28/09/2017
BELAJAR DARI PERISTIWA HIJRAH NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Umat Islam diperintahkan untuk senantiasa belajar dari masa lalu. Membaca tanda-tanda zaman, dan belajar dari sejarah, terutama dari sejarah kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya dan para pejuang-pejuang Islam sesudahnya. Di momen awal tahun baru hijriah ini ada momen yang penting untuk dipelajari dan dihayati yakni peristiwa hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabatnya dari Makkah ke Madinah. Banyak pesan-pesan moral yang dapat diambil dan dijadikan suri teladan setiap muslim dari peristiwa hijrah Nabi dan para sahabatnya tersebut.
Peristiwa hijrah mengandung makna yang sangat mendalam bagi orang-orang yang beriman. Bagaimana tidak. Semangat hijrah adalah semangat menuju perubahan dalam ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
Mereka rela meninggalkan kehidupan nyaman yang selama ini dinikmatinya untuk menuju kehidupan baru, memulai penghidupannya yang baru di tempat baru.
Hanya kekuatan imanlah yang mengokohkan hati untuk meninggalkan berbagai kesenangan yang selama ini dinikmati, meninggalkan harta kekayaan bahkan sanak keluarga yang dicintai. Ya karena satu keimanan kepada Allah. Bahwa umat Islam perlu membangun tonggak baru, peradaban baru Islam. Inilah pelajaran hijrah pertama dari hijrah yakni pelajaran tentang iman ..... Keyakinan akan janji Allah, kerelaan berkorban untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Anda bisa membayangkan, bagaimana penderitaan yang harus ditanggung ketika di siang hari yang sangat panas atau di malam yang sangat gelap, mereka berjalan kaki, turun naik gunung yang berbatu-batu, melewati padang sahara yang gersang, dengan perbekalan seadanya. Padahal di Makkah mereka bisa hidup nyaman apabila mau berkompromi dengan orang-orang musyrik. Namun semua itu dilakukan demi memenuhi Seruyan Allah dan RasulNya. Hijrah adalah langkah strategis untuk membangun basis kekuatan baru. Tidak hanya kekuatan fisik, melainkan juga kekuatan psikologis yang menguntungkan dengan jaminan Allah Ta’ala .
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 218)
“Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 100)
Masihkah hijrah perlu dilakukan kaum muslimin saat ini? Ya, hijrah dalam artisan yang lebih umum yakni meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan.
Selamat berhijrah ........