim Kesehatan, anggota MCH bisa berbincang lepas.

Bu Lurah Romlah yang Keren..Cerita Ibu Lurah Romlah, Doakan Warganya Bisa Berhaji Saat di Tanah SuciAdha AnggrainiAdha A...
04/06/2024

Bu Lurah Romlah yang Keren..
Cerita Ibu Lurah Romlah, Doakan Warganya Bisa Berhaji Saat di Tanah Suci
Adha AnggrainiAdha Anggraini
Jeddah (Kemenag) --- Salah seorang jemaah asal Tana Toraja yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 26 Embarkasi Makassar (UPG-26), tampak mondar mandir setibanya di King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Jumat (31/5/2024). Ia terlihat bingung karena mencari anggota regunya yang belum tiba di paviliun Bandara.
Ibu itu namanya Romlah (52). Dia sehari-hari berprofesi sebagai lurah di Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Tana Toraja.
Ia bercerita pada saat manasik, dirinya didapuk sebagai Ketua Regu bagi jemaah haji. Ia merasa tak terbebani. Baginya, bisa memberi manfaat bagi sesama adalah sebuah ibadah.
Beberapa saat kemudian, Romlah melihat salah satu jemaahnya yang mengenakan kursi roda tiba. Dengan sigap, ia langsung menyambutnya. “Saya dipilih jadi ketua regu itu amanah. Saya merasa bertanggungjawab kalau mereka hilang dan terpisah dari regu,” ungkapnya kepada petugas yang menemuinya di Bandara (31/5/2024).

Salah seorang jemaah asal Tana Toraja yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) UPG-26, Embarkasi Makassar tampak mondar mandir setibanya di King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Bukan tanpa sebab ia terlihat bingung, setelah seorang pertugas bertanya, gerangan apa yang membu...

Gunakan Non Visa Haji 34 Jemaah Pulang ke Indonesia, Tiga Orang Diproses HukumTim Pelindungan Jamaah Haji KJRI Jeddah me...
04/06/2024

Gunakan Non Visa Haji 34 Jemaah Pulang ke Indonesia, Tiga Orang Diproses Hukum

Tim Pelindungan Jamaah Haji KJRI Jeddah mendampingi pemulangan 34 WNI di Bandara Madinah. (3 Juni 2024 / dini hari)
Tim Pelindungan Jamaah Haji KJRI Jeddah mendampingi pemulangan 34 WNI di Bandara Madinah. (3 Juni 2024 / dini hari)

Makkah (Kemenag) --- Sebanyak 34 jemaah dari 37 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap aparat keamanan (Apkam) Arab Saudi karena kedapatan menggunakan non visa haji akhirnya pulang ke tanah air. Sementara tiga orang lainnya akan diproses secara hukum.

Keterangan ini disampaikan Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary. Sejak kemarin, menurut Yusron, tim perlindungan jemaah KJRI Jeddah terus mendampingi pemeriksaan 37 WNI tersebut.

"Alhamdulillah dalam pendampingan tersebut, 34 jemaah dinyatakan bebas dan pagi ini telah kembali ke Indonesia dengan penerbangan Qatar Airways yg akan tiba di Jakarta pukul 21.30 WIB," tutur Yusron, Senin (3/6/2024).

Sebanyak 34 jemaah dari 37 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap aparat keamanan (Apkam) Arab Saudi karena kedapatan menggunakan non visa haji akhirnya pulang ke tanah air. Sementara tiga orang lainnya akan diproses secara hukum.

Mbah Dul Asli Ponorogo, S**a Membuat Jemaah Haji TertawaMakkah (Kemenag) --- Bersarung dan berkopiah, Mbah Dul berjalan ...
31/05/2024

Mbah Dul Asli Ponorogo, S**a Membuat Jemaah Haji Tertawa

Makkah (Kemenag) --- Bersarung dan berkopiah, Mbah Dul berjalan mencari dokter kloter. “Pak dokter di mana,” tanyanya kepada rekan-rekan dari kloter 19 SUB, Rabu (29/5/2024).

“Tesih merikso jemaah wau mbah (masih memeriksa pasien) mbah,” jawab rekannya.

Kepada rekannya, ia mengaku punggung dan pinggangnya sakit. Karena itu ia pingin periksa ke dokter. “Jantung mbah?” sahut rekannya.

“Ndak. Saya tidak ada riwayat jantung. Cuma punggung dan pinggang ini kok agak sakit,” jawabnya.

Rekan-rekannya yang berkumpul di depan pintu kamar lantas meminta Mbah Dul menunggu. Mereka mempersilakan Mbah Dul duduk. Di situ mereka bertanya macam-macam kepada pria berusia 76 tahun ini.

Saat perbincangan berlangsung, dokter dan perawat yang ditunggu datang. Mereka langsung memeriksa tensi Mbah Dul. “Normal mbah,” kata sang dokter.

“Tadi keluhannya apa?” tanya perawat.

“Punggung dan pinggang agak sakit. Tapi kok sekarang sudah enggak sakit,” jawab Mbah Dul.

“Umurku saiki 76 tahun. Pensiunan kepala madrasah nang Ponorogo,” jawabnya.

“Tesih kiat tawaf kalean sa’i? (masih kuat menjalankan tawaf dan sa’i?),” tanya salah seorang rekannya.

Mbah Dul menjawab panjang pertanyaan itu. Soal kesehatan, dia mengaku selalu menjaganya. “Aku iki sih kuat mlayu (aku masih kuat lari),” kata dia bangkit dari tempat duduknya sambil memeragakan gerakan jogging.

