16/03/2013
Dalil yang sering dijadikan para pendukung perayaan maulid Nabi adalah Hadits :
قال: وسئل عن صوم يوم الاثنين، قال: ذاك يوم ولدت فيه ويوم بعثت أو أنزل عليّ فيه ...
Nabi ditanya tentang puasa hari senen, Beliau bersabda : "itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus/diwahyukan padaku" (HR. Muslim 1162)
Mereka berkata : Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi merayakan maulid.
Namun jika kita cermati lebih jauh pendalilan mereka tidak tepat, karena :
1. Dalam hadits tsb. mengacu pada "hari" lahir dan bukan tahun lahir, maka jikapun pendalilannya benar maka seharusnya perayaan maulid dilakukan setiap hari senen.
2. Jika mau menggunakan hadits tsb untuk mendukung perayaan maulid maka seharusnya dirayakan dengan puasa, sebagaimana Nabi Shallallahu'alaihi wasallam berpuasa. bukan dengan bernyanyi, makan-makan, buang-buang harta dan bermusik ria!
3. Para Sahabat adalah orang yang paling paham dengan makna-makna hadits Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, sedangkan tidak seorangpun dari mereka yang memahami makna hadits tsb. tentang perayaan maulid. buktinya tidak seorangpun dari mereka merayakan maulid, tidak p**a oleh tabi'in. jika perayaan tersebut baik maka mereka akan berlomba melakukannya karena mereka merupakan orang yang paling cinta kepada Rasulullah, mereka rela mengorbankan jiwa sekalipun untuk kecintaan kepada Nabi, bagaimana mungkin mereka luput untuk merayakan maulid jika itu menunjukkan kecintaan kepada Nabi !. Ini menunjukkan bahwa perayaan maulid tsb. bukan cara yang benar untuk mengungkapkan cinta, tapi cara yang benar adalah dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan menjauhi larangannya.