16/04/2020
Beberapa hari ini saya mendengar beberapa pesan penceramah, dengan sangat berapi-api, bahkan ada yang mengutuk bila tahun ini haji ditiadakan dan tidak ada yang thawaf, maka dunia ini akan hancur.
Saya pernah menulis buku "Sejarah Haji dan Manasik" beberapa tahun lalu, dan tahun 2019 dikutip beberapa media sebagai panduan untuk ziarah, petualangan, dan ibadah haji. Pada bab "Ibadah Haji dalam Penelusuran Sejarah" saya menulis tentang awal mulai pembangunan Ka'bah, dengan berbagai pendapat di dalamnya, dari pendapat yang menyatakan bahwa yang membangun pertama kali adalah Malaikat pada dua ribu tahun sebelum Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Adam, dan dilanjutkan oleh putranya, Syits dengan menggunakan tanah dan batu.
Setelah ada peristiwa banjir bah pada masa Nabi Nuh, bangunan tersebut runtuh, dan dibangun kembali oleh Nabi Nuh, dan pada akhirnya dibangun oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan putranya Nabi Ismail ‘alaihissalam. Dan masih banyak kisah lain yang mengiringi pembangunan Ka'bah yang mulia ini (lihat: Saifi, Tarikh al-Makkah al-Mukarramah 'Abra al-Ushur: 1968).
Namun, dari sekian pendapat yang diunggulkan dan mendekati fakta historis dan teologis adalah kisah dibangunnya Ka'bah oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail ‘alaihissalam.
Masih pada bab pertama, bagian selanjutnya adalah pelaksanaan haji pertama kali yang dilakukan oleh Nabi Muhammad setelah turunnya ayat ke-97 Surat Ali Imran. Namun, pada tahun ke-6 H gagal karena ada sabotase orang-orang Quraisy, sehingga dilaksanakan kembali pada tahun ke-9 H di bawah pimpinan Abu Bakar, dan beliaulah Amir al-Haj pertama kali dalam sejarah Islam. (Terkait tahun awal pelaksanaan haji ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan tahun ke-9 H, ke-10 H, dan yang diwajibkan pada tahun ke-7 H).
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/118460/penutupan-ka-bah-dalam-sejarah-islam