Rafah Tour & Travel

Rafah Tour & Travel Rafah Tour & Travel adalah penyedia jasa perjalanan ibadah Umroh yang sesuai dengan sunnah dan biaya

Khouf Allah تعالى berfirmanإِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُ...
13/04/2018

Khouf

Allah تعالى berfirman
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ)
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.
[Surat Ali ‘Imran 175]

Di antara Tauhid uluhiyyah (ibadah) yang harus kita palingkan hanya kepada Allah adalah Khouf “Takut”

Ayat diatas menjelaskan bahwa diantara bukti dari keimanan seseorang adalah mentauhid kan Allah didalam khouf.

Pada ayat ini ada 2 rukun tauhid “Nafyu” dan “itsbat”
فلا تخافوهم
“Janganlah kalian takut kepada mereka”
*Nafyu(peniadaan)*
وخافون
“Dan takutlah kepadaku
*Itsbat(penetapan)*

Karena ibadah tersusun dari dua bagian, yaitu:
Cinta dan Takut

Rasa cinta bisa memudahkan seseorang untuk melakukan ketaatan.
Dan Rasa takut bisa memudahkan seseorang untuk menjauhi yang dilarang Allah عز وجل

Syaikh Sholih Utsaimin رحمه الله تعالى berkata:
“Firman Allah يخوف أولياء “menakut-nakuti kalian dengan wali-walinya”
Hal ini sesuai dengan apa-apa yang terjadi pada ayat sebelumnya, dimana Allah تعالى berfirman:
ُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ
, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,”
[Surat Ali ‘Imran 173]
Hal itu agar mereka menghalangi mereka(kaum muslimin) dari kewajiban dari kewajiban dien yaitu jihad, dan mereka menakut-nakuti dengan hal tersebut(untuk jihad),
Dan demikian juga apa-apa yang terjadi jiwa yang ingin memerintahkan yang makruf atau melarang dari kemungkaran, maka setanpun menakut-nakutinya untuk menghalanginya dari amal ini dan juga apa-apa yang ada pada hati seorang dai.
Intinya: bahwa setan menakut-nakuti bagi orang yang ingin melakukan kewajiban, maka dari itu jika setan mencampakkan rasa takut pada dirimu; maka wajib bagimu untuk tahu bahwasanya berani diatas kalimat haq tidak akan mendekatkan ajal(kematian) dan bersikap diam dan pengecut tidak p**a menjauhkan ajal(kematian);
berapa banyak dai yang berani menyampaikan yang haq dan dia wafat diatas kasurnya!? Dan berapa banyak pengecut terbunuh dirumahnya?!
Lihatlah kholid bin walid orang yang perkasa dan pemberani beliau wafat diatas kasurnya, oleh karena itu selama seseorang melaksanakan perintah Allah; maka yaqinlah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat baik, dan pasukan Allah merekalah yang menang.”
(AlQoulMufid ‘Alaa kitabitTauhid.Jilid 2, Hal.70 Bab قوله تعالى إنما ذلكم الشيطان يخوف أولياءه, Cetakan ke:4 Dar ibnulJauzi)

Khouf pada dasarnya terbagi menjadi 4 bagian:

1- *KHAUFUSSIRRI* (Takut kepada Allah).
yaitu rasa takut yang disertai dengan kecintaan, pengagungan dan penghinaan diri kepada Allah Ta’alaa.
Hukumnya adalah *WAJIB*
karena rasa takut (khouf) ini adalah dasar dari dasar-dasar ibadah.
Firman Allah تعالى:
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا.mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap..
[Surat As-Sajdah 16]

2- *KHAUF JIBILLI*(Takut naluri)
Seperti takut kepada musuh atau binatang buas.
ini hukumnya *MUBAH* jika ada sebab-sebab atau indikasi kuat dan ilmiyah yang diyaqini bahaya atau kemudhorotannya lebih besar dari mashlahatnya.
Sebagaimana Allah mengisahkan tentang nabi Musa عليه السلام
(فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim itu.”
[Surat Al-Qashash 21]

3- *KHAUF SYIRKI* (Takut syirik)
Takut kepada makhluq(selain Allah) yang disertai pengagungan, perendahan diri dan kecintaan.
Seperti takut pada orang mati, keris, berhala atau pada sesuatu yang dia khawatir menimpanya dari hal yang dia tidak sukai dengan kehendaknya(makluq itu) seperti sakit, hilang harta atau takut terhadap sesuatu yang tidak memiliki daya akan marah kepadanya dan mengambil nikmat-nikmatnya.
Hukumnya *SYIRIK AKBAR* yang membatalkan keislamannya (Murtad).
karena dia menyaqini sesuatu bisa mendatangkan mashalat atau mudhorot selain Allah.
Firman Allah تعالى
(إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ)
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti para wali-walinya, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian orang-orang beriman.
[Surat Ali ‘Imran 175]

4- *KHAUF MUHARRAM* (takut yang diharamkan)
Takut yang menjadikan seseorang meninggalkan perintah-perintah yang wajib.
Hukumnya *HARAM*
Seperti seseorang yang takut dengan seseorang yang hidup akan membahayakan harta atau nyawanya dengan dugaan yang belum tentu terjadi dan mungkin saja terjadi namun hanya sesuatu yang lebih ringan mudhorotnya daripada mashlahatnya.

