08/03/2020
Serius Mau Ke Level 3?
Oleh : Eko Supriyatno
Awal tahun 2019 yang lalu saya diskusi serius dengan salah seorang pebisnis yang sedang ‘andi lau’ (antara dilema dan galau).
Bisnisnya yang semula beromset 1.7 M per bulan tiba-tiba mengalami penurunan menjadi 1.1 Milliar
Sebabnya tidak lain karena adanya jalan layang non tol yang membentang melewati satu outlet terbesarnya
Akibatnya jalur menuju ke outlet sangat macet dan konsumen malas datang kesana
Padahal Outlet ini adalah outlet yang memberi kontribusi paling besar terhadap omsetnya
Masalahnya adalah bagaimana menyelesaikan soal yang tidak bisa kita kendalikan (uncontrollabled)
Bagaimana mau mengendalikan, lha wong itu kebijakan pemerintah.
Jadi jalan keluarnya adalah bagaimana kita mencari way out yang dapat dilakukan secara internal..
Setidaknya hal itu relatif bisa dikendalikan
Waktu itu ada saran yang sempat saya utarakan, seperti mengontak pelanggan yang ‘lari’.
Sayangnya dia tidak punya database yang bagus.
Walhasil saran ini unrealistic alias tidak mungkin diwujudkan.
Akhirnya kita cari formula lainnya.
Dari berbagai formula yang ada akhirnya saya dapat satu saran menantang.
Saran tersebut adalah menaikkan harga.
Ya benar, saya memintanya untuk menaikkan harga jual produk
Terhadap usul ini dia merasa agak kaget.
Kaget karena dianggap usul ini tidak masuk akal dan cenderung nyeleneh
Dia bilang kok dinaikkan coach?
Pikirnya bagaimana mungkin bisnis yang omsetnya sedang turun kok malah menaikkan harga..
Namun saya meyakinkan bahwa cara ini harus dilakukan guna melihat bagaimana reaksi customer behaviournya
Saya memintanya untuk menaikkan harga 10% terhadap 3 varian produk yang paling laku saja.
Akhirnya walaupun sedikit ragu, dia ikuti saran saya.
Dan Anda tahu apa hasilnya?
Dengan mengikuti pola tes dan ukur selama 2 bulan ternyata jumlah pembelinya turun sekitar 30% dari total pelanggannya
Tapi yang menarik adalah nilai uang yang diterima sama saja pada saat harganya belum naik, yakni 1.1 Milliar per bulan.
Saya langsung katakan: ‘Alhamdulillah’, ini sangat menarik
Lho kok menarik? Iya, karena yang sensitif terhadap harga hanya 30% dari total pembelinya
Maka dengan menggunakan pendekatan matriks
anshof, saya gunakan konsep formulasi ‘Product Development’.
Konsep ini akhirnya melahirkan apa yang saya sebut dengan Resizing Strategy
Produk utamanya di resize menjadi ukuran tiga perempat
Dan yang pasti harganya lebih murah dari produk pendahulunya
kenapa harus lakukan strategi ini? Karena konsumen yang lari itu adalah konsumen ‘sensitive price’
Alhamdulillah setelah di launching produknya konsumen yang sempat lari bisa kembali lagi.
Dan omsetnya tembus kembali antara 1.6 M sampai 1.7 M per bulan.
Selain Resize Strategy, maka pendekatan lain yang digunakan adalah Renegosiasi dengan supplier
Khususnya mengenai tempo pembayaran bahan baku.
Saya minya dia untuk nego pembayaran lebih panjang
Dengan begitu, uangnya dapat digunakan untuk membuka beberapa booth di lokasi yang masih potensial
Dengan melakukan tes dan ukur dapat dilihat booth mana saja yang menguntungkan dan mana yang tidak
Ternyata cara ini lumayan ampuh mendongkrak sales.
Nah karena omset sudah kembali ke posisi asalnya, maka sudah saatnya melangkah ke level 3 yakni LEVERAGE.
Saran saya ketika di leverage, maka harus benar-benar dihitung profit/loss dengan matang
Begitu p**a arus kasnya dan balance sheetnya
Bagaimana distribusi produknya?
Bagaimana pemecahan masalahnya ketika ada problem yang muncul dengan mitra?
Bagaimana standar prosedur dalam menjalin hubungan dengan mitra?
Bila ini dilakukan maka tahap tiga ini akan menjadi ladang uang yang signifikan.
Karena pertumbuhan Insya Allah bakal terjadi
Namun bila pengelolaannya serampangan, maka akan mengakibatkan bisnisnya hancur.
Apalagi sok merasa auto pilot
Begitup**a kalau dalam mengelola uang tidak simplicity alias bad money management
Siap-siaplah kebangkrutan menanti
Selamat mencoba dan semoga manfaat
Untuk memahami fundamental business growth (FBG) anda perlu menyimak video bisnis based on fakta dan data di youtube chanel saya :
https://www.youtube.com/watch?v=u0HnhG_K_bg
Great Coach Indonesia (GCI) siap membantu anda dengan program-program public training, in-house training, workshop & coaching untuk membantu bisnis anda bertransformasi menjadi lebih sehat, lebih kuat dan siap menghadapi Masa depan.
GCI : Ahlinya Transformasi Bisnis!