15/08/2022
Semoga saja pentas Seni "Nini Cowong" atau
COWONGAN,Kesenian Kuno Pemanggil Hujan
ini akan bisa berlangsung lagi bulan Suro thn
depan dan saya bisa datang kembali ke sana.
COWONGAN ini esensinya adalah Tarian pe-
manggil hujan pada awal awalnya namun di era
milenial spt sekarang ini adalah sebagai bntuk
kebudayaan Kuno leluhur yg harus terus diuri
uri,dilestarikan ditengah gempuran kebudayaan
asing yg terus menetrasi masuk menggeser
kebudayaan asli kita yg adi luhung.
Kesenian Nini Cowong di Kabupaten Kebumen
hanya satu satunya yg masih tersisa yaitu yang
ada di Grumbul Pagakwungu,Desa Buayan,Kec
Buayan.Cowongan sudah masuk sbg "Calendar
of Event" atau Annual Event alias acara tahu-
nan yg diadakan di tiap bulan Suro,tanggal ya
menyediakan dg hasil rapat para sesepuh desa
Sebagai produk asli Kesenian lokal atau daerah,Cowongan ini sangat unik.Uniknya krn
tidak spt Kesenian lainnya,khusus Kesenian
COWONGAN tidak bisa ditanggap spt Jenis ke-
senian lainnya spt Wayang kulit,Ebeg,Tayuban,
Calung,Angguk,Ketoprak,dll.Cowongan hanya
pentas menuruti tradisi tahunan,dan pementa-
sannya tidak bisa dipindah atau dilakukan di
tempat lain melainkan hanya di tempat aslinya
yaitu di Grumbul Pagakwungu,Desa Buayan,
Kec Buayan,Kab Kebumen,Jateng.
Cowongan biasanya berlangsung tiap malam
Selama 7 hari.
COWONGAN (NINI COWONG),
Grumbul Pagakwungu,
Desa Buayan,
Kec Buayan,
Kab Kebumen,
Jateng