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم؛
لا يمنعن أحدكم مخافة الناس أن يتكلم بالحق إذا رآه أو علمه
“Janganlah rasa takut kepada manusia menghalangi salah seorang dari kalian untuk mengatakan yang haq jika dia melihatnya atau mengetahuinya”
(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya)

https://rafah-umroh.com/2018/04/04/sunnah-sunnah-dibulan-ramadhan/SUNNAH-SUNNAH DIBULAN RAMADHAN1- Mengucapkan selamat d...
05/04/2018

https://rafah-umroh.com/2018/04/04/sunnah-sunnah-dibulan-ramadhan/

SUNNAH-SUNNAH DIBULAN RAMADHAN

1- Mengucapkan selamat dengan datangnya bulan Ramadhan.

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يبشر أصحابه بقدوم رمضان يقول:
“Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya dan dengan tibanya bulan ramadhan, dan Nabi mengucapkan”:
“قد جاءكم شهر رمضان شهر مبارك،
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi..”
(HR.Ahmad dan AnNasaai)

Berkata ibnu Rajab AlHanbali
“قال بعض العلماء: هذا الحديث أصل في تهنئة الناس بعضهم بعضاً بشهر رمضان”.
“Telah berkata sebagian ulama, hadits ini adalah dasar(dalil agar) sebagian kaum muslimin mengucapkan selamat kepada sebagian yang lain dengan datangnya bulan Ramadhan”
(Lathooif AlMa’aarif)

2- Mengakhirkan sahur

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda;
تَسحَّروا فَإِنَّ فى السَّحُورِ بَرَكَة
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah”.
(HR.Bukhori dan Muslim)

Dari Zaid bin Tsabit ketika ditanya tentang waktu sahur Nabi صلى الله عليه وسلم antara azan dan waktu subuh, beliau رضي الله عنه berkata:
،قدر خمسين آية
“Seukuran 50 ayat”
(HR.Bukhori dan Muslim)

3- Sahur dengan kurma.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah dengan korma”
(HR.Abu Daud, Baihaqi dan Ibnu Hibban)

3 – Menyegerakan berbuka.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
لايزال الناس بخير ما عجلوا الفطر”
“Senantiasa manusia didalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”
(Muttaffaq ‘Alaihi)

4- Memberi makan orang yang berpuasa

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
“من فطر صائماً كتب له مثل أجره إلا أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء”
“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka maka dia mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa itu”
(HR.AnNasaai dan Tirmidzi)

5- Berbuka dengan kurma atau air putih.

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
“إذا كان أحدكم صائماً فليفطر على التمر، فإن لم يجد التمر فعلى الماء، فإن الماء طهور”
“Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka berbukalah dengan kurma, maka jika dia tidak mendapati kurma, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu mensucikan”
(HR.Ahmad, Nasaai, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Dalam riwayat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata:
كان النَّبي صلى الله عليه وآله وسلم يُفطِر قبل أن يصلي على رُطَبات، فإن لم تكن رطبات فتُمَيرات، فإن لم تكن تميرات حسَا حسَوات من ماء
“Nabi صلى الله عليه وسلم berbuka sebelum ia shalat(Magrib) dengan Kurma-kurma basah, jika tidak didapati Kurma basah maka dengan Kurma kering, jika tidak didapati Kurma kering maka dengan beberapa tegukan air”
(HR.Ahmad diShahihkan oleh Syaikh Albani)

6 – Membaca doa yang disunnahkan.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila berbuka mengucapkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إنْ شَاءَ اللّهُ
“Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa tsabatal ajru In Syaa Allah
““Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah”.
(HR. Abu Daud)

7- Shalat malam atau Taraweh.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
“من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه”
“Barangsiapa yang shalat malam dibulan Ramadhan dengan keimananan dan mengharap balasan (Allah Ta’alaa) maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu”
(HR.Bukhori dan muslim)

8- Memperbanyak amal shalih terutama membaca Quran.