Melihat ulah Mbah Dul itu rekan-rekannya terbahak. Mereka tak menyangka jika pertanyaan itu langsung diperagakan dengan aksi seperti itu.

“Wah njenengan top mbah. Pun sepuh tesih wantun mlayu. (Anda top. Sudah tua tapi masih kuat berlari),” sahut salah seorang rekannya.

“Ini pasti gara-gara ditensi sama perawat tadi langsung sembuh,” sahut rekannya.

Mbah Dul terkekeh. “Ssstttt.....ojo omong banter-banter (jangan bicara keras),” katanya sambil menutup mulutnya dengan jari tangannya. “Iki tanah haram.”

Rekan-rekannya terbahak. “Saya kira takut sama istri,” sahut rekannya.

“Sttt,” sahut Mbah Dul kembali menutup bibir dengan jarinya.

Seorang jemaah wanita yang dari awal ikut nimbrung, bercerita Mbah Dul ini bisa menjadi hiburan bagi jemaah satu kloter. Katanya, sewaktu terbang dari Surabaya ke Madinah, Mbah Dul yang berhaji bersama istrinya duduk terpisah. Mbah Dul duduk agak belakang, istrinya ada di tengah. Tahu tak duduk berderetan, Mbah Dul melobi jemaah yang satu kursi dengan istrinya tukar tempat. Jemaah yang diajak tukeran kursi mau tapi awak pesawat tidak mengizinkan. Mbah Dul menggerutu. Jemaah lain menghiburnya. Mbah Dul terlihat tenang dan mulai bisa bergurau.

Dua jam menjelang pesawat mendarat, awak pesawat tiba-tiba mengizinkan Mbah Dul tukar tempat. Mbah Dul akhirnya pindah dan duduk satu deret dengan istrinya. Jemaah langsung menggodanya. Yang digoda terlihat gembira, sumringah. “Beliau jadi hiburan kami. Ceritanya lucu-lucu,” kata jemaah.

Lain Mbah Dul, lain Mbah Sayid. Kami temui di hotel Al Zhaer Plaza yang ada di kawasan Misfalah, Makkah, jemaah asal Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini sedang mengikuti bimbingan ibadah dan sosialisas kesehatan jelang puncak haji di Armuzna, 15 Juni mendatang.

“Usianya sekarang berapa mbah,” tanya seorang petugas sektor PPIH Makkah.

Spontan dia menjawab sambil mengangkat telunjuk tangannya. “76, Djarum...!” Jawaban itu membuat orang yang ada di situ terbahak.

Tak berhenti di situ. Saat ditanya hapal atau tidak bacaan talbiyah, ia hanya melempar senyum dan langsung melafalkan.

"Labbaik Allohumma Labbaik, Labbaika laka..,laka..,laka...,Syarlak," petugas dan jemaah nampak gemas kemudian spontan langsung membimbingnya pelan-pelan sampai bacaannya benar.

Meski tak hapal, ia tak minder. Sambil menggenggam lengan petugas, Mbah Sayid memberi isyarat agar terus dibimbing sampai bacaannya sempurna. Ketika sudah benar, jemaah yang ada di ruangan itu berucap hamdalah.

Siang itu Mbah Sayid benar-benar membuat kebersamaan jemaah menjadi lebih indah. Persuaan jemaah dan petugas juga menunjukkan kegayengan sekaligus mengisyaratkan kegembiraan. (*)

Bersarung dan berkopiah, Mbah Dul berjalan mencari dokter kloter. “Pak dokter di mana,” tanyanya kepada rekan-rekan dari kloter 19 SUB.

Imbas Keterlambatan Garuda, Bikin Was-Was JemaahJeddah (Kemenag) --- Imbas keterlambatan Garuda Indonesia, jemaah haji k...
30/05/2024

Imbas Keterlambatan Garuda, Bikin Was-Was Jemaah

Jeddah (Kemenag) --- Imbas keterlambatan Garuda Indonesia, jemaah haji kelompok terbang (kloter) 58 Embarkasi Solo (SOC-58) mengaku was-was dibuatnya. Hal ini menimbulkan banyak tanya akan kepastian keberangkatan bagi jemaah.

Namun, dikarenakan penerbangan ini menyangkut perjalanan ibadah, maka sebagian jemaah memilih untuk memendamnya kemudian mengambil hikmahnya. Demikian sejumlah pandangan para jemaah haji yang terdampak langsung keterlambatan penerbangan Garuda Indonesia Airlines.

Salah satu jemaah haji dari Kabupaten Semarang, Aries mengungkapkan dirinya sempat dibuat was-was dengan adanya informasi keterlambatan Garuda Indonesia. Adanya pemberitahuan perubahan jadwal, cukup melegakan. Sehingga, dirinya bersiap untuk ke Embarkasi Solo sesuai jadwal keberangkatan yang baru.

Jeddah (Kemenag) --- Imbas keterlambatan Garuda, Jemaah haji kelompok terbang (kloter) SOC-58 mengaku was-was dibuatnya. Hal ini menimbulkan banyak tanya akan kepastian keberangkatan bagi jemaah. Namun, dikarenakan penerbangan ini menyangkut perjalanan ibadah, maka Sebagian jemaah memilih untuk m...

Address

Jln. Arief Rahman Hakim No. 3
Depok
16431

Website

http://www.perjalanan-umroh.blogspot.com/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Biaya Paket Umroh Murah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Biaya Paket Umroh Murah:

Share

Category