24/03/2015
Segera Tidur Setelah Sholat Isya
--------------------
Tidur lebih awal setelah sholat isya adalah hal yang dianjurkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda :
“Dari Abdullah Bin Mas’ud R.A. Berkata “Adalah NAbi SAW mencela kami jika kami mengobrol setelah Sholat Isya”.
(H.R. Ahmad dan Ibnu Majab)
“Dari Abu Barzah Al Aslami R.A. Bahwa Rasulullah SAW senang mengakhirkan sholat isya dan membenci tidur setelah sholat isya dan berbicara sesudahnya”.
(H.R. Bukhari di dalam kitab shohihnya)
Muhammad Bin Shalih Abdullah Ash-Shari’ari dalam kitabnya Kaifa Tatahammasu Liqiyam Al-Laili, menulis :
“Seorang datang menghadap Hudzaifah Bin Al-Yaman R.A., lalu mengetuk pintunya setelah sholat isya. Hudzaifah keluar dan berkata kepadanya, “Apa maumu?” dia menjawab : “Saya ingin ngobrol denganmu” Maka Hudzaifah langsung menutup pintu, seraya berkata : “Umar Bin Khaththab tidak s**a kita ngobrol setelah sholat isya!”.
Dan Imarah R.A., bahwa Aisyah R.A., jika mendengar salah seorang keluarganya ngobrol setelah isya dia berkata : “Tidurlah kalian dan diamlah,” lalu beliau melanjutkan, tidak ada obrolan setelah isya kecuali tiga hal, yaitu musafir, bertahajud, dan pengantin yang bercumbu rayu dengan istrinya”.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan :
a. Dis**ai (Sunnah) kita segera tidur setelah sholat isya.
b. Kalaupun harus dilakukan juga karena suatu keperluan maka hendaknya dilakukan seperlunya agar tidak menjadi penyebab lalai atau luputnya qiyamul lail dan sholat fajar (Shubuh)
c. Bergadang malam untuk menuntut ilmu , musyawarah untuk urusan umat dan perjuangan tentu saja dibolehkan tetapi perlu diingat jangan sampai melalaikan qiyamul lail.
d. Dimaksud dengan larangan ngobrol sesudah sholat isya adalah obrolan iseng yang hanya menghabiskan waktu sementara hal yang sangat dianjurkan yaitu qiyamul lail dan sholat fajar (Shubuh) terabaikan.