10/03/2020
Seburuk-buruk jiwa Manusia
Di riwayatkan dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (cucu Rasulullah) “Takutlah kamu kepada Allah Seakan kamu melihat-Nya, Jika kamu tidak melihatnya, maka Dia Maha Melihatmu. Jika kamu menganggap bahwa Dia tidak melihatmu, maka kamu telah kafir. Tapi jika kamu meyakini bahwa Dia maha menyaksikanmu kemudian kamu berterang-terangan di hadapan-Nya dengan kemaksiatan, maka kamu telah menganggap-Nya di antara yang paling lemah penyaksiaannya terhadap dirimu.( artinya kamu menantang Allah Swt dan menantang pengawasan Allah Swt)”
Seperti yang kamu pikirkan pada dirimu “Saya tidak bisa menantang keluarga karena saya takut kepada mereka, saya tidak mampu menantang teman-teman saya karena saya takut reputasi saya menjadi buruk, saya tidak bisa menantang masyarakat karena takut nama baik saya jatuh. Tapi saya terus saja menantang Allah, Saya terus-menerus menantang Allah, menantang pengawasan dan pengetahuan terhadap saya”
Sangat buruk sekali jika kita menantang Pengawasan Allah terhadap kita, kita menikmati kemaksiatan tanpa sadar dengan pengawasan Nya, Sampai kapan kita harus tenggelam dalam kemaksiatan dan berlumur kenistaan? Kapan kita bisa menjadi tergolong di antara orang-orang yang selalu berdzikir dengan benar. Kita bahkan memohon kepada Allah agar membangunkan kita dari tidurnnya orang-orang yang lalai, menjadikan kita sebagai orang-orang yang selalu berdzikir, dan memberi kita taufik untuk bertaubat dan menggapai rahmat.
“Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami dan tutupi aib-aib kami, hapuskan dari keburukan-keburukan kami, wafatkan kami bersama orang-orang yang baik, curahkan rahmat kepada orang-orang yang telah meninggal di antara kami dan di antara kaum Mukiminin dan Mukminat dan seluruh arwah orang-orang yang telah meninggal, sampaikanlah pahala bacaan surat Al Fatihah beserta solawat.”