16/05/2021
Masjid Al-Aqsa yang Mana sih?
“Sebenarnya Masjid Al-Aqsa itu yang kubahnya kuning atau yang kubahnya hitam sih?” Banyak banget pertanyaan seperti ini dari teman-teman netizen. Yang satu bilang yang kuning, yang satu lagi bilang yang hitam. Padahal sepanjang sejarah, setidaknya ada sebanyak sepuluh masjid/mushala yang pernah dibangun di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Jadi yang bener yang kuning, yang hitam, atau yang mana nih?
Masjid Al-Aqsa atau sering disebut Masjidil Aqsha atau Bait Al-Maqdis atau Baitul Maqdis atau Bait Al-Muqaddas atau Baitul Muqaddas atau Al-Haram Asy-Syarif atau Bait Al-Quds adalah nama sebuah tempat, yaitu tanah dan segala bangunan yang berada di dalam sebuah kompleks yang dipagari tembok dengan beberapa pintu gerbang.
Masjid Al-Aqsa (Kompleks Masjid Al-Aqsa) dengan luas total 14,4 hektar, terletak di dalam kota tua Al-Quds (Jerusalem) yang dikelilingi oleh tembok benteng khas kota tua zaman dulu. Setidaknya ada sepuluh masjid/mushala yang pernah dibangun di Kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang sejarah.
Mushala Baabur-Rahmah, terletak di tembok sebelah timur Masjid Al-Aqsa dan dibangun pada masa Kekhilafahan Bani Umayyah. Untuk menjangkau tempat shalat ini melewati tangga yang panjang di dalam kompleks dan terdapat dua pintu yaitu Pintu Ar-Rahmah dan Pintu At-Taubah.
Mushala Al-Marwani, terletak di sebelah pojok tenggara Kompleks Masjid Al-Aqsa. Dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Ini adalah aula tempat shalat terbesar di area Masjid Al-Aqsa, yaitu seluas 4.500 m2 yang terletak di basement. Untuk menjangkaunya harus melewati tangga yang berada di sebelah timur laut Masjid/Mushala Al-Qibli.
Mushala ‘Umar, terletak di tembok selatan kompleks Masjid Al-Aqsa. Dibangun atas permintaan Khalifah ‘Umar bin Khaththab pada tahun 15 Hijriyah setelah beliau membebaskan Jerusalem dari penjajahan Romawi. Aula shalat ini dapat menampung seribu jama’ah.
Mushala Al-Janaaiz, terletak di bagian selatan kompleks Masjid Al-Aqsa. Persisnya di sebelah pintu timur koridor utara Mushala Al-Qibli. Dinamakan demikian karena tempat ini didesain khusus untuk melaksanakan shalat jenazah.
Masjid Al-Qadim, terletak di bawah Masjid Al-Qibli (di basement). Terdiri dari dua lorong bangunan kuno dan dapat menampung seribu jama’ah. Untuk mencapainya tentu kita harus menuruni tangga.
Masjid Jami’ Al-Qibli, terletak di sebelah selatan searah dengan kiblat. Karena itulah dinamakan Al-Qibli. Masjid ini adalah masjid utama tempat diselenggarakan shalat lima waktu dan shalat Jum’at. Masjid ini dibangun oleh khalifah ‘Abdul Malik bin Marwan dan diselesaikan oleh anaknya, Walid bin ‘Abdul Malik, antara tahun 86 s/d 96 H atau 705 s/d 714 M. Bangunan masjid ini berbentuk persegi panjang dengan panjang 78 m dan lebar 52 m. Berdiri di area seluas 4.000 m2, masjid ini dapat menampung 5.500 jama’ah. Memiliki sebelas pintu di sebelah utara, dua pintu di sebelah barat dan sebuah pintu di sebelah timur.
Masjid An-Nisaa’, terletak di sepanjang selatan bagian barat kawasan Masjid Al-Aqsa. Dimulai dari tembok barat dari Masjid Al-Qibli sampai tembok barat dari Kompleks Masjid Al-Aqsa. Pada masanya, Shalahuddin Al-Ayubi menjadikan masjid ini khusus untuk jama’ah perempuan. Saat ini, masjid ini difungsikan sebagai Perpustakaan Masjid Al-Aqsa.
Masjid Al-Magharibah, terletak di pojok barat daya Kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebelah selatan pintu Magharibah. Dibangun tahun 590 H atau 1193 M oleh Shalahuddin Al-Ayubi. Bangunan berbentuk persegi panjang dengan panjang 50 m dan lebar 10 m serta memiliki dua pintu. Saat ini difungsikan sebagai Museum Islam.
Masjid Al-Buraq, terletak di bawah pintu Al-Magharibah, di sepanjang dinding Al-Buraq di bagian barat daya kawasan Kompleks Masjid Al-Aqsa. Masjid ini dibangun pada masa Kekhilafahan Bani Umayyah. Disebut dinding Al-Buraq karena diyakini tempat ini dahulu tempat Nabi Muhammad menambatkan Buraq saat Isra’ Mi’raj. Untuk mencapai masjid ini kita harus menuruni 38 anak tangga.
Masjid Qubatush-Shakhrah, atau Masjid Kubah Batu atau Dome of the Rock. Terletak di jantung Masjid Al-Aqsa, masjid ini dibangun tahun 72 H atau 691 M pada masa Kekhilafahan Bani Umayyah. Dibangun oleh Raja’ bin Haywa al-Bisani dengan dibantu oleh Yazid bin Salam (putra asli Jerusalem), dibangun di bawah pengawasan Khalifah ‘Abdul Malik bin Marwan. Masjid ini berbentuk segi delapan dan dibangun tepat di atas batu bersejarah tempat Nabi Muhammad menjejakkan kaki beliau menuju Sidratul Muntaha bersama Malaikat Jibril.
Semua masjid tersebut di atas berada di Masjid Al-Aqsa. Jadi yang disebut Masjid Al-Aqsa bukan hanya yang kubah hitam saja atau yang kubah kuning saja, tetapi Masjid Al-Aqsa adalah sebuah area (kompleks) yang terdiri dari tanah pelataran, beberapa masjid, dan bangunan-bangunan yang berada di dalam tembok yang membatasinya.
Masjid Al-Aqsa adalah milik kita Umat Islam, maka menjadi tanggung jawab seluruh Umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskannya dari para penjajah yang sering mengusik ketenangannya dan berupaya untuk menghancurkannya bahkan sampai detik ini. Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam dan menjadi tempat suci ke-3 umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk mengunjunginya, shalat di dalamnya, dan meramaikannya. Aamiin.
Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah (kalian) mengkhususkan melakukan perjalanan (jauh) kecuali menuju tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram (Mekkah), Masjidku (Masjid Nabawi Madinah), dan Masjid al-Aqsa (Palestina).” (H.R. Bukhari-Muslim).
Wallahu ‘alam bish-shawab.
Semoga bermanfaat ^^