Allah Ta’alaa berfirman:
“شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن
“Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya AlQuran”
(AlBaqoroh: 185)

Dari ibnu Abbas رضي الله عنهماberkata:
كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi صلى الله عليه وسلم adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al Qur’an kala itu. Dan Rasul صلى الله عليه وسلم adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Rajab رحمه الله berkata:
فدل على استحباب الإكثار من التلاوة في رمضان ليلاً
“(Dalil ini) menunjukkan akan sunnahnya memperbanyak membaca AlQuran pada malam bulan Ramadhan”

9- Ber’itikaf disepuluh akhir Ramadhan.

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata:
“كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر من رمضان”
“Rasulullah صلى الله عليه وسلم ber’itikaf pada sepuluh akhir Ramadhan”
(HR.Bukhori)

10- Berusaha mencari malam Lailatulqadr dengan i’tikaf.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
ِ فيه فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Padanya(Bulan Ramadhan) Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).”
(HR. Nasa’i dan Ahmad)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ .
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapkan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

11- Membaca doa malam lailatul Qadar.

Dar Aisyah رضي الله عنها berkata:”wahai Rasulullah, apakah yang harus aku baca jika aku mendapati malam Lailatul Qadar?
Beliau menjawab:
قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »

”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku”
(HR.Tirmidzi dan ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh AlBani)

12- Memperbanyak doa.

Setelah Allah Ta’aalaa menyebutkan ayat tentang puasa dalam surat AlBaqoroh 183-185, kemudian Allah berfirman:
“وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان”.
(AlBaqoroh: 186)

13- Umroh dibulan Ramadhan.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً ) وفي رواية لمسلم : ( حجة معي )
“Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah itu sama dengan haji.”
Dalam riwayat muslim, “Sama dengan menunaikan haji bersamaku.”
(HR.Bukhori dan Muslim)

14- Mengucapkan, “Saya sedang puasa”
terhadap orang yang mengajak permusuhan.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ؛ مَرَّتَيْنِ”
“Dan apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencelanya, maka katakanlah ‘aku sedang puasa’, dua kali”
(HR. Bukhori dan Muslim)

15- Memperbanyak amal sholih, seperti Shadaqah dll.

Disusun oleh: Abu Rafah

SUNNAH-SUNNAH DIBULAN RAMADHAN 1- Mengucapkan selamat dengan datangnya bulan Ramadhan. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يبشر أصحابه بقدوم رمضان يقول: “Rasulullah صلى الله عليه وسلم me...

01/04/2018

BAHAYA PELIT

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لايجتمع الشح والإيمان في قلب عبد أبدا
"Tidak berkumpul sifat kikir dan iman dalam hati seorang hamba selamanya"
(Shahih Sunan AnNasaai)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم berlindung dari hal ini, beliau berdoa:
اللهم أعوذ بك من الجبن والبخل
"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari sifat pengecut dan pelit"
(Mutaffaq 'Alaihi)

Berkata sebagian ulama
من كان بخيلا ورث ماله عدوه
"Barang siapa yang pelit, maka yang akan mewarisi hartanya adalah musuhnya"

Sebab dari pelit adalah cinta harta
dan cinta harta karena umumnya Cinta keinginan-keinginan nafsunya yang tidak bisa dicapai keinginan nafsu itu kecuali dengan harta disertai banyak angan-angan.
Ada juga yang sedikit angan-angannya namun dia punya anak, maka anak ini menjadikannya panjang angan.

Maka untuk mengobatinya keinginan-keinginan nafsu adalah dengan Qonaah(merasa puas dengan rizqi yang ada) dan sabar.
dan mengobati panjang angan-angan dengan banyak ingat mati.
dan mengobati perasaan hati kepada anak yang menjadikannya kikir adalah dengan meyaqini bahwa Allah yang menciptakan(anak)nya telah menyertakan p**a rizqinya bersamanya; berapa banyak kita lihat orang yang tidak mendapati warisan lebih baik keadaannya daripada yang mendapat warisan.
Jangan sampai kita tinggalkan anak kita dengan kesenangan namun kita menghadap Allah dengan keburukan, sesungguhnya jika anaknya sholih, maka Allah yang akan menjadi walinya, dan jika anaknya fasiq maka janganlah tinggalkan harta yang menjadi sesuatu yang membantu anaknya untuk bermaksiat!!.

Ketahuilah jika banyak hal-hal yang dicintai diDunia ini maka banyak p**a musibah dan kesedihannya karena kehilangannya,
Dan orang yang mengambil harta dan menahannya untuk sekedar kebutuhannya tidak termaksud orang yang pelit.

والله أعلم

Sumber: Mukhtashor Minhaj AlQhosidin

Address

Jalan Raya Joglo No. 75
Jakarta
11640

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rafah Tour & Travel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category