07/07/2022
TAHU DIRI
Foto terlampir adalah kondisi tenda-tenda di Mina, tempat para Jamaah Haji singgah, sebelum besoknya beranjak ke Arafah.
Panas? Jangan tanya. 49 derajat celcius.
Lemas? Jangan tanya. Namanya juga Hajian.
Para ulama bersepakat, sesuai sabda Nabi, “Al-Hajju Arafah”, artinya: Haji adalah Arafah. Artinya, core of the corenya haji, ya Arafah ini. Saat proses wukuf ini. Besok. InsyaAllah.
Sementara Wukuf, sesuai dengan makna atau artinya, mengisyaratkan betapa pentingnya “berhenti dan diam” untuk perkembangan jiwa dan spiritualitas kita.
Berhenti dari apa?
Dari rutinitas keseharian dan dari angan-angan yang menyebabkan kita kehilangan kemampuan untuk mensyukuri hidup.
Diam untuk apa?
Untuk berpikir, tafakkur, dan berdzikir.
Betapa nikmat, rahmat, dan kasih sayang Allah begitu luas. Tak henti-hentinya. Tak pernah putus. Satu detik pun.
Sampai-sampai ayat “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban” diulang hingga 31 kali dalam surat Ar-Rahman, artinya: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”.
Sembari sejenak istirahat dalam tenda, Saya coba mengkaji & mempelajari tentang Wukuf. Sampai akhirnya Saya menemukan benang berahnya, yakni…
Wukuf di Arafah berarti berhenti sejenak untuk mengenal sesuatu.
Wukuf di Arafah bermaksud agar kita lebih tahu diri.
Wukuf di Arafah bertujuan supaya lebih kenal Allah.
Dengan Arafah, kita mengenal diri kita.
Dengan Arafah, kita mengenal tuhan kita.
Dan dalam kondisi wukuf di Arafah inilah, semua manusia kedudukannya sama. Semuanya adalah hamba di hadapan Allah.
Mau kaya, mau miskin. Sama.
Mau pejabat, mau rakyat. Sama.
Mau pebisnis, mau karyawan. Sama.
Mau kulit putih, mau kulit hitam. Sama.
Semuanya sama. Gak ada yang beda.
Mau flexing? Gak bisa. Bajumu sama.
Mau pamer? Gak bisa. Baumu sama.
Ya. Dengan wukuf di Arafah ini, kita bisa belajar untuk menghilangkan rasa sombong, riya, ujub, dan takabbur yang mungkin selama ini ada dalam diri kita.
Gak nyadar? Makanya: TAHU DIRI.
Tiap hari bikin postingan seolah memotivasi, tapi malah justru bikin orang jadi dengki.
Tiap hari bikin tulisan seakan menginspirasi, tapi malah justru bikin orang jadi iri.
Tiap hari bikin status dengan niatan berbagi, tapi malah justru menunjukkan tinggi hati.
Naudzubillahi min dzalik… 😭😭😭
Astaghfirullahal adziim… 🥺
Sesuai namanya, Arafah, disinilah Saya banyak belajar “tahu diri”.
Kita harus tahu diri, dosa terlalu banyak, tapi amal sholeh terlalu sedikit.
Kita harus tahu diri, sujud selalu cepat, tapi punya hajat pengen dikabul cepat.
Kita harus tahu diri, pengennya jadi orang sholeh, kerjaannya berbuat salah mulu.
Allah ya rabb… 🥺🥺🥺
Maka Saya pun merenung…
Allah udah ngasih nikmat lapang dan kemudahan bertahun-tahun, tapi kita sering lupa bersyukur. Pas Allah kasih nikmat sempit dan sulit beberapa hari atau pekan doang, eh kita malah langsung kufur. Astaghfirullah.... 😭
Orang lain ngasih uang sejuta atau beberapa juta aja mungkin kita gak akan lupa, sedangkan Allah udah kasih segalanya, eh pura-pura lupa untuk berbagi dengan sesama. Astaghfirullah… 😭
Giliran di sosmed diluangkan berjam-jam, eh giliran interaksi sama Allah lewat Al-Qur’an selalu gak ada waktu. Astaghfirullah… 😭
Ya Allah ya rabb, maafkan kami. Ampuni kami. 🥺
Semoga dengan momen Wukuf di Arafah ini, Engkau jadikan kami semua sebagai pribadi yang lebih tahu diri, pandai bersyukur, dan gemar berbagi dengan sesama. Aamiiin…
Semoga siapapun yang baca postingan ini, kelak Allah panggil ke Baitullah di waktu terbaik.
Pusat info Umroh Haji
08128223743
https://minatumroh.dinigrouptravel.com/